Profil Erick Thohir: Menteri Pemuda dan Olahraga RI

JAKARTA — Nama Erick Thohir kembali menjadi sorotan publik setelah resmi menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Sosok yang dikenal luas sebagai pengusaha dan mantan pemilik...

Profil Erick Thohir: Menteri Pemuda dan Olahraga RI

JAKARTA — Nama Erick Thohir kembali menjadi sorotan publik setelah resmi menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Sosok yang dikenal luas sebagai pengusaha dan mantan pemilik klub sepak bola Inter Milan ini mengemban tugas berat memajukan dunia kepemudaan dan prestasi olahraga nasional di tengah ekspektasi tinggi masyarakat.

Latar Belakang dan Perjalanan Karier

Erick Thohir bukanlah nama asing di kancah nasional maupun internasional. Sebelum masuk ke pemerintahan, pria kelahiran Jakarta, 30 Mei 1970 ini membangun reputasi sebagai pebisnis media dan olahraga. Bersama kelompok usaha Mahaka, ia merintis berbagai lini bisnis mulai dari media cetak, radio, hingga stasiun televisi. Di sektor olahraga, namanya melejit setelah mengambil alih saham mayoritas klub raksasa Italia, Inter Milan, pada 2013, menjadikannya salah satu orang Asia pertama yang memiliki klub Eropa.

Pengalamannya di industri olahraga global menjadi modal berharga saat dipercaya memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga. Visi besarnya adalah mentransformasi sistem pembinaan atlet dari level akar rumput hingga elit, serta memperkuat peran pemuda dalam pembangunan nasional.

Prioritas Program dan Target Ambisius

Di bawah kepemimpinannya, Kemenpora mencanangkan sejumlah program prioritas yang bertumpu pada tiga pilar utama: peningkatan prestasi olahraga melalui sentra pembinaan terpadu, revitalisasi tata kelola organisasi pemuda, serta pengembangan kewirausahaan muda. Dalam bidang olahraga, salah satu gagasan kuncinya adalah pembentukan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang fokus pada 14 cabang olahraga unggulan Indonesia.

Erick Thohir juga gencor mendorong kolaborasi dengan pihak swasta dan federasi internasional untuk mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi kepelatihan. Target jangka panjangnya tak main-main: membawa Indonesia naik ke peringkat 10 besar Olimpiade pada tahun 2045, sekaligus menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan secara ekonomi.

Di sisi pemuda, program seperti Pemuda Mandiri Berdaya Saing dan perluasan Beasiswa Bidikmisi Olahraga terus diperluas. Ia juga menaruh perhatian pada penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda melalui inkubasi bisnis dan pelatihan vokasi berbasis industri kreatif.

Komentar dan Dukungan Publik

Respons terhadap kepemimpinan Erick Thohir cukup positif dari berbagai kalangan. Pengamat olahraga menilai bahwa latar belakang bisnisnya yang kuat dapat membawa profesionalisme baru dalam manajemen olahraga nasional. “Kita butuh figur yang paham bahwa olahraga bukan sekadar medali, tapi juga industri yang bisa menyejahterakan atlet. Pak Erick membawa perspektif itu,” ujar seorang pengamat yang enggan disebutkan namanya.

Namun, tantangan tak kalah besar menanti. Birokrasi yang panjang, keterbatasan anggaran, serta pemerataan infrastruktur di seluruh provinsi menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diurai. Erick Thohir mengakui hal tersebut dan menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian serta keterlibatan pemerintah daerah. “Prestasi olahraga kita harus dibangun dari desa, bukan hanya di Pulau Jawa. Talenta di daerah harus kita jemput, jangan ditunggu,” tegasnya dalam sebuah forum diskusi kepemudaan yang digelar di Jakarta.

Sebagai menteri, Erick Thohir juga dikenal aktif memantau langsung perkembangan atlet di lapangan. Kunjungan ke pelatnas, dialog interaktif dengan pemuda, hingga pemantauan melalui media sosial menunjukkan gaya komunikasi yang lebih terbuka. Hal ini sejalan dengan era digital di mana generasi muda menuntut transparansi dan keterlibatan langsung pembuat kebijakan.

Dengan segala bekal pengalaman dan jejaring yang dimilikinya, publik berharap masa jabatan Erick Thohir dapat menorehkan kemajuan signifikan bagi prestasi olahraga Indonesia di kancah dunia, sekaligus melahirkan generasi muda yang mandiri dan berdaya saing global.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User