Prancis Tumbangkan Swedia 3-1, Barcola Gemilang di Piala Dunia 2026

Skor akhir 3-1 untuk kemenangan Prancis atas Swedia di babak 32 besar Piala Dunia 2026 di East Rutherford, New Jersey, memastikan Les Bleus melangkah ke babak 16 besar dengan penuh percaya diri. Menit...

Prancis Tumbangkan Swedia 3-1, Barcola Gemilang di Piala Dunia 2026

Skor akhir 3-1 untuk kemenangan Prancis atas Swedia di babak 32 besar Piala Dunia 2026 di East Rutherford, New Jersey, memastikan Les Bleus melangkah ke babak 16 besar dengan penuh percaya diri. Menit ke-34, Bradley Barcola melepaskan tendangan klinis dari dalam kotak penalti yang membawa Prancis unggul 2-0, sebuah gol yang menjadi momentum krusial sebelum turun minum dan menunjukkan kelasnya sebagai starter di lini serang timnas Prancis. Laga yang digelar Rabu (1/7/2026) waktu setempat ini menyajikan dominasi taktis dari formasi 4-3-3 yang diusung Didier Deschamps, sekaligus memperlihatkan perlawanan sengit dari skuad asuhan Jon Dahl Tomasson yang baru bangkit di babak kedua.

Babak Pertama: Les Bleus Mengamuk di Flank Kiri

Prancis langsung menancapkan tempo tinggi sejak wasit meniup peluit panjang. Starting XI Les Bleus dengan Mike Maignan di bawah mistar, lini belakang Jules Koundé, Dayot Upamecano, William Saliba, dan Theo Hernández, serta trio lini tengah N'Golo Kanté, Aurélien Tchouaméni, dan Antoine Griezmann, berhasil menguasai penguasaan bola hingga 62 persen di 45 menit pertama. Menit ke-17, Kylian Mbappé membuka skor setelah menerima assist manis dari Griezmann yang membobol jebakan offside Swedia. Tendangan lambung Mbappé dari sudut sempit tak bisa dihalau kiper Swedia, mencatatkan gol perdana di laga ini.

Namun, puncak dominasi babak pertama terjadi menit ke-34. Ousmane Dembélé yang beroperasi di sayap kanan berhasil menarik perhatian dua pemain belakang Swedia sebelum melepaskan umpan silang rendah ke tiang jauh. Bradley Barcola yang menyelinap dari blind side bek tengah Swedia langsung melesatkan half-volley presisi ke sudut bawah gawang. Gol kedua ini tidak hanya menggandakan keunggulan, tetapi juga memperlihatkan kecepatan transisi Prancis dari pertahanan ke serangan. Les Bleus mencatatkan lima shots on target dari total delapan percobaan di babak pertama, sementara Swedia hanya mampu mengirimkan satu tendangan tepat sasaran. Formasi 5-4-1 Swedia yang diharapkan bisa menahan laju lawan justru kerap kali terbelah karena pergerakan sayap Prancis yang agresif.

Babak Kedua: VAR, Penalti, dan Perlawanan Skandinavia

Masuk ke babak kedua, Swedia tak tinggal diam. Jon Dahl Tomasson melakukan substitusi taktis dengan memasukkan Dejan Kulusevski dan mengubah formasi menjadi 4-3-3 yang lebih ofensif. Tekanan mulai terasa, namun Prancis tetap berbahaya di setiap transisi cepat. Menit ke-68, laga sempat terhenti setelah wasit memeriksa monitor VAR akibat pelanggaran bek Swedia terhadap Mbappé di dalam kotak penalti. Setelah review selama dua menit, titik putih diberikan. Antoine Griezmann yang mengambil tugas sebagai eksekutor dengan dingin mengecoh kiper, membawa skor menjadi 3-0. Griezmann pun mencatatkan satu gol dan satu assist dalam laga ini.

Swedia sempat memperkecil ketertinggalan menit ke-79 lewat Viktor Gyökeres yang menerima umpan terobosan dari Kulusevski dan menyelesaikannya dengan tembakan keras melewati Maignan. Gol ini mematahkan harapan Prancis untuk meraih clean sheet. Tertinggal dua gol, Swedia terus menekan. Menit ke-84, gelandang Swedia Emil Holm menerima kartu kuning kedua setelah tekel keras terhadap Theo Hernández, namun wasit hanya memberikan kartu kuning pertama. Prancis kemudian mengganti Mbappé dengan Randal Kolo Muani untuk memperkuat lini depan dan memperlamat tempo. Hingga wasit meniup peluit panjang, penguasaan bola Prancis mencatatkan 58 persen dengan total delapan shots on target dari 14 tembakan, sedangkan Swedia mengemas tiga shots on target dari enam percobaan.

Analisis Taktis: Barcola Menggila di Starting XI

Penampilan Bradley Barcola menjadi sorotan utama di laga malam ini. Dipasang sebagai left winger di formasi 4-3-3, Barcola tidak hanya sekadar mencetak gol, tetapi juga terlibat dalam 12 duel satu lawan satu di sepanjang pertandingan, memenangkan delapan di antaranya. Pergerakannya yang licin antara bek sayap dan bek tengah Swedia menciptakan ruang bagi Theo Hernández untuk overlap dari belakang. Kombinasi ini membuat sisi kiri Prancis menjadi jalur serangan paling produktif.

"Bradley menunjukkan mentalitas juara hari ini. Golnya mencerminkan insting yang tepat, tetapi kerja defensifnya menutup ruang transisi Swedia juga sangat penting. Dia layak menjadi starter," ujar Didier Deschamps usai pertandingan.

Di sisi lain, keputusan Deschamps menurunkan starting XI dengan tiga pemain sayap murni terbukti efektif membongkar pertahanan bertingkat Swedia. Meski kehilangan clean sheet di menit-menit akhir, Prancis memperlihatkan kedalaman skuad dan fleksibilitas taktis yang mampu beradaptasi dengan perubahan formasi lawan. Dengan kemenangan 3-1 ini, Les Bleus tidak hanya melaju ke babak 16 besar, tetapi juga mengirimkan sinyal bahwa mesin serangan mereka siap menghancurkan siapa pun yang menghalangi di Piala Dunia 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User