Persita Catat Kemenangan Bersejarah, Selebrasi Siu Aleksa Jadi Sorotan
Tangerang, Indomilk Arena – Persita Tangerang mencatat kemenangan bersejarah dengan menaklukkan Borneo FC 2-1 dalam pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026, Jumat (9/1/2026) malam. Gol penentu kemena...
Tangerang, Indomilk Arena – Persita Tangerang mencatat kemenangan bersejarah dengan menaklukkan Borneo FC 2-1 dalam pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026, Jumat (9/1/2026) malam. Gol penentu kemenangan dicetak oleh Andrejic Aleksa pada menit ke-78, yang kemudian merayakannya dengan selebrasi ikonik ala Cristiano Ronaldo, ‘siu’, yang langsung disambut gemuruh suporter Pendekar Cisadane.
Pertandingan ini menjadi spesial karena Persita mampu memutus rekor buruk tak pernah menang dalam lima pertemuan terakhir kontra Pesut Etam. Selain itu, tiga poin ini membawa Laskar Cisadane naik ke posisi empat besar klasemen sementara, menjaga asa lolos ke babak Championship Series.
Babak Pertama: Borneo FC Kuasai Jalannya Laga, VAR Batalkan Gol Persita
Sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit Yudi Nurcahya, Borneo FC langsung menggebrak dengan formasi 4-2-3-1. Trio gelandang serang yang dimotori Terens Puhiri, Muhammad Sihran, dan Matheus Pato terus mengancam lini belakang Persita. Menit ke-12, tendangan jarak jauh Pato dari luar kotak penalti membentur mistar gawang Rifky Mokodompit yang sudah mati langkah.
Tekanan bertubi-tubi akhirnya berbuah gol pada menit ke-23. Umpan silang mendatar Terens Puhiri dari sisi kanan berhasil dituntaskan oleh Matheus Pato dengan sontekan first-time yang tak mampu dihalau kiper. Gol! Borneo FC unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, Persita coba bangkit. Dukungan penuh suporter membuat tuan rumah berani keluar menyerang. Menit ke-35, Persita sempat bersorak setelah tandukan Ramiro Fergonzi menjebol gawang Angga Saputra. Namun, selebrasi itu terhenti setelah wasit berkonsultasi dengan VAR dan menganulir gol karena Fergonzi sudah berdiri dalam posisi offside terlebih dahulu.
Keberuntungan akhirnya berpihak pada Persita di menit ke-41. Bek asing Borneo, Javlon Guseynov, melakukan handball di kotak terlarang saat berusaha menghalau umpan lambung. Tanpa ragu, wasit menunjuk titik putih. Fergonzi yang menjadi eksekutor sukses menuntaskan tugasnya dengan tendangan mendatar ke pojok kanan bawah, mengecoh kiper Angga Saputra. Skor imbang 1-1 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Drama Gol Penentu Aleksa dan Selebrasi Siu yang Menggetarkan Indomilk Arena
Memasuki babak kedua, intensitas permainan semakin tinggi. Pelatih Persita, Widodo C. Putro, melakukan penyesuaian taktik dengan memerintahkan gelandang bertahan ganda untuk lebih rapat menutup ruang gerak playmaker Borneo. Strategi ini terbukti efektif meredam kreativitas lini tengah tamu.
Borneo FC masih mendominasi penguasaan bola, namun kesulitan menembus kotak penalti. Sementara itu, Persita mengandalkan serangan balik cepat melalui kecepatan winger Irkham Zahrul Mila dan tusukan Aleksa dari lini kedua.
Puncaknya terjadi pada menit ke-78. Berawal dari sapuan bek tengah Persita, bola liar dikuasai oleh Irkham yang kemudian melakukan overlap dan mengirimkan umpan terobosan kepada Aleksa. Pemain asal Serbia itu dengan cerdik lolos dari jebakan offside, mengecoh satu bek, dan melepaskan tendangan mendatar keras ke tiang jauh yang tak bisa dijangkau Angga Saputra. Gol! Skor berubah 2-1 untuk Persita. Indomilk Arena bergemuruh.
Selepas gol, Aleksa berlari ke arah tribun VIP dan melakukan selebrasi ‘siu’ — lompatan khas Cristiano Ronaldo yang langsung ditirukan oleh ribuan suporter. Momen ini menjadi viral karena sang pemain sebelumnya telah berjanji akan mempersembahkan selebrasi tersebut jika mencetak gol di laga penting. Sorak sorai penonton semakin membahana, memberikan energi tambahan bagi tuan rumah untuk mempertahankan keunggulan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Borneo FC yang memasukkan striker tambahan terus menggempur, tetapi solidnya duet bek tengah Persita serta beberapa penyelamatan gemilang Rifky Mokodompit, termasuk menepis sundulan jarak dekat pada menit ke-89, memastikan kemenangan bersejarah ini.
Statistik Kunci dan Analisis Taktikal
Secara angka, Borneo FC sebenarnya unggul dalam banyak aspek. Penguasaan bola mereka mencapai 55% berbanding 45% milik Persita. Tim tamu juga melepaskan 14 tembakan (4 tepat sasaran), sedangkan Persita hanya mencatat 11 percobaan dengan 5 mengarah ke gawang. Keunggulan shots on target inilah yang membedakan; efektivitas penyelesaian akhir Persita terbukti lebih klinis.
Dari segi taktik, formasi 4-4-2 bertahan yang diterapkan Widodo saat unggul mampu mematikan sayap Borneo. Terens Puhiri yang biasanya eksplosif hanya mencatat satu umpan kunci sepanjang laga. Disiplin pemain Persita terlihat dari 23 tekel sukses dan 12 intersep. Kartu kuning pun bertebaran: tiga untuk Persita (Muhammad Toha, Andrianus Dwiki, dan Irkham) serta tiga untuk Borneo (Javlon Guseynov, Kei Hirose, dan Terens Puhiri). Total pelanggaran mencapai 31, menandakan kerasnya duel.
Performa Andrejic Aleksa layak mendapat pujian tertinggi. Statistik individu pemain bernomor punggung 10 itu: 1 gol, 2 tembakan tepat sasaran, 47 sentuhan, 83% akurasi umpan, 3 dribel sukses, dan menciptakan 2 peluang. Ia dinobatkan sebagai Player of the Match.
Makna Kemenangan dan Pengaruh ke Klasemen
Kemenangan ini membawa Persita mengoleksi 31 poin, naik ke peringkat 4 klasemen sementara BRI Super League 2025/2026, hanya terpaut dua poin dari peringkat 3. Borneo FC yang memiliki 29 poin turun ke posisi 5. Papan atas kian ketat, dan tiga poin ini menjadi modal berharga bagi Persita untuk menjaga kans menembus babak Championship Series — target yang dicanangkan manajemen sejak awal musim.
“Ini adalah kemenangan besar, bukan hanya karena kami mengalahkan tim kuat, tetapi cara kami bangkit setelah gol dianulir dan tetap fokus hingga akhir. Gol Aleksa menunjukkan kualitasnya sebagai pemain top, dan selebrasi itu wujud syukurnya. Kami berterima kasih kepada suporter yang menjadi pemain ke-12 kami malam ini,” ujar pelatih Widodo C. Putro dalam jumpa pers.
Dengan hasil ini, Persita melanjutkan rekor tak terkalahkan di kandang dalam lima laga terakhir. Kepercayaan diri skuad Laskar Cisadane kian membuncah menatap laga tandang pekan depan kontra pemuncak klasemen. Untuk sementara, selebrasi ‘siu’ Aleksa akan terus dikenang sebagai simbol momentum bersejarah bagi Persita Tangerang.
Comments (0)