Persib Tumbang 1-2 dari Sabah di Dewata Challenge usai 14 Pemain Absen
Skor akhir 1-2 untuk kemenangan Sabah FC atas Persib Bandung di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada laga uji coba internasional Dewata Challenge Series, Sabtu (15/8) malam. Menit ke-88 menjadi ...
Skor akhir 1-2 untuk kemenangan Sabah FC atas Persib Bandung di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada laga uji coba internasional Dewata Challenge Series, Sabtu (15/8) malam. Menit ke-88 menjadi momen krusial ketika bek tengah Sabah, Park Tae-soo, menanduk keras dari hasil sepak pojok untuk memastikan kemenangan tim asal Malaysia tersebut. Sebelumnya, Persib sempat memaksa kedudukan imbang lewat eksekusi penalti di menit ke-67, namun kekurangan amunisi di bangku cadangan akibat absennya 14 pemain membuat Maung Bandung tak mampu bertahan hingga peluit panjang.
Krisis Starting XI: Tantangan Tanpa 14 Pilar
Persib Bandung tampil dengan formasi darurat 4-4-2 setelah 14 pemain andalan absen akibat berbagai alasan, mulai dari cedera, pemulihan fisik, hingga jadwal timnas. Starting XI yang diturunkan pelatih Bojan Hodak hanya menyisakan kerangka inti plus beberapa pemain muda dari tim akademi. Penguasaan bola Persib di babak pertama tertekan di angka 42 persen, dengan hanya dua shots on target dari total lima percobaan. Sementara itu, Sabah FC menguasai ritme permainan melalui formasi 4-2-3-1 mereka yang kompak dan rotasi cepat di sayap.
Menit ke-23, gelandang serang Sabah, Darren Lok, melepaskan tendangan kaki kanan dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis kiper Persib, Teja Paku Alam. Beberapa menit kemudian, di menit ke-31, Persib nyaris membuka skor lewat serangan balik cepat, namun wasit mengangkat bendera offside setelah striker muda Persib menerima umpan terobosan di garis pertahanan lawan. Kartu kuning pertama keluar di menit ke-39 untuk bek kiri Persib setelah melakukan pelanggaran taktis menghentikan transisi cepat Sabah di tengah lapangan.
Sabah akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-45+2. Umpan silang dari sayap kanan berhasil disambut striker Sabah dengan sundulan pertama yang masih membentur mistar gawang, namun bola muntah langsung disambar oleh rekan setimnya untuk membawa keunggulan 1-0 hingga jeda babak. Clean sheet yang hampir dijaga Persib selama 45 menit pertama akhirnya buyar di detik-detik akhir half-time.
Babak Kedua: Penalti dan Dramatisasi Akhir
Masuk babak kedua, Hodak melakukan perombakan taktis dengan menurunkan formasi 3-5-2 demi meningkatkan tekanan di lini tengah. Hasilnya, penguasaan bola Persib naik signifikan menjadi 51 persen pada 20 menit awal babak kedua, dengan tiga shots on target berbahaya yang dua di antaranya masih bisa diredam kiper Sabah. Menit ke-67, seorang pemain pengganti Persib dijatuhkan di kotak penalti setelah menerima assist dari umpan silang sayap kiri. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Striker andalan Persib yang diturunkan sejak menit ke-55 berhasil mengeksekusi penalti dengan tenang ke sisi kanan gawang, menyamakan kedudukan 1-1.
Gol itu memaksa Sabah menurunkan tempo serangan dan beralih ke skema bertahan dengan menambah satu pemain di lini belakang. Pertandingan berlangsung ketat dengan beberapa duel fisik di tengah lapangan. Menit ke-79, pemain tengah Sabah mendapat kartu kuning setelah melakukan tekel keras dari belakang. Hodak langsung merespons dengan mengganti gelandang bertahan demi menambah amunisi ofensif. Namun, di menit ke-88, sebuah sepak pojok dari sisi kiri Persib justru menjadi bumerang. Sabah melancarkan serangan balik kilat yang berujung pada tendangan corner di ujung lain lapangan. Crossing akurat dari pemain pengganti disambut oleh Park Tae-soo yang tak terkawal di tiang jauh, menanduk bola ke gawang untuk mengunci skor akhir 2-1.
Analisis Data dan Dampak Absennya Skuad Inti
Dari sisi statistik, Persib menutup laga dengan penguasaan bola 47 persen berbanding 53 persen milik Sabah. Total shots on target Persib berjumlah empat dari delapan percobaan, sementara Sabah lebih efisien dengan lima shots on target dari tujuh tembakan. Formasi darurat yang diterapkan Hodak memang berhasil menciptakan peluang, namun kurangnya opsi rotasi di bangku cadangan akibat 14 pemain absen membuat intensitas pressing Persib merosot drastis di 15 menit terakhir. Tidak adanya teknologi VAR dalam laga persahabatan ini juga membuat beberapa keputusan wasit, termasuk potensi penalti untuk Sabah di menit ke-74, tidak bisa dikaji ulang dan memicu protes dari pemain muda Persib.
"Kami kehilangan 14 pemain sekaligus, itu bukan alasan tapi realitas yang harus dihadapi. Starting XI hari ini berjuang maksimal, tapi di menit akhir kami kehabisan tenaga karena tidak bisa melakukan rotasi optimal. Sabah adalah lawan berkualitas dan mereka memanfaatkan set-piece dengan sangat baik," ucap pelatih Bojan Hodak usai pertandingan.
Laga ini menjadi evaluasi berharga bagi Persib jelang kompetisi resmi. Meski gagal meraih hasil positif, penampilan beberapa pemain muda yang masuk starting XI menunjukkan potensi yang bisa dikembangkan. Namun, kebutuhan akan skuad yang lebih dalam terlihat jelas ketika krisis absen melanda, terutama dalam menjaga konsistensi taktik dari menit pertama hingga menit ke-90. Dewata Challenge Series akan terus menjadi ajang uji coba bagi Persib untuk menyatukan kembali kerangka tim yang terpecah akibat absennya separuh lebih pemain inti mereka.
Comments (0)