Pemakaman Ayah Messi Digelar Tertutup dengan Pengamanan Ketat di Argentina
Bukan sorakan tribune, melainkan keheningan duka yang menyertai Lionel Messi pada Minggu waktu setempat di Rosario, Argentina. Kapten timnas Argentina itu tampak tegar namun murung saat mengantarkan s...
Bukan sorakan tribune, melainkan keheningan duka yang menyertai Lionel Messi pada Minggu waktu setempat di Rosario, Argentina. Kapten timnas Argentina itu tampak tegar namun murung saat mengantarkan sang ayah, Jorge Messi, ke peristirahatan terakhir dalam sebuah upacara pemakaman yang digelar tertutup dengan penjagaan keamanan ekstra ketat.
Prosesi pelepasan jenazah hanya dihadiri lingkaran terbatas: keluarga inti, kerabat dekat, dan sejumlah sahabat. Aparat keamanan menutup akses menuju lokasi sejak pagi hari, membentuk barikade agar awak media dan publik tetap berada pada jarak yang telah ditentukan. Keputusan itu diambil demi menjaga privasi keluarga di tengah sorotan global yang tak pernah lepas dari nama besar Messi.
Penjagaan Ketat di Tengah Duka Keluarga
Sejak kabar kepergian Jorge tersiar, rumah duka langsung menjadi magnet perhatian. Petugas keamanan gabungan dikerahkan untuk mengatur arus manusia, sementara pihak keluarga menegaskan bahwa seluruh rangkaian upacara bersifat privat. Tidak ada sesi foto resmi, tidak ada pernyataan panjang — hanya keheningan dan penghormatan terakhir dari orang-orang terdekat.
Messi terlihat didampingi sang ibu, Celia Cuccittini, kedua kakaknya Rodrigo dan Matias, serta adiknya Maria Sol. Sang istri, Antonela Roccuzzo, beserta ketiga putra mereka — Thiago, Mateo, dan Ciro — juga hadir memberikan dukungan. Bagi publik Rosario, pemandangan ini terasa sangat personal: kota tempat Messi dibesarkan kini menjadi saksi perpisahan sang megabintang dengan sosok paling berpengaruh dalam hidupnya.
Jorge Messi: Pelatih Pertama, Agen Seumur Hidup
Di balik lebih dari 850 gol yang dicetak Messi sepanjang karier profesionalnya, ada tangan dingin Jorge yang bekerja jauh dari kamera. Pria yang dulunya bekerja di pabrik baja Rosario itu adalah pelatih pertama Messi di klub lokal Grandoli, jauh sebelum dunia mengenal nomor punggung 10. Jorge pula yang menemani putranya menjalani masa-masa kritis di Newell's Old Boys, ketika diagnosis kekurangan hormon pertumbuhan mengancam mimpi sepak bola sang anak.
Titik balik terjadi pada tahun 2000. Jorge memberanikan diri membawa Messi yang berusia 13 tahun terbang ke Barcelona untuk menjalani trial. Sisanya adalah sejarah: kontrak legendaris yang ditandatangani di atas serbet makan, keluarga yang rela berpindah ke Spanyol, dan seorang bocah Rosario yang tumbuh menjadi pemain terbaik dunia.
Sebagai agen sekaligus ayah, Jorge memimpin hampir seluruh negosiasi besar dalam karier Messi — dari kontrak-kontrak bersejarah di Camp Nou, saga keinginan hengkang pada 2020, kepindahan dramatis ke Paris Saint-Germain pada 2021, hingga keputusan mengejutkan berlabuh di Inter Miami pada 2023. Setiap tanda tangan kontrak itu lahir dari meja negosiasi yang dipimpin langsung oleh Jorge.
Warisan dalam Angka
Angka-angka Messi adalah cermin kerja keras dua generasi. Bersama Barcelona, ia membukukan 672 gol dalam 778 penampilan, meraih 10 gelar La Liga dan 4 trofi Liga Champions. Di level individu, 8 Ballon d'Or menjadi rekor yang hingga kini belum tersentuh pemain mana pun. Bersama timnas Argentina, Messi mengangkat Copa America 2021, Piala Dunia 2022 di Qatar — dengan 7 gol dan gelar pemain terbaik turnamen — serta Copa America 2024.
Semua pencapaian itu, seperti kerap diakui Messi dalam berbagai kesempatan, berakar pada pengorbanan keluarga: seorang ayah yang bekerja berjam-jam demi biaya pengobatan sang anak, dan keputusan berani meninggalkan kampung halaman demi masa depan yang belum pasti.
Duka dari Seluruh Penjuru Sepak Bola
Ucapan belasungkawa mengalir deras dari berbagai penjuru dunia sepak bola — klub-klub yang pernah dibela Messi, federasi, mantan rekan setim, hingga jutaan suporter di media sosial. Nama Jorge Messi mungkin tak pernah tercatat di papan skor, tetapi jejaknya terpatri di setiap gol, setiap assist, dan setiap trofi yang diangkat putranya.
Bagi Messi, pertandingan akan kembali bergulir. Namun hari yang hening di Rosario ini mengingatkan semua orang bahwa di balik statistik dan rekor, sepak bola selalu tentang manusia — dan tentang seorang ayah yang lebih dulu percaya sebelum dunia ikut percaya.
Comments (0)