Osasuna Kejutkan Real Madrid 2-1, Persaingan Gelar La Liga Memanas
Skor akhir 2-1 untuk Osasuna! Stadion El Sadar bergemuruh pada Minggu (22/2/2026) dini hari WIB setelah tuan rumah menumbangkan Real Madrid pada pekan ke-25 La Liga 2025/2026. Gol penentu yang lahir d...
Skor akhir 2-1 untuk Osasuna! Stadion El Sadar bergemuruh pada Minggu (22/2/2026) dini hari WIB setelah tuan rumah menumbangkan Real Madrid pada pekan ke-25 La Liga 2025/2026. Gol penentu yang lahir di pengujung laga membuyarkan kebangkitan Los Blancos yang sempat menyamakan kedudukan lewat Vinicius Junior pada menit ke-73. Kekalahan ini membuat persaingan di puncak klasemen La Liga kembali terbuka lebar.
Pelatih Real Madrid Xabi Alonso menurunkan starting XI terbaiknya dengan formasi 4-3-3. Thibaut Courtois menjaga gawang, Jude Bellingham mengorkestrasi lini tengah, sementara trisula lini depan diisi Vinicius Junior, Kylian Mbappé, dan Rodrygo. Kubu tuan rumah menjawab dengan formasi 4-4-2 yang rapat, menempatkan Ante Budimir sebagai ujung tombak dengan dukungan Rubén García di sisi sayap. Sejak peluit awal, tempo tinggi langsung diperagakan kedua tim.
Babak Pertama: Budimir Buka Keran Gol Osasuna
Madrid langsung mengambil inisiatif serangan dan mencatatkan penguasaan bola hingga 68 persen sepanjang babak pertama. Namun dominasi itu mentok di tembok pertahanan berlapis Osasuna. Justru tuan rumah yang membuka skor pada menit ke-34. Berawal dari umpan silang Rubén García dari sisi kiri, Budimir memenangi duel udara dan menanduk bola ke sudut gawang Courtois. Skor 1-0 untuk Osasuna. Statistik paruh pertama menunjukkan Madrid hanya mampu melepaskan 2 shots on target dari 8 percobaan, sementara Mbappé dua kali terjebak offside, termasuk pada menit ke-41 ketika ia tinggal berhadapan dengan kiper.
Menit ke-73: Vinicius Menjawab, El Sadar Terdiam
Alonso merespons di babak kedua dengan meminta kedua fullback tampil lebih agresif dan memasukkan tenaga segar di lini tengah pada menit ke-60. Tekanan beruntun akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-73. Bellingham melepaskan umpan terobosan yang membelah dua bek Osasuna, Vinicius memenangi sprint, lalu melepaskan tendangan mendatar ke tiang jauh. Skor berubah menjadi 1-1. Penyerang asal Brasil itu berlari ke sudut lapangan dan merayakan golnya di depan tribune tuan rumah yang terdiam sejenak. Assist itu menambah panjang daftar kontribusi Bellingham musim ini, dan Madrid tampak akan membalikkan keadaan.
Drama Menit ke-88 dan Pemeriksaan VAR
Ketika laga tampak akan berakhir imbang, El Sadar meledak pada menit ke-88. Serangan balik cepat Osasuna diakhiri Aimar Oroz yang menyambar bola muntah hasil tepisan Courtois atas tembakan keras Budimir. Wasit sempat menunda selebrasi karena VAR meninjau potensi offside dalam proses gol. Setelah pemeriksaan hampir dua menit, gol dinyatakan sah. Skor 2-1. Madrid menumpuk pemain di kotak penalti pada injury time, tetapi tidak ada gol balasan hingga peluit panjang. Laga ditutup dengan lima kartu kuning — dua untuk pemain Madrid yang frustrasi, tiga untuk kubu Osasuna.
Peta Persaingan Gelar Kembali Memanas
Statistik akhir mencerminkan jalan cerita laga: Madrid unggul penguasaan bola 64 berbanding 36 persen dan total tembakan 16 berbanding 9, tetapi shots on target hanya 6 berbanding 4. Efisiensi Osasuna di depan gawang menjadi pembeda. Kegagalan mencatatkan clean sheet juga memperpanjang tren kebobolan Madrid di laga tandang musim ini. Yang paling krusial, keunggulan Madrid di puncak klasemen kini berpotensi terpangkas, dengan Barcelona dan Atlético Madrid mengintip celah untuk mendekat pada laga mereka masing-masing.
"Kami menguasai bola dan menciptakan peluang, tetapi sepak bola adalah soal memasukkan bola ke gawang. Osasuna melakukannya dua kali, kami hanya sekali. Ini menyakitkan, tetapi musim masih panjang," ujar Xabi Alonso seusai laga.
"Para pemain menunjukkan karakter luar biasa. Mengalahkan tim sekelas Madrid di depan suporter sendiri adalah malam yang akan selalu diingat," kata pelatih Osasuna Alessio Lisci.
Dengan belasan pekan tersisa, perburuan gelar La Liga 2025/2026 resmi memasuki fase paling panas. Madrid wajib segera bangkit sebelum jarak di puncak benar-benar menguap, sementara Osasuna mendongkrak posisi mereka dengan tiga poin paling berharga musim ini.
Comments (0)