Ortola Tercepat di FP2 Moto2 Jerman, Mario Aji Posisi 13

Pembalap Indonesia Mario Aji finis di urutan ke-13 pada sesi latihan bebas kedua (FP2) Moto2 Jerman 2026 yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring. Meski sempat meramaikan papan atas dengan menduduki po...

Ortola Tercepat di FP2 Moto2 Jerman, Mario Aji Posisi 13

Pembalap Indonesia Mario Aji finis di urutan ke-13 pada sesi latihan bebas kedua (FP2) Moto2 Jerman 2026 yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring. Meski sempat meramaikan papan atas dengan menduduki posisi lima besar di pertengahan sesi, Aji terpental setelah sejumlah rival menemukan ritme lebih baik menjelang akhir. Pencapaian terbaik hari itu menjadi milik Ivan Ortola dari Spanyol yang memimpin dengan catatan waktu 1 menit 23,187 detik.

Sesi yang digelar pada Jumat sore waktu setempat ini diwarnai suhu trek yang relatif tinggi menyentuh 42 derajat Celsius. Kondisi tersebut membuat mayoritas pembalap memilih menggunakan ban kompon lunak di kedua roda untuk memaksimalkan cengkeraman sejak lap awal. Ortola langsung mendominasi dengan keunggulan 0,312 detik atas pembalap di posisi kedua, menunjukkan adaptasi sempurna pada tata letak Sachsenring yang terkenal dengan tikungan panjang ke kiri dan sektor cepat di belakang sirkuit.

Dominasi Ivan Ortola di Atas Aspal Sachsenring

Ivan Ortola tampaknya melanjutkan momentum positif dari seri sebelumnya. Sejak menit-menit pertama, pembalap binaan akademi Aspar ini sudah menempelkan diri di posisi tiga besar. Setelah melakukan pergantian ban baru pada pertengahan sesi, catatan waktunya langsung melesat 0,4 detik lebih cepat dari miliknya sendiri. Time attack Ortola pada lap ketujuh menjadi yang terbaik dan tidak mampu dikejar siapa pun hingga bendera finis berkibar. Ia mencatatkan total 16 putaran dan konsisten berada di kisaran 1 menit 23 detik pada empat lap lainnya.

Penampilan Ortola menjadi sinyal kuat bahwa dirinya merupakan kandidat kuat perebutan posisi start terdepan pada sesi kualifikasi esok hari. Analisis data sektor memperlihatkan keunggulan utamanya ada di sektor dua dan tiga yang menuntut kestabilan motor saat menikung panjang. Tidak heran jika margin terhadap pengejar terdekatnya cukup lebar untuk ukuran kelas Moto2 yang biasanya ketat.

Mario Aji: Kilas Balik Sesi yang Menjanjikan

Nama Mario Aji sempat mencuri perhatian ketika papan waktu menunjukkan dirinya menduduki peringkat ke-4 hanya berselang 12 menit sesi berjalan. Dengan kombinasi sektor yang solid, Aji menorehkan waktu 1 menit 23,945 detik pada lap ke-6 menggunakan ban kompon lunak. Saat itu, ia hanya terpaut 0,758 detik dari Ortola. Sayangnya, setelah kembali ke pit untuk penyesuaian setelan, performanya tidak kembali tajam.

Pada stint kedua, Aji kesulitan mengulang catatan waktu yang sama. Beberapa kali ia terjebak lalu lintas padat yang khas sesi latihan bebas sehingga flying lap-nya terganggu. Meski begitu, beberapa kali ia sempat mencatatkan sektor pertama terbaik kedua secara keseluruhan, menandakan potensi motor Kalex miliknya di akselerasi awal. Pada akhirnya, waktu terbaiknya 1 menit 24,221 detik hanya cukup untuk posisi ke-13, terpaut 1,034 detik dari pemuncak.

Jika dibandingkan dengan hasil FP1 yang menempatkannya di posisi ke-17, kemajuan ini sebenarnya patut diapresiasi. Tim tampaknya telah menemukan arah setelan dasar yang lebih cocok untuk karakter sirkuit. Dengan masih tersedianya satu sesi latihan bebas lagi sebelum kualifikasi, bukan tidak mungkin Aji bisa menembus zona 10 besar dan merebut grid yang lebih menjanjikan untuk balapan Minggu nanti. Dalam catatan top speed, motor Aji berada di angka 241,8 km/jam, sejajar dengan para pembalap papan atas, menunjukkan bahwa sisi mesin bukanlah kendala utama.

Peta Persaingan di Papan Atas dan Tengah

Di belakang Ortola, persaingan sangat sengit. Posisi kedua dihuni Angel Piqueras dengan selisih 0,312 detik, disusul David Alonso yang hanya terpaut 0,034 detik di urutan ketiga. Enam pembalap teratas terpisah kurang dari setengah detik, sebuah indikasi bahwa sesi kualifikasi akan berlangsung brutal. Sementara itu, Mario Aji berada dalam kelompok padat dari posisi 10 hingga 15 yang selisihnya hanya 0,2 detik, sehingga satu perbaikan kecil bisa melonjakkan posisi secara signifikan.

Dengan catatan ini, tim Mario Aji kemungkinan akan fokus memperbaiki sektor tiga di mana ia kehilangan waktu paling banyak. Jika mampu menemukan ritme ideal, bukan tidak mungkin pembalap Indonesia itu bisa mengulangi kejutan seperti yang sempat ia tunjukkan di awal sesi. Sachsenring yang sempit dan teknis kerap menghadirkan kejutan, dan Aji punya peluang untuk mencuri perhatian pada sisa akhir pekan ini.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User