Nguyen Xuan Son, Senjata Pamungkas Timnas Vietnam di Piala AFF 2026

Piala AFF 2026 resmi bergulir, dan nama Nguyen Xuan Son langsung menjadi bintang utama di panggung terbesar sepak bola Asia Tenggara. Striker naturalisasi Timnas Vietnam itu membuka turnamen dengan ca...

Nguyen Xuan Son, Senjata Pamungkas Timnas Vietnam di Piala AFF 2026

Piala AFF 2026 resmi bergulir, dan nama Nguyen Xuan Son langsung menjadi bintang utama di panggung terbesar sepak bola Asia Tenggara. Striker naturalisasi Timnas Vietnam itu membuka turnamen dengan cara nyaris sempurna: dua gol dan satu assist dalam kemenangan telak 3-1 di laga pembuka Grup B. Skor akhir itu bukan sekadar angka di papan skor — ia adalah cermin dominasi total yang dibangun Vietnam sejak peluit pertama.

Pertarungan Pembuka: Vietnam Menggebrak Sejak Menit Awal

Dengan formasi 4-3-3 dan starting XI berisi deretan pemain berpengalaman, Vietnam langsung mengambil kendali permainan. Penguasaan bola mereka menyentuh angka 62 persen sepanjang pertandingan, sementara lawan hanya mampu mencatatkan tiga shots on target dalam 90 menit. Menit ke-23, Nguyen Xuan Son melepaskan tendangan first-time dari sudut sempit kotak penalti menyusul assist terukur dari sayap kanan. Bola bersarang di tiang jauh, dan stadion langsung bergemuruh.

Gol kedua hadir pada menit ke-41 melalui skema sepak pojok yang dieksekusi sempurna. Son melompat di antara dua bek lawan dan menyundul bola ke pojok kiri gawang — gol yang membuktikan kenapa ia dijuluki mesin gol. Menjelang turun minum, lawan sempat mengancam lewat serangan balik cepat pada menit ke-45, tetapi kiper Vietnam sigap mengamankan bola dengan penyelamatan gemilang yang menjaga keunggulan tetap utuh.

Babak Kedua: Ketajaman dan Disiplin Taktis

Memasuki babak kedua, pelatih Vietnam sedikit menarik tempo. Formasi tetap 4-3-3, tetapi lini tengah diminta lebih berhati-hati dalam membangun serangan. Alih-alih membuahkan gol balasan, lawan yang mencoba keluar lebih berani justru kebobolan untuk ketiga kalinya pada menit ke-67. Lagi-lagi Son yang menjadi kreator: umpan terobosannya menembus garis pertahanan dan diselesaikan dengan tenang oleh rekannya. Assist tersebut menjadi yang kedua bagi Son di laga ini, melengkapi koleksinya menjadi dua gol dan satu assist.

Lawan sempat memperkecil ketertinggalan melalui tendangan penalti pada menit ke-78 setelah wasit menunjuk titik putih menyusul insiden di kotak terlarang. Prosesnya sempat diperiksa VAR selama dua menit sebelum keputusan akhir dijatuhkan. Namun itu menjadi satu-satunya peluang emas yang berhasil mereka konversi. Sisa pertandingan berjalan dengan tempo terkendali; Vietnam menutup laga dengan total sembilan tembakan, enam di antaranya mengarah ke gawang.

Nguyen Xuan Son: Lebih dari Sekadar Pencetak Gol

Statistik Son di laga pembuka ini luar biasa: dua gol, satu assist, tiga peluang tercipta, dan akurasi umpan di atas 85 persen. Ia juga memenangi hampir seluruh duel udara yang ia perebutkan, menegaskan bahwa ia bukan hanya finisher ulung, tetapi juga titik tumpu serangan Vietnam. Kehadirannya memberi dimensi baru bagi permainan Vietnam yang sebelumnya lebih mengandalkan kecepatan sayap.

"Son membuktikan bahwa naturalisasi bukan sekadar nama di atas kertas. Ia bekerja keras di setiap sesi latihan dan memberi contoh nyata bagi pemain muda," ujar pelatih kepala Vietnam usai laga.

Yang tak kalah menarik, kedisiplinan Son terlihat dari catatan fair play-nya: tanpa kartu kuning, tanpa pelanggaran keras, dan hanya dua kali terperangkap offside sepanjang pertandingan. Di turnamen yang kerap diwarnai tensi tinggi dan kartu, ketenangan semacam ini menjadi aset berharga menjelang fase gugur.

Jalan Panjang Menuju Trofi

Kemenangan ini menempatkan Vietnam di puncak klasemen Grup B dengan tiga poin dan selisih gol positif dua. Namun pelatih menegaskan bahwa target besar masih menanti. "Ini baru langkah pertama. Kami harus konsisten di setiap laga," tegasnya dalam konferensi pers pasca-pertandingan.

Jadwal berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya: menghadapi tim yang dikenal solid dalam bertahan. Jika Son dan lini serangnya mampu mempertahankan ketajaman seperti di laga pembuka, bukan tidak mungkin Vietnam melaju jauh — bahkan merebut gelar yang sudah lama dinantikan. Satu hal yang pasti, para lawan berikutnya kini punya pekerjaan rumah berat: bagaimana menghentikan mesin gol bernama Nguyen Xuan Son.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User