Mourinho Kembali Perkasa: Madrid Tumbangkan City 3-1 di Valdebebas

Skor akhir 3-1 untuk Real Madrid atas Manchester City di laga pramusim yang digelar di Alfredo di Stefano, Valdebebas, Jumat dinihari WIB. Jose Mourinho langsung menyuguhkan tontonan bertenaga tinggi ...

Mourinho Kembali Perkasa: Madrid Tumbangkan City 3-1 di Valdebebas

Skor akhir 3-1 untuk Real Madrid atas Manchester City di laga pramusim yang digelar di Alfredo di Stefano, Valdebebas, Jumat dinihari WIB. Jose Mourinho langsung menyuguhkan tontonan bertenaga tinggi dalam laga perdananya kembali membesut Los Blancos, dengan kombinasi pressing intens dan transisi cepat yang membuat pasukan Pep Guardiola sempat kebingungan di babak pertama. Dua gol cepat dari Vini Jr dan Jude Bellingham sebelum turun minum menjadi fondasi kemenangan, sementara sundulan Erling Haaland di babak kedua hanya berfungsi sebagai konsolasi sebelum Endrick menutup pesta lewat serangan balik mematikan di menit-menit akhir. Statistik akhir mencatat penguasaan bola Madrid 48 persen, namun mereka unggul jauh dalam shots on target dengan 8 berbanding 4 atas City.

Dominasi Taktis Babak Pertama dan VAR yang Berbicara

Mourinho menurunkan starting XI dengan formasi 4-2-3-1 yang fleksibel, memposisikan Bellingham sebagai false-10 di belakang striker, sementara duo pivot Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni menjadi penghalang lini tengah. Hasilnya, pressing trap Madrid bekerja efektif. Menit ke-12, Vini Jr melepaskan tendangan kaki kiri dari sudut sempit usai menerima assist manis dari Tchouameni yang merebut bola di tengah lapangan. Tendangan meluncur deras ke sudut atas gawang Ederson, membuka skor 1-0 untuk tuan rumah.

Tidak berhenti di situ, Madrid terus menggempur lewat transisi vertikal. Menit ke-34, serangan balik kilat dimulai dari interception David Alaba di sisi kiri pertahanan. Bola dikirim ke Vini Jr yang dengan visi lapangan mengirim umpan silang rendah ke kotak penalti, di mana Bellingham menyambut dengan first-time finish presisi. Skor menjadi 2-0, dan assist kedua Vini Jr di laga ini menunjukkan evolusi permainan kolektif di bawah asuhan pelatih asal Portugal tersebut.

City sempat membalas lewat Haaland di menit ke-44, namun wasit langsung menghentikan laga setelah konsultasi dengan VAR. Replays menunjukkan posisi striker Norwegia berada dalam posisi offside sebesar setengah bahu saat menerima through ball dari Kevin De Bruyne. Keputusan itu memicu protes dari bangku cadangan City, namun garis offside yang ditampilkan di layar stadion memadamkan seluruh argumentasi. Madrid pun memasuki jeda dengan keunggulan dua gol tanpa balasan, meski catatan penguasaan bola mereka tertinggal 45 persen berbanding 55 persen di 45 menit pertama.

Babak Kedua: City Perketat, Madrid Tahan Tekanan dan Balas Lewat Counter

Guardiola melakukan tiga pergantian sekaligus di awal babak kedua, memasukkan Jeremy Doku dan Bernardo Silva untuk meningkatkan fluiditas serangan dari sayap. Tekanan itu membuahkan hasil di menit ke-56, ketika Haaland akhirnya mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan penuh power usai menerima crossing akurat dari Phil Foden. Skor berubah menjadi 2-1, dan momentum sempat bergeser ke kubu tamu yang terus menekan demi mencari equalizer.

Mourinho merespons dengan instruksi defensive block yang lebih dalam. Menit ke-62, Eduardo Camavinga mendapatkan kartu kuning setelah melakukan tactical foul terhadap De Bruyne yang berlari bebas menuju kotak penalti. Meski harus bermain dengan disiplin tinggi, lini belakang Madrid yang dikomandoi Antonio Rudiger dan Eder Militao berhasil menahan gempuran. City memiliki penguasaan bola 58 persen di babak kedua, namun shots on target mereka hanya dua kali mengarah ke Thibaut Courtois yang tampil gemilang dengan dua penyelamatan krusial dari tembakan De Bruyne dan Haaland.

Laga hampir merata, namun efisiensi transisi Madrid kembali membuat beda. Menit ke-78, setelah sebuah corner kick City diantisipasi Courtois, kiper Belgia itu langsung melontarkan bola ke depan. Substitute Endrick yang masuk di menit ke-65 berlari hampir 40 meter, melewati hadangan John Stones dengan body feint cepat, lalu melepaskan tendangan low driven yang bersarang di sudut bawah gawang. Gol ketiga itu sekaligus memastikan kemenangan 3-1 dan menunjukkan bahwa skema counter attack Mourinho masih menjadi senjata pamungkas yang sulit diantisipasi.

Analisis Statistik dan Pernyataan The Special One

Dari total 8 shots on target yang dicatat Madrid, 5 di antaranya datang di babak pertama saat formasi 4-2-3-1 mereka beroperasi dengan kecepatan maksimal. Sementara itu, City mencatatkan 4 shots on target dari total 12 tembakan yang dilancarkan sepanjang 90 menit, menunjukkan bahwa meski mendominasi penguasaan bola secara keseluruhan 52 persen berbanding 48 persen, mereka kesulitan menembus compact block Mourinho. Tidak ada hat-trick tercipta di laga ini, dan rekor clean sheet Madrid memang pupus di babak kedua, namun performa defensif secara kolektif terlihat solid terutama dalam transisi dari serangan ke pertahanan.

"Saya tidak peduli dengan penguasaan bola jika itu hanya berputar di lini tengah lawan. Yang saya inginkan adalah intensitas, disiplin geometris, dan keberanian saat transisi. Hari ini kita melihat 90 menit kerja keras, meski ini baru langkah pertama. Masih ada banyak yang harus diperbaiki," ujar Mourinho usai laga.

Kemenangan ini menjadi awal yang manis bagi Mourinho dalam era keduanya di Santiago Bernabeu, meski laga pramusim tidak mencatatkan poin. Yang terpenting, starting XI yang diturunkannya menunjukkan pemahaman taktis yang cepat terhadap filosofi baru, dengan rotasi pemain muda seperti Endrick yang membuktikan diri siap bersaing di skuad utama. Dua assist dari Vini Jr dan kontribusi gol dari Bellingham serta Endrick menjadi sinyal bahwa Madrid musim 2026/2027 akan kembali diperhitungkan dengan gaya permainan pragmatis namian mematikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User