Messi Tiba di Rosario, Antar Sang Ayah ke Peristirahatan Terakhir
Rosario, kota yang membesarkan seorang legenda, kini menjadi tempat Lionel Messi menjalani momen terberat di luar lapangan hijau. Kapten timnas Argentina itu tiba di kampung halamannya pada Sabtu (8/8...
Rosario, kota yang membesarkan seorang legenda, kini menjadi tempat Lionel Messi menjalani momen terberat di luar lapangan hijau. Kapten timnas Argentina itu tiba di kampung halamannya pada Sabtu (8/8) waktu setempat untuk melepas kepergian sang ayah, Jorge Messi, yang telah tutup usia. Tidak ada sorakan gol, tidak ada selebrasi — hanya keheningan penuh hormat yang menyambut kepulangan sang megabintang ke kota kelahirannya.
Kedatangan Messi di Rosario langsung menjadi sorotan publik Argentina. Pemain yang kini membela Inter Miami di Major League Soccer itu terlihat hadir bersama keluarga inti dalam suasana duka yang mendalam. Warga setempat memberikan ruang privasi bagi keluarga Messi, sebuah gestur penghormatan bagi sosok yang selama dua dekade terakhir mengharumkan nama kota tersebut ke seluruh penjuru dunia.
Jorge Messi: Arsitek Sejati di Balik Karier La Pulga
Nama Jorge Messi memang tidak pernah tercatat di papan skor, tetapi perannya dalam sejarah sepak bola modern mustahil dihapus. Pria yang dulunya bekerja sebagai karyawan pabrik baja di Rosario itu adalah orang pertama yang menangkap bakat luar biasa putranya, ketika Messi kecil meniti langkah awal di akademi Newell's Old Boys pada usia enam tahun.
Keputusan paling menentukan datang ketika Jorge menemani Messi yang baru berusia 13 tahun hijrah ke Spanyol demi menjalani perawatan hormon pertumbuhan sekaligus mengejar mimpi di akademi La Masia milik Barcelona. Sejak titik itu, Jorge bukan sekadar ayah. Ia menjelma menjadi agen, penasihat, sekaligus negosiator utama dalam setiap babak besar karier sang putra — termasuk kepindahan dramatis ke Paris Saint-Germain pada 2021 dan petualangan baru ke Inter Miami pada 2023.
Dedikasi Jorge tidak berhenti di ruang negosiasi. Ia adalah jembatan antara sang putra dengan akar keluarga di Argentina, memastikan Messi tidak pernah kehilangan identitas Rosario-nya meski menghabiskan lebih dari dua dekade berkarier di Eropa. Bagi banyak orang dekat, hubungan ayah dan anak ini adalah fondasi emosional yang membuat Messi tetap rendah hati di tengah ketenaran global.
Statistik Karier yang Dibangun di Atas Dukungan Sang Ayah
Angka-angka yang dibukukan Messi sepanjang karier profesionalnya menjadi bukti nyata betapa kokoh fondasi yang diletakkan Jorge. Lebih dari 850 gol di level klub dan tim nasional, delapan trofi Ballon d'Or — rekor absolut yang belum tersentuh pemain mana pun — serta lebih dari 40 gelar juara yang menempatkannya sebagai salah satu pemain tersukses sepanjang masa.
Puncak dari seluruh perjalanan itu terjadi di Qatar pada Desember 2022, ketika Messi mengangkat Piala Dunia bersama Argentina usai menaklukkan Prancis lewat drama adu penalti di final yang epik. Jorge menyaksikan momen bersejarah itu, sebuah pelengkap sempurna bagi perjuangan keluarga yang dimulai dari jalanan sederhana di Rosario puluhan tahun sebelumnya. Trofi itu sekaligus melengkapi koleksi Copa America yang direbut Argentina pada 2021 dan 2024.
Dunia Sepak Bola Berduka Bersama Messi
Kabar kepergian Jorge Messi memicu gelombang simpati dari seluruh penjuru sepak bola dunia. Para pemain, mantan rekan setim, pelatih, hingga suporter dari berbagai klub ramai-ramai menyampaikan belasungkawa melalui media sosial. Di Rosario sendiri, atmosfer duka terasa di berbagai sudut kota yang selama ini bangga menyebut diri sebagai rumah bagi sang GOAT — pemain terbaik sepanjang masa versi jutaan penggemar.
Bagi Messi, kehilangan ini datang di tengah jadwal kompetisi yang padat bersama Inter Miami. Namun sepak bola bisa menunggu — kebersamaan dengan keluarga di Rosario jelas menjadi prioritas utama sang kapten saat ini. Seperti halnya di atas lapangan, ketika ia selalu menemukan cara bangkit dari situasi tersulit, publik Argentina percaya Messi akan melewati masa berkabung ini dengan keteguhan yang sama.
Dari Rosario untuk dunia, satu babak kehidupan Lionel Messi telah ditutup. Namun warisan Jorge Messi akan terus hidup — dalam setiap sentuhan bola, setiap gol, dan setiap trofi yang kelak dipersembahkan putranya. Selamat jalan, Jorge. Sepak bola berutang banyak kepadamu.
Comments (0)