Mbappe Masih Buntu, Oyarzabal Perkecil Jarak di Puncak Top Skor
Stadion yang menjadi saksi babak semifinal Piala Dunia 2026 menyuguhkan dinamika perburuan Sepatu Emas yang kian memanas. Satu nama besar justru tertahan, sementara penantangnya berhasil mencatatkan a...
Stadion yang menjadi saksi babak semifinal Piala Dunia 2026 menyuguhkan dinamika perburuan Sepatu Emas yang kian memanas. Satu nama besar justru tertahan, sementara penantangnya berhasil mencatatkan angka penting. Kylian Mbappe, yang tampil penuh selama 90 menit, gagal menambah koleksi golnya. Di sisi lain, Mikel Oyarzabal sukses membobol gawang lawan dan memperkecil jarak di tangga pencetak gol terbanyak. Pertarungan menuju mahkota individu paling bergengsi di turnamen ini masih terbuka lebar.
Mbappe Buntu di Momen Krusial
Pertandingan semifinal antara Prancis melawan tim lawan yang solid secara defensif menjadi panggung keprihatinan bagi Mbappe. Penyerang andalan Les Bleus itu melepaskan empat tembakan sepanjang laga, namun tak satu pun berbuah gol. Dua upayanya melenceng dari sasaran, satu diblok barisan belakang, dan satu lagi tepat mengarah ke kiper namun dapat diamankan. Statistik menunjukkan bahwa ini adalah kali kedua secara beruntun Mbappe gagal mencatatkan namanya di papan skor sejak fase perempat final. Kapten tim itu terlihat frustrasi, bahkan sebuah peluang emas di menit ke-74 yang berasal dari umpan tarik Antoine Griezmann melambung di atas mistar.
Menariknya, tingkat ekspektasi gol (xG) Mbappe dalam laga semifinal ini hanya mencapai 0,6 – angka terendah baginya sepanjang turnamen. Ketajamannya yang biasanya menjadi momok bagi lini pertahanan lawan seakan meredup. Pelatih Didier Deschamps, dalam konferensi pers usai laga, mengatakan, "Kylian sudah bekerja keras. Kadang bola hanya tidak mau masuk. Kami tidak khawatir karena dia akan selalu menciptakan peluang." Namun, statistik tak bisa berbohong: dari 14 tembakan yang ia lepaskan di fase gugur, hanya satu yang berhasil bersarang di jala. Penurunan efisiensi ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat.
Oyarzabal Mencuri Perhatian
Berbeda dengan Mbappe, Mikel Oyarzabal tampil sebagai pahlawan bagi Spanyol dengan sumbangan gol penting di semifinal. Pada menit ke-58, winger Real Sociedad itu menyambar bola muntah hasil tembakan Pedri yang sempat ditepis kiper, lalu dengan tenang menceploskan si kulit bundar ke sudut bawah gawang. Gol tersebut bukan hanya membawa La Roja unggul, tetapi juga membawanya kini mengoleksi enam gol sepanjang turnamen, hanya selisih satu angka dari pemuncak klasemen sementara.
Oyarzabal menunjukkan insting predator yang tajam di kotak penalti. Rata-rata ia hanya membutuhkan 2,3 tembakan untuk mencetak satu gol, menjadikannya salah satu pemain paling klinis di Piala Dunia tahun ini. Pergerakannya tanpa bola menyulitkan bek lawan, dan kemampuannya membaca rebound terbukti berulang kali menjadi senjata rahasia Spanyol. Dengan satu pertandingan tersisa di final (atau perebutan tempat ketiga), ia berpeluang besar untuk menyalip sang pemuncak dan membawa pulang Sepatu Emas.
Peta Persaingan Menuju Final
Hingga babak semifinal usai, klasemen top skor dihuni oleh tiga nama dengan perolehan ketat. Pemuncak masih ditempati oleh striker Argentina, Lautaro Martínez (7 gol), meskipun timnya sudah terhenti di perempat final – sehingga ia tak bisa lagi menambah jumlah golnya. Oyarzabal dengan enam gol membuntuti di posisi kedua, kemudian Mbappe yang tertahan di lima gol sejak dua laga lalu. Masih ada pemain lain seperti Jamal Musiala (4 gol) dan Cody Gakpo (4 gol), namun keduanya membutuhkan keajaiban di laga pamungkas untuk bisa menyamai atau melewati Lautaro.
Statistik penguasaan bola dan shots on target menjadi gambaran menarik. Prancis yang mendominasi penguasaan bola 58% di semifinal justru kalah telak dalam hal tembakan tepat sasaran, hanya mencatatkan 3 berbanding 7 milik lawan. Ketidakmampuan mengonversi dominasi menjadi gol menjadi akar masalah Mbappe dan rekan-rekannya. Sementara itu, Spanyol dengan total 12 tembakan tepat sasaran di semifinal menunjukkan agresivitas yang memberi Oyarzabal lebih banyak suplai bola. Assist dari Pedri dan Nico Williams menjadi nyawa bagi pergerakan sang winger.
Jika tidak ada perubahan drastis, perburuan Sepatu Emas akan ditentukan oleh apakah Oyarzabal mampu mencetak setidaknya dua gol di laga final atau perebutan tempat ketiga. Mbappe masih berpeluang, tetapi ia harus memecah kebuntuannya dan berharap Martínez tetap di puncak tanpa bisa diganggu gugat. Kontestasi ini menambah bumbu jelang partai puncak, membuktikan bahwa Piala Dunia 2026 tak hanya soal trofi tim, tetapi juga drama individu yang tak kalah seru.
Baca juga:
Comments (0)