Liverpool Tumbang 2-3 dari AS Monaco, Iraola Soroti Stamina Pemain
Skor akhir 2-3 untuk AS Monaco menutup laga uji coba pramusim Liverpool di Stade Louis II, Minggu malam waktu setempat. Gol penentu kemenangan lahir pada menit ke-83 lewat aksi Eliesse Ben Seghir, han...
Skor akhir 2-3 untuk AS Monaco menutup laga uji coba pramusim Liverpool di Stade Louis II, Minggu malam waktu setempat. Gol penentu kemenangan lahir pada menit ke-83 lewat aksi Eliesse Ben Seghir, hanya beberapa menit setelah The Reds menyamakan kedudukan. Bagi manajer Andoni Iraola, hasil ini membuka satu catatan besar: daya tahan skuatnya yang belum mampu bekerja maksimal selama 90 menit penuh.
Liverpool sebenarnya tampil dominan dengan penguasaan bola 58 persen, tetapi efektivitas serangan Monaco jauh lebih mematikan. Tim asal Ligue 1 itu mencatatkan 7 shots on target dari 11 percobaan, sementara Liverpool hanya melepaskan 6 tembakan tepat sasaran dari 14 usaha sepanjang laga.
Babak Pertama: Monaco Menekan Lebih Dulu
Iraola menurunkan starting XI dengan formasi 4-2-3-1: Alisson Becker di bawah mistar; Conor Bradley, Ibrahima Konaté, Virgil van Dijk, dan Andy Robertson mengawal lini belakang; Ryan Gravenberch berduet dengan Alexis Mac Allister sebagai double pivot; sementara Mohamed Salah, Dominik Szoboszlai, dan Cody Gakpo menopang Hugo Ekitiké di ujung tombak.
Namun justru Monaco yang membuka skor lebih dulu. Menit ke-12, Folarin Balogun menyambut umpan terobosan Takumi Minamino dengan penyelesaian kaki kanan yang menaklukkan Alisson. Gol ini tercatat sebagai assist pertama Minamino pada laga tersebut dan membuat kubu Liverpool tersentak.
Liverpool merespons dengan sabar lewat penguasaan bola di lini tengah. Menit ke-34, Gakpo menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah menerima umpan silang mendatar Salah dari sisi kanan. Sebelumnya, Konaté diganjar kartu kuning pada menit ke-28 karena pelanggaran taktis terhadap Balogun. Babak pertama ditutup dengan skor imbang, penguasaan bola 55-45 untuk Liverpool, dan catatan shots on target berimbang 3-3.
Babak Kedua: Stamina The Reds Menurun Drastis
Monaco kembali memimpin pada menit ke-58. Maghnes Akliouche melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti setelah menerima umpan pendek Aleksandr Golovin, mengubah skor menjadi 2-1 untuk tim tuan rumah.
Liverpool sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-71 melalui sundulan Szoboszlai yang memanfaatkan sepak pojok Mac Allister. Namun, momentum itu tidak bertahan lama. Menit ke-83, Ben Seghir yang masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol kemenangan Monaco lewat skema serangan balik cepat, dengan Balogun mencatatkan namanya di papan assist. VAR sempat meninjau dugaan offside dalam proses gol tersebut, tetapi wasit tetap mengesahkannya.
Yang menjadi sorotan utama, intensitas pressing Liverpool menurun tajam setelah menit ke-75. Para pemain tampak kehabisan tenaga, jarak antarlini melebar, dan transisi bertahan kerap terlambat — celah yang dimanfaatkan Monaco dengan cerdik untuk mencetak gol penentu kemenangan.
Data Berbicara: Angka di Balik Kekalahan
Statistik akhir menunjukkan Liverpool unggul penguasaan bola 58 berbanding 42 persen dengan akurasi umpan mencapai 87 persen. Namun Monaco jauh lebih efisien: 7 shots on target berbanding 6, dengan konversi tiga gol. Data fisik juga mengkhawatirkan — total jarak lari Liverpool pada 15 menit terakhir turun hampir 20 persen dibanding rata-rata babak pertama, sinyal jelas masalah kebugaran yang kemudian diungkapkan secara terbuka oleh Iraola.
Iraola Akui Skuatnya Belum Siap 90 Menit
Selepas laga, Iraola tidak menutupi kekecewaannya terhadap kondisi fisik anak asuhnya. Ia menegaskan bahwa kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting sebelum musim kompetitif bergulir, terutama terkait ketahanan tubuh para pemainnya.
Kami harus jujur pada diri sendiri. Para pemain belum memiliki energi untuk bermain dengan intensitas yang kami inginkan selama 90 menit. Itu terlihat jelas di 15 menit terakhir. Pramusim memang dirancang untuk membangun fondasi fisik, dan malam ini menunjukkan masih banyak pekerjaan yang harus kami selesaikan.
Iraola menambahkan bahwa staf pelatih akan menyesuaikan beban latihan dalam dua pekan ke depan, dengan fokus khusus pada peningkatan kapasitas aerobik dan kekuatan otot pemain. Liverpool dijadwalkan menghadapi satu uji coba lagi sebelum membuka musim, dan sang pelatih berharap progres kebugaran skuatnya segera terlihat nyata di atas lapangan.
Dengan hasil ini, Liverpool menelan kekalahan perdana mereka di tur pramusim. Bagi Iraola, skor akhir mungkin bukan hal terpenting dalam laga persahabatan — tetapi alarm tentang daya tahan timnya kini sudah berbunyi sangat keras.
Comments (0)