Kemenangan Dramatis Brasil Atas Norwegia di 16 Besar Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-1 untuk Brasil atas Norwegia terpampang jelas di papan skor MetLife Stadium, East Rutherford, Senin malam (6/7/2026). Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 ini menjadi panggung ketangguhan...

Kemenangan Dramatis Brasil Atas Norwegia di 16 Besar Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-1 untuk Brasil atas Norwegia terpampang jelas di papan skor MetLife Stadium, East Rutherford, Senin malam (6/7/2026). Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 ini menjadi panggung ketangguhan mental Seleção yang harus bekerja ekstra keras menembus tembok pertahanan Nordik hingga menit-menit akhir perpanjangan waktu. Gol kemenangan dicetak oleh Endrick pada menit ke-114, menyelamatkan Brasil dari drama adu penalti yang sudah di depan mata.

Norwegia, yang tampil dengan formasi 4-5-1 ultra-defensif racikan pelatih Ståle Solbakken, nyaris mencuri tiket perempat final melalui skema serangan balik mematikan. Martin Ødegaard, sang kapten, mencetak gol pembuka pada menit ke-41 melalui tendangan first-time dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau Alisson. Brasil tertinggal 0-1 di babak pertama meski mencatatkan penguasaan bola 67% dan delapan shots on target yang semuanya ditepis oleh kiper Mathias Dyngeland yang tampil gemilang.

Babak Pertama: Dominasi Sia-Sia dan Pukulan Telak

Sejak peluit awal dibunyikan, Brasil langsung mengambil inisiatif penuh. Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan pelatih Dorival Júnior menempatkan Vinicius Junior di posisi sayap kiri andalannya, menusuk dari sisi lebar dengan kecepatan eksplosif. Menit ke-12, Vinicius melepaskan cutting inside khasnya dan melepaskan tendangan melengkung yang membentur tiang gawang. Hanya dua menit berselang, Rodrygo nyaris membuka skor lewat sundulan memanfaatkan umpan silang Danilo, namun Dyngeland kembali melakukan penyelamatan refleks.

Statistik babak pertama menunjukkan ironi yang menyakitkan bagi Brasil: 14 total attempts berbanding tiga milik Norwegia, namun justru tim Skandinavia yang pulang ke ruang ganti dengan keunggulan. Gol Ødegaard lahir dari serangan balik cepat tiga sentuhan — dimulai dari sapuan Leo Østigård di kotak penalti, diteruskan Erling Haaland dengan hold-up play brilian, dan diakhiri sang gelandang Arsenal dengan penyelesaian klinis. VAR sempat memeriksa potensi offside pada Haaland, namun teknologi garis tiga dimensi mengonfirmasi posisi on-side sang striker.

Babak Kedua: Kebangkitan Vinicius dan Gol Penyeimbang

Memasuki babak kedua, Dorival melakukan penyesuaian taktis krusial. Bruno Guimarães didorong lebih maju sebagai box-to-box tambahan, menciptakan overload di lini tengah. Hasilnya langsung terlihat: intensitas pressing Brasil meningkat drastis, memaksa Norwegia semakin dalam bertahan. Menit ke-58, Vinicius Junior yang sebelumnya frustrasi akhirnya mencatatkan assist gemilang. Akselerasinya dari tengah lapangan melewati tiga pemain Norwegia diakhiri dengan umpan tarik terukur ke kotak penalti. Bola sempat mengenai kaki Marcus Pedersen dan berbelok masuk ke gawang sendiri — gol bunuh diri yang membuat skor menjadi 1-1.

Vinicius terus menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Norwegia. Pemain Real Madrid berusia 26 tahun itu mencatatkan 11 dribel sukses sepanjang laga, terbanyak di antara seluruh pemain di lapangan. Menit ke-73, ia hampir membalikkan keadaan setelah tendangan bebasnya membentur mistar gawang. Dorival memasukkan Endrick dan Savinho untuk menambah daya gedor, namun Dyngeland terus tampil heroik dengan total 12 penyelamatan hingga waktu normal berakhir.

Perpanjangan Waktu: Endrick Sang Penyelamat

Keletihan mulai terlihat di wajah para pemain Brasil. Vinicius Junior, yang telah berlari lebih dari 14 kilometer, ditarik keluar pada menit ke-108 dengan ekspresi kelelahan sekaligus kekecewaan karena belum mampu mencetak gol. Momen inilah yang diabadikan oleh fotografer AP — langkah gontai sang bintang berjalan keluar lapangan di hadapan 82.500 penonton yang mencekam.

Enam menit setelah pergantian itu, tepatnya menit ke-114, Endrick membayar kepercayaan Dorival. Berawal dari umpan terobosan presisi Lucas Paquetá, striker muda berbobot 78 kilogram itu memenangkan duel fisik dengan Østigård, menahan bola dengan dada, dan melepaskan tendangan voli setengah putaran yang menghujam sudut atas gawang Norwegia. Stadion meledak. Skor 2-1.

Norwegia mengerahkan seluruh sisa tenaga dalam enam menit injury time, termasuk memasukkan Alexander Sørloth sebagai striker tambahan. Namun blok pertahanan Marquinhos dan Gabriel Magalhães berdiri kokoh. Clean sheet parsial di babak perpanjangan memastikan Brasil melaju ke perempat final. Statistik akhir mencatatkan total penguasaan bola Brasil 63%, 26 shots (18 on target), dan 12 tendangan sudut berbanding nol milik Norwegia di babak pertama perpanjangan. Kartu kuning untuk Bruno Guimarães (menit ke-55) dan Julian Ryerson (menit ke-81) menjadi catatan disiplin di laga yang berjalan keras ini.

"Norwegia membuat kami menderita malam ini. Mereka tim yang luar biasa terorganisir. Tapi karakter tim ini berbicara di momen-momen krusial. Kami pantas melaju," ujar Dorival Júnior dalam konferensi pers usai laga.

Brasil kini menunggu pemenang duel antara Argentina dan Uruguay di perempat final yang akan digelar Sabtu mendatang. Sementara itu, perjalanan Vinicius Junior di turnamen ini masih berlanjut — meski malam itu ia berjalan keluar dengan langkah berat, kontribusinya tetap menjadi fondasi kebangkitan Seleção di New Jersey.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User