Kane Bersinar di Pesta Gol Inggris Lawan Kongo

Stadion Internasional Khalifa bergemuruh pada Sabtu malam waktu setempat ketika Inggris memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 4-1 atas Republik Demokratik Kongo. ...

Kane Bersinar di Pesta Gol Inggris Lawan Kongo

Stadion Internasional Khalifa bergemuruh pada Sabtu malam waktu setempat ketika Inggris memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 4-1 atas Republik Demokratik Kongo. Skor akhir itu tidak sepenuhnya mencerminkan dominasi The Three Lions, tetapi satu nama menjadi pusat perhatian: Harry Kane. Striker berusia 32 tahun itu membuka keran gol pada menit ke-23 dan menyelesaikan laga dengan dua assist, membuatnya mengoleksi 3 gol dan 2 assist dalam tiga pertandingan fase grup dan knockout sejauh ini.

Kane Pecah Kebuntuan dengan Ketenangan Penalti

Inggris, yang turun dengan formasi 4-2-3-1 andalan Gareth Southgate, langsung mengambil inisiatif sejak peluit pertama. Penguasaan bola mencapai 68% di 20 menit awal, namun rapatnya pertahanan Kongo memaksa Jude Bellingham dan Phil Foden bekerja ekstra mencari celah. Momen krusial terjadi pada menit ke-22 ketika Declan Rice melepaskan umpan terobosan yang mengarah ke Kane di kotak penalti. Bek Kongo, Mpeko, terlambat mengantisipasi dan menjatuhkan sang kapten. Wasit menunjuk titik putih tanpa ragu setelah memeriksa VAR selama 40 detik. Kane, seperti biasa, mengambil ancang-ancang pendek dan mengirim bola ke sudut kiri bawah dengan akurasi tembakan ke gawang 100% dari titik penalti sepanjang karier Piala Dunianya.

Kongo nyaris menyamakan kedudukan tiga menit kemudian lewat serangan balik cepat yang digalang oleh pemain sayap Meschack Elia. Namun, kiper Jordan Pickford dengan sigap menepis tendangan keras dari luar kotak penalti yang mengarah ke tiang jauh. Itu menjadi satu-satunya shots on target Kongo di babak pertama, berbanding 7 tembakan tepat sasaran milik Inggris. Statistik expected goals (xG) babak pertama menunjukkan 1,98 untuk Inggris dan 0,12 untuk Kongo—sebuah jurang kualitas yang tidak terbantahkan.

Babak Kedua: Dominasi dan Sentuhan Akhir Kane

Southgate tidak mengubah pendekatan di babak kedua. Justru, masuknya Cole Palmer menggantikan Bukayo Saka yang sedikit cedera menambah kreativitas di sepertiga akhir. Hasilnya instan. Menit ke-56, Palmer menusuk dari sisi kanan, melakukan cut-back ke titik penalti yang disambar Kane. Namun, sepakan Kane mengenai tiang. Bola muntah justru dimanfaatkan oleh Bellingham yang berdiri bebas untuk mencetak gol kedua Inggris. Gol tersebut tercipta dari build-up 17 operan, yang tertinggi untuk sebuah gol di turnamen ini.

Kane kembali berperan pada menit ke-67. Menerima bola di antara dua bek, ia memutar tubuh dan melepaskan umpan terobosan no-look ke arah Marcus Rashford yang berlari dari posisi sayap kiri. Rashford dengan dingin menceploskan bola ke gawang setelah mengecoh kiper. Assist tersebut adalah assist ke-5 Kane di Piala Dunia, membuatnya menjadi pemain Inggris dengan assist terbanyak sepanjang sejarah turnamen, melampaui David Beckham.

Kongo sempat memperkecil kedudukan pada menit ke-78 lewat sundulan Dieumerci Mbokani yang memanfaatkan kelengahan Harry Maguire. Namun, itu hanya setitik noda bagi Inggris yang langsung merespons empat menit kemudian. Lagi-lagi, Kane menjadi kreator. Kali ini, umpan silang melengkungnya dari tendangan bebas disambut sundulan Marc Guehi. Clean sheet yang sudah di depan mata memang sirna, tetapi dominasi Inggris tetap tak terbantahkan.

Raja Inggris di Panggung Dunia

Dengan kontribusi satu gol dan dua assist malam ini, Harry Kane kini telah mencetak 11 gol Piala Dunia sepanjang karier, hanya terpaut empat gol dari Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di turnamen. Lebih mengesankan lagi, akurasi umpannya mencapai 89%, dengan tiga umpan kunci yang berujung peluang emas. “Saya sangat bangga dengan tim. Ini bukan tentang rekor pribadi, tapi tentang bagaimana kami mengontrol pertandingan dari awal sampai akhir,” ujar Kane dalam konferensi pers pasca pertandingan.

“Kami tahu Kongo akan bertahan rapat, jadi kami mengandalkan sabar membangun serangan. Assist-assist itu datang karena pergerakan rekan-rekan yang luar biasa.”

Pelatih Gareth Southgate juga melontarkan pujian: “Harry adalah penyerang yang lengkap. Malam ini, dia lebih dari sekadar pencetak gol—dia adalah konduktor serangan. Assist yang dia berikan adalah kelas dunia.”

Kunci Inggris Melaju: Kedalaman Skuad dan Fleksibilitas Taktik

Kemenangan 4-1 ini mencerminkan kekuatan kolektif Inggris, bukan hanya kecemerlangan Kane. Formasi 4-2-3-1 bertransformasi menjadi 4-1-4-1 saat menyerang, memungkinkan Bellingham dan Rice bergantian naik membantu serangan tanpa mengorbankan keseimbangan. Peta penguasaan bola menunjukkan 62% penguasaan bola, dengan persentase sukses operan mencapai 91%—salah satu yang tertinggi di putaran 32 besar. Full-back Luke Shaw dan Trent Alexander-Arnold sama-sama menciptakan empat peluang dari umpan silang, menjadikan lebar lapangan sebagai senjata utama membongkar blok rendah Kongo.

Dari sisi pertahanan, meskipun kebobolan satu gol, Inggris hanya kebobolan 0,32 xG dari permainan terbuka. Itu menunjukkan struktur pertahanan yang solid, kecuali satu momen lengah yang dimanfaatkan Kongo. Kini, Inggris akan menghadapi pemenang laga Spanyol vs Ukraina di babak 16 besar, dan Kane menegaskan target tim: “Kami datang ke sini untuk memenangkan semuanya. Satu pertandingan demi satu pertandingan, tetapi standarnya harus terus naik.”

Dengan performa Kane yang semakin tajam dan dukungan skuad yang begitu dalam, The Three Lions memang sedang berada di jalur yang meyakinkan menuju tangga juara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User