Jaksa China: Crypto Mixer dan Privacy Coin Bisa Jadi Bukti Pencucian Uang

Otoritas kejaksaan China mengusulkan aturan baru yang memungkinkan penggunaan layanan crypto mixer dan koin privasi (privacy coin) sebagai indikator kuat tindak pidana pencucian uang. Usulan ini tertuang dalam sebuah artikel yang diterbitkan di surat

Jaksa China: Crypto Mixer dan Privacy Coin Bisa Jadi Bukti Pencucian Uang

Otoritas kejaksaan China mengusulkan aturan baru yang memungkinkan penggunaan layanan crypto mixer dan koin privasi (privacy coin) sebagai indikator kuat tindak pidana pencucian uang. Usulan ini tertuang dalam sebuah artikel yang diterbitkan di surat kabar resmi kejaksaan tertinggi China, Procuratorate Daily, pada akhir Januari 2026. Langkah ini menandai eskalasi pengawasan terhadap aset kripto di negara dengan populasi terbesar di dunia, sekaligus mempertegas sikap keras Beijing terhadap segala bentuk anonimitas dalam transaksi digital.

Detail Usulan Baru

Artikel yang ditulis oleh jaksa dan akademisi tersebut menguraikan tiga poin utama. Pertama, pengadilan harus mengadopsi aturan baru untuk penerimaan bukti berbasis blockchain, termasuk transaksi yang melewati mixer atau menggunakan koin privasi seperti Monero (XMR) dan Zcash (ZEC). Kedua, hakim dapat menggunakan "presumsi niat" — apabila seseorang terbukti menggunakan mixer atau privacy coin tanpa alasan yang sah, maka ia dianggap memiliki niat untuk menyembunyikan asal-usul dana ilegal. Ketiga, pemerintah China disarankan membangun platform negara untuk melelang aset kripto yang disita dari kasus pidana, menggantikan praktik saat ini yang masih bergantung pada bursa asing atau pihak ketiga. Platform ini diharapkan memberikan transparansi dan efisiensi tinggi, sekaligus memastikan nilai aset tidak tergerus oleh volatilitas pasar.

Dampak ke Pasar Kripto

Berita ini memicu reaksi cepat di pasar. Dalam 24 jam setelah artikel dipublikasikan, harga Monero (XMR) turun 8,2% ke level $134, sementara Zcash (ZEC) merosot 6,7% ke $29,40. Token-token lain yang terkait dengan privasi, seperti Dash (DASH) dan Secret (SCRT), juga mencatat penurunan serupa. Volume perdagangan di bursa Asia mengalami lonjakan karena investor, termasuk dari China, mulai menjual aset privacy coin untuk menghindari risiko regulasi lebih lanjut. Sementara itu, Bitcoin dan Ethereum relatif stabil karena pasar sudah memperkirakan sikap keras China sejak larangan perdagangan kripto tahun 2021. Namun, sentimen ketidakpastian tetap membayangi, terutama bagi proyek yang berfokus pada privasi di seluruh dunia.

Analisis dan Konteks Global

Langkah China ini bukan sekadar isyarat. Sejak 2021, Beijing telah melarang semua aktivitas perdagangan kripto, bahkan menutup tambang Bitcoin di wilayahnya. Kini, fokus bergeser ke alat yang memfasilitasi transaksi tak terlacak. Mixer seperti Tornado Cash sudah masuk dalam daftar hitam Departemen Keuangan AS pada 2022, dan kini China mengikuti jejak serupa dengan pendekatan peradilan yang lebih agresif. Perbedaan mendasar: AS menggunakan sanksi dan tuntutan pidana terhadap pengembang, sementara China menargetkan pengguna sebagai indikator kejahatan. Ini menempatkan koin privasi dalam posisi genting—apakah mereka akan bertahan sebagai alat privasi yang sah, atau justru menjadi saksi bisu matinya anonimitas finansial di bawah tekanan negara besar? Dari sudut pandang investor, risiko kepemilikan privacy coin kini lebih tinggi. Regulator di negara lain, seperti India dan beberapa negara Uni Eropa, juga mulai meneliti penggunaan alat privasi dalam kasus pencucian uang. jika tren ini berlanjut, volume perdagangan privacy coin bisa menyusut drastis dan pengembangan protokol mungkin terpaksa menambahkan fitur kepatuhan (compliance) untuk bertahan hidup.

Penutup

Usulan jaksa China ini belum menjadi undang-undang, tetapi jelas menunjukkan arah kebijakan yang semakin ketat terhadap aset kripto anonim. Investor dan proyek DeFi yang menggunakan teknologi privasi harus bersiap menghadapi regulasi yang lebih keras, tidak hanya di China tetapi secara global. Keputusan tetap ada di tangan masing-masing, dan sangat disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan penasihat hukum sebelum mengambil langkah investasi. Berita ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan saran keuangan atau ajakan untuk bertindak.

Sumber: Decrypt - Chinese Prosecutors Float Treating Crypto Mixer, Privacy Coin Use as Sign of Money Laundering

Sumber: Decrypt

Disclaimer: Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset sendiri (DYOR) sebelum berinvestasi dalam aset kripto. Harga aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User