Jafar/Felisha Menang Telak atas Wakil Korea di Indonesia Open 2026
Skor akhir 21-13, 21-15 terpampang di papan skor Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026), menandai kemenangan meyakinkan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu, atas wakil Kore...
Skor akhir 21-13, 21-15 terpampang di papan skor Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026), menandai kemenangan meyakinkan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu, atas wakil Korea Selatan, Kim Jae Hyeon/Jang Ha Jeong, pada babak 32 besar Indonesia Open 2026. Hanya butuh 38 menit bagi pasangan tuan rumah untuk menyegel tiket babak 16 besar lewat kemenangan straight game yang diwarnai 14 smash winner dan permainan net yang nyaris sempurna.
Atmosfer Istora langsung bergemuruh sejak reli pertama. Jafar/Felisha membuka laga dengan skema serangan cepat: Felisha mengunci area depan net sementara Jafar menjadi eksekutor utama dari belakang lapangan. Strategi itu langsung membuahkan hasil — pasangan Indonesia melesat 6-2 sebelum Kim/Jang memperkecil jarak lewat permainan flat drive khas ganda Korea yang cepat dan menyudut.
Gim Pertama: Interval Jadi Titik Balik
Memasuki interval gim pertama, Jafar/Felisha sudah unggul 11-6 berkat lima poin beruntun yang dibangun dari servis rendah Felisha yang sulit diantisipasi Jang Ha Jeong. Selepas jeda, pasangan Merah Putih tak mengendur. Jafar melepaskan tiga smash silang beruntun yang menembus pertahanan Kim Jae Hyeon, memaksa lawan melakukan empat unforced error dalam rentang enam reli.
Kim/Jang sempat merespons lewat pola serangan bergantian ke sudut backhand Felisha, tetapi koordinasi pertahanan pasangan Indonesia tampil disiplin dan rapi. Gim pertama ditutup 21-13 setelah pengembalian Jang tersangkut di net — poin yang disambut standing ovation ribuan penonton yang memadati tribun.
Gim Kedua: Korea Menggigit, Indonesia Menjawab
Gim kedua berjalan jauh lebih ketat. Kim/Jang mengubah pendekatan dengan memperlambat tempo dan memperbanyak reli panjang, termasuk satu reli 34 pukulan yang menjadi reli terpanjang pertandingan. Skor sempat imbang 13-13, dan tekanan berpindah ke kubu tuan rumah setelah dua kesalahan komunikasi terjadi di sektor tengah lapangan.
Namun di sinilah mental juara Jafar/Felisha teruji. Pada menit-menit krusial selepas interval kedua, mereka mencetak enam poin beruntun lewat variasi drop shot dan placing menyilang yang membuat pertahanan Korea kehilangan bentuk. Felisha menutup laga dengan tap-in net yang dingin, mengunci kemenangan 21-15 sekaligus memastikan langkah Indonesia di nomor ganda campuran tetap hidup.
Statistik di Balik Kemenangan
Angka-angka mencerminkan dominasi tuan rumah. Jafar/Felisha memenangi 42 dari 70 total poin (60 persen), mencatatkan konversi poin servis 58 persen, dan unggul telak dalam produksi smash winner 14 berbanding 6. Pasangan Korea justru dibayangi 15 unforced error, tujuh di antaranya terjadi di gim kedua saat mereka berusaha mengejar ketertinggalan.
Satu catatan lain yang menonjol adalah efektivitas permainan net Felisha: ia memenangi 11 dari 15 duel di depan net, membuat Jang Ha Jeong tak pernah nyaman membangun serangan dari posisi bertahan. Sementara itu, Jafar mencatatkan akurasi smash ke area kosong lapangan lawan hingga 72 persen, angka yang menegaskan perannya sebagai mesin poin utama pasangan ini.
Tidak Mau Cepat Puas
Meski menang telak, Jafar/Felisha menolak larut dalam euforia. Bagi mereka, babak 32 besar hanyalah pintu masuk menuju target yang jauh lebih besar di turnamen elite ini.
"Kami bersyukur bisa menang di depan publik sendiri, tetapi perjalanan masih sangat panjang. Kami tidak mau cepat puas. Evaluasi tetap ada, terutama soal komunikasi saat skor ketat di gim kedua," ujar Felisha seusai laga.
"Lawan berikutnya pasti lebih berat. Kami akan recovery dulu, mempelajari rekaman pertandingan, dan menyiapkan taktik bersama pelatih," tambah Jafar.
Menatap Babak 16 Besar
Dengan hasil ini, Jafar/Felisha tinggal selangkah lagi menguji konsistensi mereka melawan lawan yang lebih tangguh di babak 16 besar. Jika mampu mempertahankan agresivitas servis dan ketenangan di poin-poin kritis seperti yang ditunjukkan hari ini, pasangan ini berpotensi menjadi kuda hitam yang merepotkan siapa pun di sektor ganda campuran. Istora sudah memberikan energinya — kini giliran Jafar/Felisha membuktikan bahwa kemenangan telak atas Korea hanyalah awal, bukan akhir dari perjalanan mereka di Indonesia Open 2026.
Comments (0)