Italia Kembali Tersingkir, Bosnia Lolos ke Piala Dunia 2026

Dini hari tadi, Stadion Bilino Polje di Zenica menjadi saksi bisu dari salah satu malam paling kelam dalam sejarah sepak bola Italia. Pasukan Gli Azzurri dipaksa menyerah oleh tuan rumah Bosnia-Herzeg...

Italia Kembali Tersingkir, Bosnia Lolos ke Piala Dunia 2026

Dini hari tadi, Stadion Bilino Polje di Zenica menjadi saksi bisu dari salah satu malam paling kelam dalam sejarah sepak bola Italia. Pasukan Gli Azzurri dipaksa menyerah oleh tuan rumah Bosnia-Herzegovina dalam laga hidup-mati final playoff Piala Dunia 2026, yang harus ditentukan lewat drama adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit. Bosnia keluar sebagai pemenang dengan skor adu penalti 5-3, memastikan satu tempat di putaran final di Amerika Utara, sementara Italia untuk ketiga kalinya dalam satu dekade harus absen dari panggung terakbar sepak bola dunia.

Pertarungan Sengit Sejak Menit Awal

Pelatih Italia, Luciano Spalletti, menurunkan formasi 4-3-3 ofensif dengan Giacomo Raspadori sebagai ujung tombak, didukung oleh Federico Chiesa dan Nicolò Zaniolo di sayap. Bosnia asuhan Sergej Barbarez tidak gentar, mengandalkan penguasaan bola dari gelandang veteran Miralem Pjanić serta kecepatan Edin Džeko yang meskipun sudah berusia 40 tahun, masih menjadi ancaman nyata di kotak penalti.

Babak pertama berlangsung dalam tempo tinggi dengan penguasaan bola nyaris setara, 52% untuk Bosnia dan 48% untuk Italia. Namun, tuan rumah lebih efektif dalam menciptakan peluang. Menit ke-17, lewat skema serangan balik cepat, Džeko melepaskan tembakan mendatar yang masih bisa ditepis kiper Gianluigi Donnarumma. Tekanan Bosnia akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-34. Sebuah umpan silang matang dari sayap kanan berhasil disundul oleh bek tengah Anel Ahmedhodžić, menggetarkan jala Italia. 1-0 untuk tuan rumah.

Italia tidak tinggal diam. Mereka meningkatkan intensitas serangan dan pada menit ke-41, Federico Chiesa berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan melengkung dari luar kotak penalti setelah menerima umpan dari Jorginho. Skor 1-1 menutup babak pertama.

Drama Extra Time dan Mimpi Buruk di Adu Penalti

Babak kedua kembali berjalan ketat. Kedua tim saling jual beli serangan, namun baru pada menit ke-68 Bosnia kembali unggul. Bola liar hasil sepak pojok berhasil disambar oleh Amir Hadžiahmetović dari dalam kotak penalti. Gol ini sempat diperiksa VAR karena dugaan offside, namun wasit mengesahkannya. Italia kembali harus mengejar. Spalletti memasukkan Mateo Retegui dan Lorenzo Pellegrini untuk menambah daya gedor, dan keputusan itu berbuah manis pada menit ke-83. Retegui, lewat sebuah sundulan keras memanfaatkan umpan silang Giovanni Di Lorenzo, membuat skor menjadi 2-2.

Waktu normal berakhir imbang. Laga berlanjut ke babak tambahan 2×15 menit, namun tidak ada gol tambahan karena rapatnya pertahanan kedua tim. Statistik menunjukkan total shots on target 7-6 untuk Bosnia, sementara penguasaan bola akhir sedikit dikuasai Italia dengan 51% dibanding 49% milik tuan rumah.

Adu penalti menjadi penentu. Bosnia yang menjadi eksekutor pertama sukses memasukkan empat tendangan awal. Italia sempat menyamakan hingga penendang ketiga, namun malapetaka datang ketika gelandang Nicolò Barella yang menjadi eksekutor keempat Italia tendangannya membentur mistar gawang. Keunggulan dimanfaatkan oleh Bosnia: penendang kelima mereka, Pjanić, dengan dingin menaklukkan Donnarumma. Skor adu penalti berakhir 5-3, dan ribuan pendukung tuan rumah berpesta.

Sejarah Kelam Italia yang Berulang

Kekalahan ini menambah deretan kegagalan Italia di kancah kualifikasi Piala Dunia. Sebelumnya, mereka absen di edisi 2018 setelah kalah dari Swedia di playoff, dan kembali gagal di 2022 karena tumbang dari Makedonia Utara. Kini, Bosnia menjadi mimpi buruk terbaru. Padahal, Italia adalah juara Eropa 2024, sebuah ironi yang semakin menyakitkan bagi calcio.

Di sisi lain, kemenangan ini menoreh tinta emas bagi Bosnia-Herzegovina. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, negara pecahan Yugoslavia itu akan tampil di putaran final Piala Dunia. Kesuksesan ini juga semakin mengukuhkan reputasi Sergej Barbarez sebagai arsitek revolusi sepak bola Bosnia, mengandalkan kombinasi pemain senior brilian dan talenta muda.

Kapten Italia, Donnarumma, tertunduk lesu seusai laga. Matanya sembab saat berjalan keluar lapangan, sementara di tribun, para ultras Bosnia menyanyikan lagu kemenangan di bawah guyuran hujan ringan Zenica. Sebuah pemandangan yang kontras antara harapan yang runtuh dan mimpi yang jadi nyata.

Analisis: Runtuhnya Mentalitas Juara

Pengamat menilai kegagalan Italia kali ini bukan hanya soal taktik, melainkan rapuhnya mentalitas di momen-momen krusial. Sejak kemenangan di Euro 2024, performa Italia di laga resmi cenderung inkonsisten. Mereka kehilangan ketajaman di lini depan dan terlalu sering gagal mengonversi peluang menjadi gol. Dalam laga ini, meskipun menciptakan 12 tembakan dengan 6 tepat sasaran, hanya dua yang berbuah gol. Ketidakmampuan membunuh pertandingan menjadi masalah kronis.

Kartu kuning yang diterima tiga pemain Italia juga menunjukkan tekanan yang membuat mereka kerap kehilangan disiplin. Sementara Bosnia, meski secara teknis sedikit di bawah, bermain dengan determinasi tinggi dan kolektivitas yang solid. Pelatih Barbarez layak mendapat pujian karena mampu membaca kelemahan lawan dan mengoptimalkan peluang melalui situasi bola mati.

Konsekuensi dari kegagalan ini sangat besar. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) diperkirakan akan melakukan evaluasi besar-besaran, termasuk posisi Spalletti. Generasi emas Italia seperti Chiesa, Barella, dan Bastoni yang kini berada di puncak karier mungkin tidak akan merasakan atmosfer Piala Dunia lagi, setidaknya hingga edisi 2030. Sepak bola Italia harus merenung dalam-dalam: apa arti menjadi juara Eropa jika tidak bisa menembus turnamen dunia?

Satu-satunya yang pasti, Bosnia-Herzegovina akan menjadi salah satu peserta Piala Dunia 2026 dan menambah warna baru di peta sepak bola global. Sementara bagi Italia, perjalanan panjang menuju pemulihan harus segera dimulai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User