Italia Gagal ke Piala Dunia 2026 Lewat Adu Penalti di Zenica

Zenica, Bosnia — Mimpi Timnas Italia tampil di putaran final Piala Dunia 2026 resmi berakhir pada Rabu dini hari WIB. Dalam laga hidup mati di Stadion Bilino Polje, Gli Azzurri takluk dari tuan ruma...

Italia Gagal ke Piala Dunia 2026 Lewat Adu Penalti di Zenica

Zenica, Bosnia — Mimpi Timnas Italia tampil di putaran final Piala Dunia 2026 resmi berakhir pada Rabu dini hari WIB. Dalam laga hidup mati di Stadion Bilino Polje, Gli Azzurri takluk dari tuan rumah Bosnia-Herzegovina melalui drama adu penalti yang mendebarkan. Skor akhir 0-0 bertahan selama 120 menit sebelum Bosnia menang 4-3 dalam tos-tosan. Hasil ini memastikan Italia kembali absen di panggung sepak bola terakbar dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Ini menjadi catatan hitam lain bagi tim yang pernah empat kali mengangkat trofi Jules Rimet. Setelah gagal menembus Rusia 2018 dan Qatar 2022, kini Mondial 2026 yang akan digelar di Amerika Utara juga harus dilalui tanpa kehadiran Azzurri. Laga di Zenica sendiri merupakan final playoff jalur C Zona Eropa, di mana kedua tim sama-sama harus melewati semifinal dramatis pekan lalu. Italia mengalahkan Makedonia Utara 2-0 di Palermo, sementara Bosnia menyingkirkan Turki dengan skor 1-0 di Istanbul.

Pertempuran Sengit Tanpa Gol

Sejak menit awal, Italia yang tampil dengan formasi 4-3-3 mengambil inisiatif serangan. Dominasi lini tengah yang dikomandoi trio gelandang kreatif membuat tim tamu nyaman menguasai bola. Hingga babak pertama usai, statistik mencatat penguasaan bola 64 persen bagi Italia, dengan tujuh tembakan dilepaskan dan tiga tepat sasaran. Namun, penjaga gawang Bosnia tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menepis sundulan jarak dekat pada menit ke-34. Di sisi lain, Bosnia mengandalkan serangan balik cepat yang beberapa kali merepotkan barisan belakang Italia. Satu peluang emas tuan rumah di menit 40 melalui tendangan first-time dari luar kotak penalti hanya melambung tipis di atas mistar.

Memasuki babak kedua, intensitas semakin meningkat. Pelatih Italia memasukkan tenaga segar untuk menambah daya gedor. Peluang terbaik hadir pada menit ke-73 ketika striker Italia melepaskan tendangan voli dari dalam kotak penalti yang sayangnya membentur mistar gawang. Bosnia membalas di menit 81 lewat sundulan striker andalan mereka yang memaksa kiper Italia melakukan refleks gemilang. Skor kacamata bertahan hingga 90 menit, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.

Di extra time, para pemain kedua tim mulai menunjukkan kelelahan. Italia masih memegang kendali permainan dengan total penguasaan bola mencapai 62 persen sepanjang 120 menit, namun ketajaman di sepertiga akhir lapangan menjadi masalah klasik yang kembali menghantui. Tercatat 18 total tembakan dilepaskan Italia, namun hanya 5 yang tepat sasaran. Bosnia lebih efisien dengan 9 tembakan, 4 on target. Beberapa kali peluang dari situasi bola mati nyaris memecah kebuntuan, tetapi ketangguhan kedua kiper menjaga gawang tetap perawan. Skor imbang tanpa gol tak berubah, dan pertandingan harus ditentukan oleh drama adu penalti.

Adu Penalti Penuh Drama

Babak tos-tosan menjadi panggung bagi penjaga gawang Bosnia yang kembali membuktikan diri sebagai pahlawan. Italia yang mengambil tendangan pertama berhasil mengeksekusi dengan sempurna. Penendang kedua kedua tim juga sukses menjalankan tugas. Namun, pada giliran ketiga, tendangan gelandang Italia berhasil diblok oleh kiper. Skor sementara 2-2 setelah tiga penendang. Bosnia memanfaatkan momentum dengan empat eksekusi sukses beruntun. Tekanan beralih ke penendang keempat Italia yang harus mencetak gol untuk menjaga asa. Sayangnya, sepakan pemain muda itu melambung jauh di atas mistar. Dengan agregat penalti 3-4, Bosnia-Herzegovina memastikan tiket ke Piala Dunia 2026.

Momen itu langsung disambut histeris ribuan pendukung tuan rumah yang memadati Bilino Polje. Sebaliknya, para pemain Italia tertunduk lesu. Isak tangis dan raut wajah putus asa menyelimuti kubu Azzurri. Kapten tim terlihat menghibur rekan-rekannya yang ambruk di lapangan. Sebuah pemandangan yang kontras: suka cita bagi Bosnia, duka mendalam bagi juara Eropa 2020 itu. Media Italia kemudian menyebut insiden ini sebagai “Malapetaka Zenica” yang akan terus membekas.

Kegagalan Beruntun yang Membekas

Kekalahan ini menambah daftar kelam Italia di babak kualifikasi Piala Dunia. Sebelumnya, mereka juga gagal melaju ke putaran final edisi 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar. Kini, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Italia harus absen di tiga Piala Dunia secara beruntun. Sebuah ironi bagi negara yang memiliki tradisi sepak bola begitu kuat, dengan empat gelar juara dunia dan dua trofi Piala Eropa.

Sang allenatore Italia dalam konferensi pers usai laga menyatakan kekecewaan mendalam.

“Kami mendominasi permainan, menciptakan banyak peluang, tapi sepak bola kejam jika Anda tidak bisa mencetak gol. Saya bertanggung jawab penuh. Ini pukulan telak bagi seluruh Italia,”
ujarnya dengan suara bergetar. Sementara itu, pelatih Bosnia memuji semangat juang anak asuhnya.
“Kami percaya pada proses dan kerja keras. Anak-anak layak mendapatkan ini. Stadion ini adalah benteng kami dan mereka membuktikan karakter juara malam ini.”

Dengan hasil ini, Bosnia-Herzegovina untuk pertama kalinya dalam sejarah akan tampil di Piala Dunia sebagai negara merdeka. Perjalanan mereka di bawah asuhan pelatih pantas diacungi jempol setelah menyingkirkan raksasa Eropa. Stadion Bilino Polje akan dikenang sebagai saksi sejarah baru. Bagi Italia, pekerjaan rumah besar menanti. Kegagalan ketiga beruntun ini memicu pertanyaan serius tentang arah pembinaan pemain muda, strategi timnas, dan mentalitas bertanding di laga-laga krusial. Pertanyaan apakah generasi emas Italia telah benar-benar habis kembali mengemuka, dan federasi harus segera menemukan jawaban sebelum krisis ini berubah menjadi tragedi permanen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User