Iraola Sebut Liverpool Kehabisan Energi Usai Tumbang 2-3 dari Monaco

Skor akhir 2-3 untuk kemenangan AS Monaco atas Liverpool dalam uji coba pramusim ini menjadi alarm dini bagiSkuad Arne Slot. Menit ke-14, kebobolan pertama terjadi ketika striker Monaco melepaskan ten...

Iraola Sebut Liverpool Kehabisan Energi Usai Tumbang 2-3 dari Monaco

Skor akhir 2-3 untuk kemenangan AS Monaco atas Liverpool dalam uji coba pramusim ini menjadi alarm dini bagiSkuad Arne Slot. Menit ke-14, kebobolan pertama terjadi ketika striker Monaco melepaskan tendangan voli dari dalam kotak penalti usai menerima umpan silang tepat di antara dua bek tengah Liverpool. Kirip cadangan The Reds hanya bisa melihat bola bersarang di sudut gawang. Tuan rumah pramusim itu kembali menggandakan keunggulan pada menit ke-31 melalui kombinasi one-touch passing yang menembus formasi 4-3-3 Liverpool, di mana bek kiri terperangkap posisi offside trap yang gagal. Penguasaan bola Liverpool di babak pertama tertahan di angka 48 persen dengan hanya dua shots on target dari lima percobaan, menunjukkan dominasi Monaco yang lebih tajam dalam transisi cepat.

Monaco Curi Start di Babak Pertama

Menit ke-23, gelandang serang Monaco menciptakan peluang berbahaya setelah menerima assist dari sayap kanan yang menerobos lewat overlap, namun tendangan melambung tipis di atas mistar. Starting XI Liverpool yang diturunkan Slot mempertahankan struktur 4-3-3 dengan rotasi pemain muda di sektor sayap, tetapi intensitas pressing mereka menurun drastis setelah menit ke-30. Kartu kuning pertama keluar pada menit ke-38 untuk bek tengah Liverpool setelah melakukan tackle terlambat di luar kotak penalti, memberikan Monaco kesempatan tendangan bebas yang berujung gol ketiga tepat di menit ke-42. Skor 3-0 di akhir babak pertama mencerminkan ketidaksiapan fisik skuad Liverpool yang baru menjalani pekan kedua pramusim, dengan data menunjukkan jarak tempuh para pemain The Reds 4 kilometer lebih sedikit dibandingkan lawan.

Liverpool Bangkit tapi Kehabisan Bensin

Babak kedua dimulai dengan pergantian taktik dari Slot yang beralih ke formasi 4-2-3-1 untuk meningkatkan kreasi di lini tengah. Menit ke-56, Liverpool berhasil memperkecil kedudukan melalui tendangan dari luar kotak penalti yang meluncur ke sudut bawah gawang, membuat skor menjadi 1-3. Assist dicatat dari gelandang pengangkut bola yang melepaskan umpan diagonal membelah pertahanan Monaco. Menit ke-68, The Reds kembali mencetak gol kedua setelah skema serangan balik cepat dimulai dari winning duel di lini tengah, menuntaskan peluang dengan finish dingin dan mengubah skor akhir sementara menjadi 2-3.

Namun, usai gol kedua, grafis performa Liverpool anjlok. Penguasaan bola di sepuluh menit terakhir hanya 35 persen, sementara Monaco melakukan lima shots on target berturut-turut yang memaksa kiper Liverpool melakukan penyelamatan penting. Tidak ada kartu merah dalam laga ini, namun wasit sempat memeriksa VAR pada menit ke-84 terkait dugaan handball di kotak penalti Liverpool yang akhirnya dinyatakan bukan pelanggaran. Offside trap Monaco bekerja efektif dengan mencatatkan tujuh kali perangkap offside, menggagalkan upaya comeback Liverpool yang kekurangan tenaga di menit-menit krusial.

Analisis Iraola: Masalah Fisik The Reds

Mengamati laga dari tribune stadion, Andoni Iraola memberikan penilaian tajam terkait kondisi fisik skuad Liverpool usai pertandingan. Menurut mantan pelatih Rayo Vallecano itu, penurunan intensitas yang terjadi di seperempat jam terakhir bukan sekadar masalah taktis, melainkan indikator jelas bahwa para pemain belum memiliki energi untuk bertahan selama 90 menit dalam ritme kompetitif.

"Anda bisa melihat di menit ke-75 hingga akhir pertandingan, langkah mereka mulai berat. Transisi defensif menjadi lambat, dan jarak antar lini terlalu renggang. Ini bukan soal kualitas individual, tetapi stamina kolektif yang belum mencapai level standar 90 menit."

Komentar Iraola sejalan dengan data statistik pertandingan yang menunjukkan shots on target Liverpool hanya berjumlah empat dari total 12 percobaan sepanjang laga, sementara Monaco mencatat delapan shots on target dari 14 tembakan. Selain itu, penguasaan bola akhir pertandingan berakhir 44-56 persen untuk keunggulan Monaco, angka yang jarang terjadi bagi Liverpool di era kepelatihan sebelumnya. Tidak ada clean sheet yang diraih The Reds, dan performa lini belakang yang kehilangan fokus di menit ke-80-an menjadi bukti nyata klaim Iraola soal penurunan energi.

Dari sisi taktis, Slot tampaknya masih dalam proses eksperimen dengan beberapa pemain akademi yang masuk di babak kedua. Meski berhasil mencetak dua gol, formasi 4-2-3-1 yang diterapkan di babak kedua belum mampu menutup celah di lini tengah ketika Monaco melakukan counter-press. Tidak ada hat-trick yang tercipta dalam laga ini, namun kontribusi kolektif lini depan Monaco jauh lebih fluid dibandingkan dengan Liverpool yang terlihat stagnan di fase penutup. Kekalahan 2-3 ini menjadi catatan penting bagi staf kepelatihan Liverpool untuk meningkatkan beban latihan fisik sebelum kompetisi resmi bergulir, mengingat pramusim seharusnya menjadi waktu membangun basis kebugaran, bukan sekadar mengejar hasil instan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User