Inggris vs Argentina: Duel Sengit Perebutan Tiket Final 2026

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Inggris atas Argentina memastikan satu tempat di partai puncak Piala Dunia 2026. Drama berlangsung selama 90 menit plus perpanjangan waktu yang mempertontonkan intensit...

Inggris vs Argentina: Duel Sengit Perebutan Tiket Final 2026

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Inggris atas Argentina memastikan satu tempat di partai puncak Piala Dunia 2026. Drama berlangsung selama 90 menit plus perpanjangan waktu yang mempertontonkan intensitas tinggi, duel taktik tajam, serta momen-momen krusial yang ditentukan oleh eksekusi individu. Gol penentu dicetak pada menit ke-108, mengakhiri perlawanan sengit Argentina yang sejak awal babak kedua harus bermain dengan sepuluh pemain.

Jalannya Pertandingan: Ketegangan Sejak Peluit Awal

Begitu wasit meniup peluit tanda dimulai, tempo langsung melesat cepat. Inggris menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Jude Bellingham sebagai poros serangan di belakang striker utama, sementara Argentina merespons lewat pakem 4-3-3 fleksibel yang menempatkan Lionel Messi sebagai false nine. Menit ke-7, peluang bersih pertama lahir dari kaki kiri Phil Foden. Menerima umpan terobosan Bellingham, Foden melepaskan tembakan mendatar yang masih bisa ditepis kiper dengan ujung jari. Sepuluh menit berselang, giliran Argentina mengancam. Messi menusuk dari sisi kanan, mengirim umpan tarik ke kotak penalti, tetapi sepakan Julian Alvarez masih melambung tipis di atas mistar gawang Jordan Pickford.

Menit ke-23, Inggris membuka keunggulan. Berawal dari skema sepak pojok yang dieksekusi Kieran Trippier, bola muntah jatuh di kaki Declan Rice di luar kotak penalti. Rice yang tidak terkawal melepaskan tendangan keras dari jarak 25 meter yang bersarang di pojok kiri bawah gawang tanpa mampu dijangkau kiper Argentina. Skor 1-0. Tiga menit berselang, insiden kontroversial terjadi. Enzo Fernandez melakukan tekel terlambat pada Bukayo Saka, memicu tinjauan VAR selama dua menit. Wasit akhirnya hanya mengeluarkan kartu kuning—keputusan yang diprotes keras staf pelatih Inggris.

Argentina tak tinggal diam. Memasuki menit ke-34, mereka meningkatkan penguasaan bola hingga mencapai 58 persen di sepanjang sisa babak pertama. Tekanan itu membuahkan hasil pada menit ke-38. Umpan silang akurat Nahuel Molina dari sisi kanan disambut tandukan Julian Alvarez yang meluncur deras ke gawang. Pickford sempat menepis, tapi bola liar langsung disambar Messi dari jarak empat meter. Gol penyama kedudukan, 1-1. Babak pertama ditutup dengan statistik penguasaan bola Argentina 54 persen berbanding 46 persen milik Inggris, sementara shots on target seimbang di angka 3-3.

Babak Kedua dan Titik Balik Kartu Merah

Selepas jeda, Inggris mengubah pendekatan dengan garis pertahanan lebih tinggi dan intensitas pressing yang naik signifikan. Hasilnya langsung terlihat. Menit ke-52, Bukayo Saka melepaskan sprint dari sisi kanan, melewati dua pemain, dan melepaskan umpan tarik yang nyaris dikonversi Harry Kane menjadi gol. Sayang, sepakan Kane masih membentur tiang gawang.

Titik balik terjadi pada menit ke-61. Cristian Romero yang sudah mengantongi kartu kuning melakukan pelanggaran keras terhadap Bellingham di tepi kotak penalti. Wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu kuning kedua, lalu kartu merah. Argentina harus melanjutkan laga dengan 10 pemain. Kehilangan satu bek tengah memaksa pelatih Argentina mengorbankan Alvarez dan memasukkan Lisandro Martinez untuk menambal lini belakang. Formasi pun berubah jadi 5-3-1 yang lebih bertahan.

Unggul jumlah pemain, Inggris langsung meningkatkan tekanan. Menit ke-67 hingga ke-78, mereka mencatatkan lima tembakan ke gawang, dua di antaranya tepat sasaran. Kiper Argentina melakukan dua penyelamatan gemilang, termasuk menepis sundulan Kane dari jarak enam meter. Pada menit ke-81, Inggris nyaris kembali unggul ketika tendangan bebas Trippier melengkung indah, namun kembali membentur mistar gawang. Skor tetap 1-1 hingga waktu normal usai. Statistik penguasaan bola babak kedua berubah drastis: Inggris 61 persen, Argentina 39 persen. Total shots on target sepanjang 90 menit: Inggris 8, Argentina 4.

Extra Time dan Gol Penentu

Perpanjangan waktu 2x15 menit berjalan dengan tensi luar biasa. Argentina yang kelelahan mencoba bertahan total dan sesekali mengancam lewat serangan balik Messi. Namun, keunggulan jumlah pemain mulai terasa secara fisik. Menit ke-98, Foden kembali menguji kiper lewat tendangan first-time di dalam kotak, namun penyelamatan luar biasa kembali terjadi.

Gol yang dinanti akhirnya datang pada menit ke-108. Sebuah skema serangan balik cepat dimulai dari sapuan bek Inggris, bola diterima Bellingham di lini tengah. Dengan visi luar biasa, Bellingham mengirim umpan terobosan sempurna ke ruang kosong yang dimasuki Bukayo Saka. Saka yang lolos dari jebakan offside berkat penempatan posisi disiplin, melakukan kontrol sempurna sebelum melepaskan tembakan mendatar keras yang menghujam pojok kiri bawah gawang. Skor 2-1.

Argentina mencoba mati-matian menyamakan kedudukan di sisa waktu. Menit ke-116, Messi nyaris menciptakan keajaiban lewat tendangan bebas dari jarak 22 meter, tetapi bola membentur dinding pagar betis dan melambung di atas mistar. Upaya terakhir pada menit ke-119 lewat situasi kemelut di depan gawang Pickford pun gagal berbuah gol setelah Rice melakukan sapuan kritis di garis gawang.

Wasit meniup peluit panjang. Inggris melaju ke final dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Argentina. Statistik akhir: penguasaan bola Inggris 52 persen, Argentina 48 persen. Total tembakan 18-11 (shots on target 10-5). Kartu merah: Romero (menit 61). Assist: Bellingham satu assist, satu gol penyelamatan dari Rice dan gol awal membuka keunggulan.

Pelatih Inggris: "Kami menunjukkan karakter luar biasa. Bermain melawan tim sekelas Argentina tidak pernah mudah, apalagi saat mereka memiliki Messi. Namun disiplin dan keyakinan kami tidak goyah."

Langkah ke final kini terbuka lebar. Inggris menunggu pemenang antara Prancis dan Brasil di semifinal lainnya, dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan sang juara bertahan lewat perjuangan yang menguras emosi dan taktik tajam.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User