Haru Biru Suporter Norwegia: Viking Row Perpisahan di Piala Dunia

Stade de France, Saint-Denis — Skor akhir papan skor menunjukkan 1-1 setelah 120 menit, namun laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Prancis diputuskan lewat drama adu penalti deng...

Haru Biru Suporter Norwegia: Viking Row Perpisahan di Piala Dunia

Stade de France, Saint-Denis — Skor akhir papan skor menunjukkan 1-1 setelah 120 menit, namun laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Prancis diputuskan lewat drama adu penalti dengan kemenangan tuan rumah 4-3. Namun, malam itu bukan soal siapa yang melaju, melainkan tentang bagaimana 8.000 suporter tim tamu menciptakan salah satu momen paling ikonis dalam sejarah turnamen: aksi viking row sebagai salam perpisahan.

Duel Sengit di Atas Kertas dan Lapangan

Kedua tim menurunkan starting XI terbaiknya. Norwegia dengan formasi 4-3-3 mengandalkan trio Erling Haaland, Alexander Sørloth, dan Martin Ødegaard yang didukung gelandang pekerja seperti Sander Berge. Prancis di bawah Didier Deschamps memainkan 4-2-3-1 dengan Kylian Mbappé sebagai ujung tombak. Statistik penguasaan bola babak pertama cukup berimbang: 47% untuk Norwegia dan 53% untuk Prancis, namun dari segi shots on target, Les Bleus unggul 4-2.

Menit ke-34 adalah momen kunci. Sebuah serangan balik cepat yang dibangun dari kaki Ødegaard di lini tengah berakhir dengan umpan terobosan matang kepada Haaland. Bomber Manchester City itu melepaskan tembakan kaki kiri dari sudut sempit yang tak mampu dijangkau kiper Prancis. Gol! 1-0 untuk Norwegia. Assist ke-4 bagi kapten Ødegaard di turnamen ini.

VAR, Kartu, dan Gol Penyeimbang Dramatis

Babak kedua berjalan lebih panas. Menit ke-54, Norwegia nyaris menggandakan keunggulan. Tendangan voli Sørloth sempat bergetarkan jala gawang, namun wasit meninjau VAR dan menganulirnya karena offside tipis Haaland dalam proses build-up. Keputusan ini memicu protes dari bangku cadangan Norwegia yang berujung kartu kuning untuk pelatih Ståle Solbakken.

Prancis meningkatkan tekanan. Menit ke-67, Mbappé yang dikawal ketat oleh duo bek tengah Norwegia, tak mampu bergerak bebas. Namun, sebuah kesalahan umpan di lini belakang Norwegia dimanfaatkan oleh Antoine Griezmann. Melalui skema satu-dua dengan Aurélien Tchouaméni, Griezmann melepaskan tendangan mendatar dari luar kotak penalti yang menghujam sudut kiri bawah gawang. Skor imbang 1-1. Penguasaan bola Prancis meroket menjadi 62% hingga akhir waktu normal.

Sorotan Penampilan Individu

Erling Haaland menyelesaikan turnamen dengan 5 gol, menempatkannya sebagai salah satu kandidat Sepatu Emas. Martin Ødegaard menjadi kreator serangan utama dengan total 3 assist dan 14 umpan kunci di sepanjang turnamen. Kiper Ørjan Nyland mencatatkan penyelamatan krusial sepanjang 120 menit, termasuk tepisan terhadap tendangan bebas Mbappé di menit 83. Sementara itu, soliditas lini belakang Norwegia yang dikawal Andreas Hanche-Olsen dan Leo Østigård berhasil meredam agresivitas lini depan Prancis yang rata-rata mencetak 2,3 gol per pertandingan di fase grup.

Adu Penalti yang Menentukan

120 menit berlalu tanpa gol tambahan. Statistik akhir: Norwegia 5 shots on target dari 11 percobaan, Prancis 8 dari 17. Total penguasaan bola 49% - 51%. Kemudian drama adu tos-tosan dimulai. Lima algojo Norwegia maju dengan penuh percaya diri. Haaland, Ødegaard, Sørloth, dan Berge sukses mengeksekusi, sementara tendangan Ola Solbakken (pemain pengganti) ditepis kiper Mike Maignan. Prancis memasukkan seluruh empat tendangan pertama dan menjadi penentu kemenangan saat Theo Hernandez menaklukkan Ørjan Nyland. Skor adu penalti 4-3 memastikan langkah Prancis ke semifinal.

Viking Row: Simbol Perpisahan dan Kebanggaan

Begitu peluit panjang berbunyi, mata tertuju pada tribun yang didominasi lautan merah-putih-biru khas bendera Norwegia. Ribuan suporter serentak berdiri, saling menggenggam bahu, dan mulai bergoyang seirama meneriakkan nyanyian khas viking row. Dentuman ritmis dari tepukan dan hentakan kaki bergema di Stade de France, menciptakan suasana spiritual yang menyatukan tangis dan senyum. Aksi ini bukan sekadar perpisahan dengan Piala Dunia 2026, melainkan penghormatan atas perjuangan tim yang telah melampaui ekspektasi. Selebrasi viking row ini pertama kali dipopulerkan suporter Islandia di Euro 2016 dan diadopsi fan Norwegia sejak kualifikasi. Kali ini, intensitasnya terasa berbeda—sebuah ucapan terima kasih untuk generasi emas yang hampir menciptakan keajaiban.

Kutipan dan Reaksi

“Rasanya seperti kami menang,” ujar Solbakken dalam konferensi pers. “Saya tidak bisa berkata-kata melihat ribuan orang yang telah melakukan perjalanan ribuan kilometer memberikan energi seperti itu. Viking row itu seperti roh yang akan terus menginspirasi kami.”

Di sisi lain, Deschamps memuji mentalitas lawan. “Norwegia memberikan perlawanan luar biasa. Saya paham emosi suporter mereka. Itulah sepak bola.”

Perjalanan Norwegia di Piala Dunia 2026 memang terhenti, namun gaung viking row malam ini akan terus dikenang sebagai salah satu pemandangan terindah di turnamen empat tahunan ini.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User