Gol Telat Bellingham Bawa Inggris ke Semifinal Piala Dunia

Miami, 12 Juli 2026 – Inggris mengamankan tiket semifinal Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Norwegia yang ditentukan oleh gol Jude Bellingham pada menit ke-93. Bermain di Stadion ...

Gol Telat Bellingham Bawa Inggris ke Semifinal Piala Dunia

Miami, 12 Juli 2026 – Inggris mengamankan tiket semifinal Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Norwegia yang ditentukan oleh gol Jude Bellingham pada menit ke-93. Bermain di Stadion Miami yang dipenuhi pendukung fanatik Tiga Singa, pasukan Gareth Southgate sempat tertinggal lebih dulu sebelum bangkit dan memastikan kemenangan lewat aksi sang kapten muda di masa injury time.

Kejutan Norwegia di Babak Pertama

Pertandingan dibuka dengan tempo tinggi. Inggris, yang mengenakan seragam putih tandang, langsung mendominasi penguasaan bola sejak menit awal. Formasi 4-2-3-1 andalan Southgate menempatkan Harry Kane sebagai ujung tombak, didukung trio Bukayo Saka, Bellingham, dan Marcus Rashford di lini kedua. Namun, Norwegia yang tampil dengan formasi 5-3-2 defensif justru mampu mencuri perhatian melalui serangan balik cepat yang digalang Martin Ødegaard dan Erling Haaland.

Gol pembuka lahir pada menit ke-27. Berawal dari sapuan bek tengah Norwegia, Leo Østigård, bola jatuh ke kaki Antonio Nusa yang langsung menusuk ke sisi kiri pertahanan Inggris. Umpan silang mendatar dikirim ke kotak penalti, dan Haaland—yang lepas dari kawalan John Stones—menyambut bola dengan tendangan first-time kaki kiri ke sudut bawah gawang Aaron Ramsdale. Skor 0-1 membuat ribuan suporter Inggris terdiam.

Sisa babak pertama, Inggris terus menekan namun kerap terbentur blok rendah Norwegia. Statistik mencatat Inggris memegang penguasaan bola hingga 68 persen, namun hanya mencatat dua shots on target dari enam percobaan. Sementara Norwegia efektif dengan dua shots on target dari total tiga peluang. Kartu kuning untuk Declan Rice pada menit ke-41 akibat pelanggaran terhadap Ødegaard menambah frustrasi tim asuhan Southgate.

Kebangkitan Inggris dan Peran Kapten Muda

Memasuki babak kedua, Southgate menarik keluar Rashford dan memasukkan Phil Foden untuk menambah kreativitas di tengah. Perubahan ini langsung terasa. Di menit ke-54, kerja sama satu-dua antara Bellingham dan Foden di depan kotak penalti menghasilkan peluang emas bagi Kane, namun sontekannya masih bisa diblok kiper Mathias Dyngeland.

Gol penyama akhirnya datang pada menit ke-63 melalui skema bola mati. Tendangan sudut dari Trent Alexander-Arnold melengkung tajam ke tiang dekat, dan Harry Maguire—yang naik membantu serangan—menanduk bola ke pojok kiri gawang. Gol tersebut membangkitkan semangat Inggris dan meningkatkan intensitas serangan. Hingga menit ke-80, The Three Lions telah melepaskan 14 tembakan dengan 6 tepat sasaran, sementara Norwegia semakin terkunci di area sendiri.

Southgate lalu memasukkan Ollie Watkins sebagai penyerang kedua, mengubah formasi menjadi 4-4-2. Risiko itu nyaris membuahkan hasil di menit ke-85 ketika tendangan voli Bellingham dari luar kotak penalti membentur mistar gawang. Ketegangan memuncak saat wasit asal Brasil, Raphael Claus, mengumumkan tambahan waktu lima menit.

Momen Ajaib di Menit Akhir dan Statistik Kunci

Drama puncak tersaji tepat di menit 90+3. Serangan dari sisi kanan yang dibangun Alexander-Arnold diteruskan dengan umpan cutback ke depan kotak penalti. Bola sempat ditepis lini belakang Norwegia, namun jatuh ke kaki Bellingham yang berdiri bebas. Tanpa ragu, gelandang Real Madrid berusia 23 tahun itu melepaskan tendangan melengkung ke sudut kanan atas gawang, tak mampu dijangkau Dyngeland. Stadion Miami bergemuruh. Skor berbalik 2-1.

Secara keseluruhan, Inggris mendominasi dengan penguasaan bola 63% berbanding 37%, total tembakan 19 (8 on target) lawan 6 (3 on target), dan operan sukses 578 berbanding 294. Bellingham mencatatkan 93 sentuhan, 4 tembakan, 2 dribel sukses, serta akurasi umpan 89%. Gol telatnya itu sekaligus menjadikannya pemain termuda Inggris yang mencetak gol penentu di fase gugur Piala Dunia sejak Michael Owen pada 1998.

Usai laga, pelatih Gareth Southgate tak kuasa menahan pujian. “Ini karakter luar biasa. Kami tertinggal, ditekan, tapi pemain tidak panik. Jude lagi-lagi membuktikan dirinya pemain spesial di momen-momen besar,” ujarnya. Sementara Bellingham sendiri dengan rendah hati menyebut kemenangan ini hasil kerja tim. “Saya hanya ada di tempat dan waktu yang tepat. Kami pantas menang malam ini,” kata kapten timnas Inggris tersebut.

Bagi Norwegia, kekalahan ini menyakitkan karena mereka sempat begitu dekat dengan semifinal. Haaland, yang mencetak gol, mengakui keunggulan Inggris. “Mereka terus menekan dan akhirnya menemukan celah. Kami bangga dengan perjuangan kami,” kata striker Manchester City itu. Inggris akan menunggu pemenang antara Brasil dan Portugal di semifinal, sementara Norwegia pulang dengan kepala tegak setelah menciptakan kejutan sepanjang turnamen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User