Gol Ruiz dan De Ketelaere Warnai Babak Pertama Spanyol vs Belgia
Babak pertama perempat final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Belgia di Stadion Los Angeles pada Sabtu (11/7) dini hari WIB berakhir dengan skor imbang 1-1. Kedua tim saling balas gol dalam pertand...
Babak pertama perempat final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Belgia di Stadion Los Angeles pada Sabtu (11/7) dini hari WIB berakhir dengan skor imbang 1-1. Kedua tim saling balas gol dalam pertandingan yang berlangsung dalam tempo tinggi dan penuh tekanan.
Spanyol membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-23 melalui striker mereka, Abel Ruiz. Berawal dari umpan terobosan Pedri yang melepaskan Ruiz dari kawalan bek Belgia, penyerang berusia 26 tahun itu dengan tenang melepaskan tembakan mendatar ke sudut kiri bawah gawang yang dikawal Thibaut Courtois. Gol tersebut merupakan hasil dari penguasaan bola dominan La Roja di awal laga.
Sebelum gol tersebut, Spanyol nyaris unggul lebih dulu pada menit ke-15 ketika Nico Williams melepaskan tendangan dari luar kotak penalti yang memaksa Courtois melakukan penyelamatan gemilang. Di sisi lain, Romelu Lukaku juga memiliki peluang emas pada menit ke-33 lewat sundulan yang masih tipis di atas mistar gawang Unai Simón. Peluang-peluang ini menegaskan bahwa kedua tim tidak main-main dalam misi mengamankan tempat di empat besar.
Namun, Belgia tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Menjelang turun minum, tepatnya menit ke-41, Charles De Ketelaere sukses menyamakan kedudukan. Menerima assist dari Kevin De Bruyne melalui tendangan bebas melengkung, De Ketelaere melompat lebih tinggi dari bek Spanyol dan menanduk bola dengan keras ke gawang Unai Simón. Simón hanya bisa melihat bola bersarang di jaringnya. Gol tersebut membuat pendukung Belgia bergemuruh di tribun Stadion Los Angeles.
Secara statistik, babak pertama menyajikan duel yang cukup seimbang meskipun Spanyol lebih mendominasi penguasaan bola. Penguasaan bola: Spanyol 55% - 45% Belgia. Sementara itu, dari segi peluang, Spanyol mencatatkan 4 tembakan tepat sasaran dari total 8 percobaan, sedangkan Belgia melepaskan 3 tembakan tepat sasaran dari 6 percobaan. Kedua tim juga bermain disiplin dengan hanya satu kartu kuning yang diberikan wasit kepada bek Spanyol, Aymeric Laporte, akibat pelanggaran terhadap Romelu Lukaku pada menit ke-35.
Analisis Taktik: Formasi dan Pendekatan Permainan
Spanyol turun dengan formasi 4-2-3-1 andalan pelatih Luis de la Fuente. Pedri dan Gavi menjadi otak di lini tengah, mendikte ritme permainan dan mengirim umpan-umpan kunci ke lini depan. Di sisi sayap, Nico Williams dan Lamine Yamal terus merepotkan pertahanan Belgia dengan kecepatan dan dribel mereka. Sementara itu, Belgia di bawah asuhan Domenico Tedesco mengandalkan formasi 3-4-2-1 yang fleksibel. Kevin De Bruyne menjadi jenderal lapangan tengah, sementara duet De Ketelaere dan Leandro Trossard di belakang Lukaku menjadi ancaman konstan bagi pertahanan Spanyol. Pergantian cepat dari bertahan ke menyerang menjadi senjata utama Belgia, terbukti dari gol penyama kedudukan yang lahir melalui transisi mematikan.
Duel Kunci: Perebutan Kuasa di Lini Tengah
Salah satu faktor penentu di babak pertama adalah pertarungan di sektor gelandang. Pedri mencatatkan 47 sentuhan bola dengan akurasi umpan mencapai 91%, menjadikannya pemain paling berpengaruh dalam distribusi serangan Spanyol. Di kubu Belgia, De Bruyne tidak kalah impresif dengan 32 sentuhan dan dua umpan kunci, termasuk assist untuk gol De Ketelaere. Keberadaan mereka membuat lini tengah dipenuhi kreativitas dan duel-duel fisik. Keduanya juga terlibat dalam pressing ketat yang memaksa beberapa kesalahan kecil dari lawan.
Reaksi Pelatih: Fokus untuk Babak Kedua
Di ruang ganti, Luis de la Fuente menekankan perlunya ketenangan dalam penyelesaian akhir.
"Kami harus lebih klinis di depan gawang. Babak pertama kami menciptakan cukup peluang, tetapi hanya satu yang berbuah gol. Babak kedua kami harus meningkatkan intensitas tanpa mengorbankan struktur pertahanan,"ujarnya. Sementara itu, Tedesco memuji mentalitas timnya yang bisa bangkit setelah tertinggal.
"Respons para pemain sangat baik. De Ketelaere menunjukkan ketajaman yang kami butuhkan. Di babak kedua, kami mungkin akan melakukan penyesuaian untuk mengeksploitasi celah di sayap Spanyol,"ungkap pelatih asal Italia itu.
Dengan skor imbang 1-1, babak kedua menjanjikan tensi yang lebih tinggi. Kedua tim masih memiliki segalanya untuk diperebutkan—satu tiket ke semifinal Piala Dunia 2026. Apakah Spanyol bisa mengulangi dominasi penguasaan bola dan mengonversinya menjadi gol, atau Belgia justru akan melancarkan serangan balik mematikan? Pertarungan belum usai.
Baca juga:
Comments (0)