Gol Heggem Dianulir, Norwegia vs Inggris Masuk Extra Time
Pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Inggris di Stadion Miami berakhir tanpa gol dalam 90 menit waktu normal, memaksa kedua tim melanjutkan duel ke babak tambahan pada Minggu (1...
Pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Inggris di Stadion Miami berakhir tanpa gol dalam 90 menit waktu normal, memaksa kedua tim melanjutkan duel ke babak tambahan pada Minggu (12/7) WIB. Momen paling kontroversial terjadi di babak kedua ketika gol Vegard Heggem dianulir oleh VAR karena offside tipis, menggagalkan Norwegia unggul dan memaksa laga berlangsung lebih ketat hingga menit akhir.
Babak Pertama: Inisiatif Inggris, Soliditas Norwegia
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Inggris langsung mengambil inisiatif serangan dengan penguasaan bola mencapai 58 persen di 45 menit pertama. Formasi 4-2-3-1 racikan Gareth Southgate menempatkan Harry Kane sebagai ujung tombak, didukung trio Jude Bellingham, Phil Foden, dan Bukayo Saka. Namun, lini belakang Norwegia yang dikawal oleh kapten Martin Ødegaard—yang lebih berperan sebagai gelandang bertahan dalam skema 4-4-2—mampu meredam setiap upaya penetrasi. Hingga menit ke-30, Inggris hanya mencatatkan dua tembakan tepat sasaran dari total tujuh percobaan, sementara Norwegia mengandalkan serangan balik cepat lewat kecepatan Erling Haaland.
Haaland nyaris membuka skor pada menit ke-18 setelah menerima umpan terobosan dari Morten Thorsby. Sayangnya, sepakan kaki kiri dari sudut sempit masih bisa ditepis kiper Jordan Pickford. Peluang emas lainnya datang di menit ke-42 ketika sepak pojok Patrick Berg disambar Leo Østigård, namun bola membentur tiang gawang. Skor 0-0 bertahan hingga jeda.
Babak Kedua: Gol Heggem Dianulir, Kontroversi VAR
Memasuki babak kedua, Norwegia meningkatkan intensitas serangan. Statistik menunjukkan penguasaan bola mereka naik menjadi 48 persen dan mencatatkan empat tembakan tepat sasaran dalam 20 menit pertama paruh kedua. Puncaknya terjadi pada menit ke-67. Umpan silang akurat dari Julian Ryerson dari sisi kiri berhasil disambut tandukan keras Vegard Heggem yang berdiri di tiang jauh. Bola bersarang di sudut atas gawang Pickford, dan para pemain Norwegia larut dalam selebrasi. Namun, kegembiraan itu hanya berlangsung sekitar tiga menit.
Wasit asal Argentina, Facundo Tello, menghentikan pertandingan setelah mendapat sinyal dari ruang VAR. Tayangan ulang menunjukkan bahwa bahu kiri Heggem berada sedikit lebih maju dari bek Inggris, Marc Guéhi, saat bola lepas dari kaki Ryerson. Setelah pengecekan lebih dari empat menit, gol dianulir dengan keputusan offside tipis. Keputusan ini memicu protes keras dari para pemain Norwegia, terutama Haaland yang menganggap aturan offside terlalu kaku untuk kasus seperti ini.
Inggris merespons dengan dua pergantian pemain cepat: Marcus Rashford masuk menggantikan Foden, dan Conor Gallagher memperkuat lini tengah. Dominasi Inggris kembali terlihat di 15 menit terakhir, dengan penguasaan bola kembali ke 54 persen dan empat percobaan tambahan, tetapi tak satu pun yang mampu menggetarkan jala gawang Ørjan Nyland. Sementara itu, Norwegia nyaris mencuri kemenangan di menit ke-89 lewat aksi individu Haaland, namun tendangannya dimentahkan tiang gawang untuk kali kedua.
Statistik Kunci dan Analisis Taktikal
Secara keseluruhan, statistik pertandingan menunjukkan keseimbangan yang cukup ketat: Inggris unggul penguasaan bola 53% berbanding 47%, namun tembakan tepat sasaran identik 4-4. Total percobaan Inggris mencapai 14 kali (dengan 4 tepat sasaran), sedangkan Norwegia mencatat 11 percobaan (4 tepat sasaran). Kedua tim sama-sama mendapatkan empat sepak pojok, dan Norwegia lebih banyak melakukan pelanggaran (12 berbanding 9) yang berujung pada satu kartu kuning untuk Patrick Berg.
Dari sisi taktik, keputusan pelatih Norwegia, Ståle Solbakken, memainkan Ødegaard lebih dalam sebagai deep-lying playmaker terbukti efektif memutus aliran bola ke Bellingham. Di kubu Inggris, absennya Declan Rice yang cedera saat pemanasan memaksa Southgate menurunkan Kobbie Mainoo sebagai starter, yang tampil solid namun minim kreativitas vertikal. Kombinasi Kane dan Bellingham pun beberapa kali terisolasi karena pressing ketat lini tengah Norwegia.
“Kami sangat kecewa dengan keputusan VAR. Jika itu offside, itu hanya beberapa milimeter. Tapi inilah aturan modern—kami harus menerimanya dan fokus ke babak tambahan. Kami percaya diri tim ini mampu mencetak gol,” kata kapten Norwegia, Martin Ødegaard, seusai waktu normal.
Dengan hasil imbang tanpa gol, pertandingan harus dilanjutkan ke extra time 2x15 menit. Kedua pelatih masih memiliki kesempatan melakukan pergantian pemain tambahan, dan kondisi fisik pemain akan menjadi faktor penentu. Norwegia tampaknya lebih diuntungkan karena memiliki Haaland yang bisa memanfaatkan kelelahan lini belakang Inggris, sementara Inggris harus mencari cara menembus pertahanan rapat lawan yang belum kebobolan di turnamen ini.
Baca juga:
Comments (0)