Gol Dianulir VAR, Jacy Maranhão Apes Jatuh ke Lubang Saat Selebrasi

Skor akhir 1-1 mungkin yang tercatat resmi di papan skor, tetapi tidak ada seorang pun yang akan mengingat angka itu. Satu momen pada menit ke-38 milik bek Coritiba, Jacy Maranhão, mencuri seluruh at...

Gol Dianulir VAR, Jacy Maranhão Apes Jatuh ke Lubang Saat Selebrasi

Skor akhir 1-1 mungkin yang tercatat resmi di papan skor, tetapi tidak ada seorang pun yang akan mengingat angka itu. Satu momen pada menit ke-38 milik bek Coritiba, Jacy Maranhão, mencuri seluruh atensi: ia mencetak gol lewat sundulan, terjun ke dalam lubang saat berselebrasi, lalu menyaksikan golnya dianulir setelah peninjauan VAR. Tragedi berbalut komedi yang langsung meledak di media sosial dalam hitungan jam.

Kronologi Momen Viral: Sundulan, Lompatan, dan Lubang di Tepi Lapangan

Situasi bermula dari skema bola mati yang dieksekusi sempurna. Menit ke-38, gelandang Coritiba melepaskan umpan silang terukur dari sisi kiri, dan Jacy Maranhão — yang naik membantu serangan dari posisi bek tengah dalam formasi 4-2-3-1 — menyambutnya dengan sundulan keras yang menghujam pojok gawang. Bola masuk, tribun bergemuruh, dan sang pemain berlari penuh euforia meninggalkan kotak penalti.

Di sinilah petaka dimulai. Dalam momentum selebrasinya, Jacy melompati papan iklan tanpa menyadari adanya celah menganga tepat di belakangnya. Ia menghilang dari tangkapan kamera selama beberapa detik, terjatuh ke dalam lubang pembatas antara area lintasan dan tribun penonton. Rekan setim serta ofisial pertandingan bergegas membantunya keluar dari sana.

Belum sempat bernapas lega, pukulan kedua datang bertubi. Wasit menerima instruksi dari ruang VAR: tayangan ulang memperlihatkan posisi tubuh Jacy berada dalam zona offside yang amat tipis ketika umpan dilepaskan rekannya. Gol dianulir, skor kembali ke posisi semula, dan ekspresi wajah sang pemain menggambarkan segalanya — baru saja jatuh secara harfiah, lalu dijatuhkan sekali lagi oleh teknologi.

Jalannya Pertandingan: Dominasi Coritiba Tak Berbuah Maksimal

Secara keseluruhan, Coritiba tampil sebagai tim yang lebih memegang kendali permainan. Statistik mencatat penguasaan bola 58 persen berbanding 42 persen, dengan 14 tembakan yang dilepaskan starting XI tuan rumah — enam di antaranya tepat sasaran, unggul dalam catatan shots on target 6-3. Tim tamu lebih banyak bertahan dengan blok rendah dan mengandalkan transisi serangan balik cepat dari kedua sisi sayap.

Justru tim lawan yang membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-17 melalui penyelesaian jarak dekat memanfaatkan kemelut dari situasi sepak pojok. Coritiba baru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-71 lewat eksekusi penalti yang lahir dari pelanggaran di kotak terlarang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tidak berubah.

Peluang emas sebenarnya kembali datang bagi Coritiba pada menit ke-83, ketika tendangan keras dari luar kotak penalti membentur mistar gawang dan membuat seisi stadion menahan napas. Duel di lini tengah sendiri berjalan sengit sepanjang laga — wasit mengeluarkan total lima kartu kuning, tiga untuk Coritiba dan dua untuk tim tamu, tanpa ada kartu merah yang dikeluarkan.

VAR di Bawah Sorotan, Pelatih Angkat Suara

Keputusan anulir tersebut tak pelak menjadi bahan perdebatan panjang seusai laga. Garis offside yang ditampilkan di layar memperlihatkan selisih yang nyaris tak kasat mata, memicu reaksi kecewa dari suporter tuan rumah yang sudah terlanjur merayakan gol beberapa menit sebelumnya.

"Kami menghormati protokol VAR, tetapi ketika garisnya setipis itu, rasa frustrasinya besar. Pemain saya sudah jatuh, lalu golnya ikut hilang. Malam yang berat baginya, tetapi dia menunjukkan mental kuat dengan terus bermain sampai menit akhir," ujar pelatih Coritiba dalam konferensi pers.

Sang pelatih juga memastikan kondisi Jacy Maranhão baik-baik saja. Tidak ada cedera serius akibat insiden tersebut, meski tim medis sempat melakukan pemeriksaan singkat di pinggir lapangan sebelum mengizinkannya kembali melanjutkan pertandingan hingga usai.

Statistik Individu Solid yang Tenggelam oleh Satu Video

Terlepas dari momen apesnya, Jacy sebenarnya menorehkan performa yang layak diapresiasi selama 90 menit penuh: 87 persen akurasi umpan, empat kemenangan duel udara, tiga sapuan penting di jantung pertahanan, dan dua intersep krusial. Angka-angka apik yang sayangnya tenggelam oleh satu rekaman berdurasi belasan detik.

Dalam hitungan jam, video selebrasi nahas itu menyebar ke berbagai platform dan ditonton jutaan kali. Warganet ramai membuat meme, memberi julukan, dan menjadikannya salah satu momen paling absurd musim ini. Bagi Jacy Maranhão, ini malam yang ingin segera ia lupakan. Bagi jagat maya, ini adalah hiburan yang tak ternilai harganya — dan pengingat bahwa di sepak bola, sial kadang datang dua kali berturut-turut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User