Ferran Torres Cetak Gol Penentu Kemenangan Spanyol di Final Piala Dunia 2026
EAST RUTHERFORD, NEW JERSEY — Skor akhir 2-1 untuk Spanyol atas Argentina dalam laga final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, Senin (20/7/2026) waktu setempat, akan selalu dikenang berkat gol pene...
EAST RUTHERFORD, NEW JERSEY — Skor akhir 2-1 untuk Spanyol atas Argentina dalam laga final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, Senin (20/7/2026) waktu setempat, akan selalu dikenang berkat gol penentu dari Ferran Torres pada menit ke-78. Gol tersebut memastikan gelar juara dunia kedua bagi La Roja sekaligus menggagalkan ambisi Argentina mempertahankan trofi yang mereka rebut di Qatar 2022.
Sejak awal, Argentina yang mengusung formasi 4-3-3 langsung mengambil inisiatif serangan. Lionel Messi, yang mengonfirmasi ini sebagai Piala Dunia terakhirnya, memimpin lini depan bersama Julian Alvarez dan Alejandro Garnacho. Sementara itu, pelatih Spanyol Luis de la Fuente menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Ferran Torres di sayap kanan, mendukung striker Alvaro Morata. Lini tengah dihuni Pedri, Rodri, dan Dani Olmo.
Babak Pertama: Argentina Unggul lewat Sihir Messi
Argentina mendominasi penguasaan bola sebesar 58% di babak pertama, menciptakan lima tembakan tepat sasaran berbanding dua milik Spanyol. Menit ke-23, pelanggaran yang dilakukan Rodri terhadap Alvarez di depan kotak penalti mengundang tendangan bebas. Lionel Messi maju sebagai eksekutor dan melepaskan tendangan kaki kiri melengkung ke pojok atas gawang Unai Simon yang tak terjangkau. Skor 1-0 untuk Argentina. Gol tersebut adalah gol keenam Messi sepanjang turnamen, sekaligus gol terakhirnya di panggung Piala Dunia.
Spanyol tertahan sepanjang sisa babak. Statistik passes completed menunjukkan Argentina unggul 285 berbanding 198, menandakan kesulitan Spanyol mengembangkan permainan. Ferran Torres sendiri terisolasi di sisi kanan, hanya menerima 12 sentuhan bola hingga menit ke-45.
Babak Kedua: Kebangkitan Spanyol dan Momentum Berbalik
Memasuki babak kedua, de la Fuente menginstruksikan timnya bermain lebih agresif. Kehadiran Gavi yang menggantikan Pedri pada menit ke-56 membawa energi baru. Spanyol mulai mendikte penguasaan bola dan mencatatkan 61% ball possession di babak ini.
Gol penyeimbang datang pada menit ke-62. Alejandro Balde, bek kiri berusia 23 tahun, melakukan overlapping run dan melepas umpan silang akurat ke kotak penalti. Alvaro Morata, dengan timing lompatan sempurna, menyundul bola ke sudut kanan gawang Emiliano Martinez. Umpan tersebut adalah assist ke-4 Balde sepanjang Piala Dunia 2026, menjadikannya bek dengan assist terbanyak dalam satu edisi turnamen.
Setelah gol, La Roja kian percaya diri. Menit ke-70, Dani Olmo nyaris membalikkan kedudukan andai sepakan kerasnya tidak membentur tiang kanan. Delapan menit kemudian, momen yang ditunggu tiba. Gavi mengirim umpan terobosan cerdas ke sisi kanan pertahanan Argentina. Ferran Torres yang bergerak tanpa pengawalan berhasil lolos dari jebakan offside—dikonfirmasi oleh VAR—lalu mengecoh Martinez dan menceploskan bola ke gawang kosong. Selebrasi emosional Torres dengan meluncur di rumput basah menjadi ikon yang diabadikan oleh fotografer AFP David Ramos.
Argentina mencoba menyamakan kedudukan. Menit ke-84, Messi melepaskan tendangan voli akrobatik yang berhasil ditepis Unai Simon dengan penyelamatan fenomenal. Hingga wasit Anthony Taylor meniup peluit panjang, skor 2-1 untuk Spanyol tetap bertahan.
Performa Bintang dan Statistik Kunci
Ferran Torres dinobatkan sebagai Man of the Match dengan catatan 4 dribel sukses, 3 umpan kunci, 2 tembakan tepat sasaran, dan 1 gol. Ratingnya di Sofascore mencapai 8.7, tertinggi di antara 22 pemain yang tampil. “Ini adalah momen yang akan saya kenang selamanya. Tim bekerja luar biasa dan gol ini untuk seluruh rakyat Spanyol,” ujar Torres usai laga.
Statistik total pertandingan menunjukkan Argentina unggul tipis dalam penguasaan bola (52% vs 48%), namun Spanyol lebih efektif dengan 17 tembakan (7 tepat sasaran) berbanding 12 tembakan (6 tepat sasaran) milik Argentina. Rodri menjadi pemain dengan operan terbanyak (94 operan sukses), sementara Messi mencatatkan 5 dribel sukses—terbanyak di laga ini. Kartu kuning diterima oleh Cristian Romero (menit ke-45) dan Nahuel Molina (menit ke-67) dari Argentina, serta Aymeric Laporte (menit ke-34) dan Ferran Torres (menit ke-89) dari Spanyol.
Kemenangan ini menempatkan Spanyol sejajar dengan Jerman dan Italia yang juga memiliki dua gelar Piala Dunia. Bagi Argentina, kekalahan ini sekaligus menutup era emas Lionel Messi tanpa tambahan bintang ketiga di jersey mereka.
Pertandingan yang disaksikan 87.157 penonton di MetLife Stadium ini diakhiri dengan lautan confetti merah-kuning. Ferran Torres berjalan mengelilingi lapangan dengan medali emas di leher, namanya kini terpahat sebagai pahlawan baru sepak bola Spanyol.
Comments (0)