Fabian Hurzeler Tiba di Anfield, Siapkan Kejutan Piala FA
LIVERPOOL — Sosok muda di balik taktik cemerlang Brighton & Hove Albion, Fabian Hurzeler, akhirnya menjejakkan kaki di stadion ikonik Anfield pada Jumat (14/2) siang waktu setempat. Kedatangannya me...
LIVERPOOL — Sosok muda di balik taktik cemerlang Brighton & Hove Albion, Fabian Hurzeler, akhirnya menjejakkan kaki di stadion ikonik Anfield pada Jumat (14/2) siang waktu setempat. Kedatangannya menandai kesiapan penuh The Seagulls menghadapi sang raksasa Liverpool dalam laga putaran keempat Piala FA 2025/2026. Pelatih asal Jerman berusia 31 tahun itu tampak tenang namun penuh determinasi, mengabaikan hujan gerimis khas barat laut Inggris saat berjalan menuju area teknis untuk inspeksi lapangan dua jam sebelum kick-off.
Momen ini bukan sekadar rutinitas pra-pertandingan. Bagi Hurzeler, Anfield adalah panggung pembuktian bahwa filosofi sepak bolanya—perpaduan pressing tinggi, build-up berani, dan transisi vertikal—mampu mengoyak pertahanan tim sekaliber Liverpool. Brighton datang dengan status underdog, tetapi catatan pertemuan kedua tim musim ini menunjukkan bahwa The Seagulls bukan lawan yang mudah ditundukkan. Pada laga Premier League di Amex Stadium, 21 Desember 2025, Brighton menahan imbang Liverpool 2-2 setelah unggul dua gol lebih dulu. Statistik agresivitas mereka di laga itu bahkan lebih impresif: 14 shots dengan 6 on target dibandingkan 10 shots milik Liverpool, serta penguasaan bola yang nyaris seimbang di angka 48%.
Jelang duel ini, Hurzeler datang dengan modal kepercayaan diri tinggi. Brighton tak terkalahkan dalam lima laga terakhir di semua kompetisi, termasuk kemenangan 3-1 atas Wolverhampton dan clean sheet tandang melawan Fulham. Sementara Liverpool asuhan Arne Slot juga dalam laju positif, tak terkalahkan di Anfield sepanjang musim ini. Data Opta Analyst menunjukkan bahwa Brighton memiliki rasio expected goals (xG) tertinggi ketiga di Premier League untuk laga tandang sejak Januari, menyentuh angka 2,1 per pertandingan. Di sisi pertahanan, lini belakang Brighton yang dikomandoi Jan Paul van Hecke dan kiper Bart Verbruggen mencatatkan tiga clean sheet tandang beruntun—sebuah pencapaian yang terakhir kali diraih klub ini pada era Graham Potter.
Taktik Pressing Brighton di Bawah Hurzeler
Salah satu kunci kebangkitan Brighton musim ini adalah penerapan sistem pressing berbasis data yang diadaptasi Hurzeler dari warisan Roberto De Zerbi. Ia memodifikasi formasi 4-2-3-1 menjadi lebih cair, dengan dua gelandang ganda—biasanya Carlos Baleba dan Mats Wieffer—yang bertugas memutus aliran bola lawan sekaligus menjadi inisiator serangan. Data dari FBref mengungkap, Brighton kini memimpin statistik ball recoveries di final third dengan rata-rata 7,8 kali per 90 menit, naik signifikan dari musim lalu yang hanya 5,1. Ini menjadi ancaman nyata bagi Liverpool yang kerap membangun serangan dari lini belakang melalui Virgil van Dijk dan kiper Alisson Becker.
Kedatangan Hurzeler ke Anfield kali ini juga sarat makna personal. Ia menjadi pelatih termuda kedua yang membawa tim tamu ke stadion ini di putaran Piala FA sejak 1992. Rekornya di kompetisi Piala FA sendiri cukup mentereng: dari tiga laga yang sudah ia pimpin musim ini, Brighton selalu mencetak minimal dua gol dan belum sekalipun tertinggal di babak pertama. Statistik ini menggambarkan kesiapan mental anak buahnya untuk langsung tancap gas sejak peluit awal berbunyi.
Perbandingan Starting XI: Siapa yang Absen?
Menjelang laga, kedua kubu dihadapkan pada dilema cedera pemain kunci. Liverpool dipastikan tanpa Trent Alexander-Arnold yang masih memulihkan cedera hamstring, sementara Dominik Szoboszlai dalam pantauan hingga menit akhir. Absennya Alexander-Arnold memangkas kreativitas dari sisi kanan, memaksa Slot mengandalkan Conor Bradley yang lebih defensif. Di kubu Brighton, Hurzeler mengonfirmasi bahwa Joao Pedro telah pulih dari cedera ringan dan siap dimainkan, tetapi Kaoru Mitoma masih diragukan karena benturan di laga sebelumnya. Jika Mitoma absen, Brighton akan kehilangan pemain dengan torehan 9 assist dan 6 gol di semua ajang musim ini—sebuah pukulan taktis yang cukup berarti.
Lini depan Brighton akan kembali mengandalkan duet Joao Pedro dan Danny Welbeck, yang memiliki chemistry tinggi dalam skema serangan balik cepat. Welbeck, sang veteran, justru sedang dalam performa terbaiknya: dalam tiga laga tandang terakhir, ia mencetak empat gol dan satu assist. Ketajamannya di depan gawang lawan akan diuji oleh duet bek tengah Liverpool, Van Dijk dan Ibrahima Konaté, yang musim ini baru kebobolan delapan gol dari open play di Anfield di semua kompetisi.
Misi Mengulang Sejarah dan Ambisi Lolos
Brighton memiliki memori manis di Piala FA saat menghadapi Liverpool. Pada musim 2022/2023, mereka menyingkirkan The Reds di putaran keempat dengan kemenangan 2-1 di Amex. Kini, Hurzeler ingin mengulang narasi serupa, tapi kali ini di markas lawan. Ia menyadari bahwa tekanan akan masif sejak awal, namun ia menegaskan bahwa timnya tidak akan datang hanya untuk bertahan. “Kami tidak akan mengubah identitas kami hanya karena bermain di Anfield,” ujarnya dalam konferensi pers Kamis (13/2). “Kami akan memainkan sepak bola kami, mengambil risiko yang terkalkulasi, dan berusaha membuat kejutan. Piala FA adalah tentang keberanian dan momen—dan kami punya pemain-pemain dengan kualitas seperti itu.”
Dari sisi statistik head-to-head, Liverpool memang unggul dalam empat dari enam pertemuan terakhir di semua ajang. Namun, menariknya, Brighton justru lebih sering unggul lebih dulu dalam tiga laga terakhir. Faktor ini menjadi peringatan bagi Slot untuk tidak membiarkan Brighton mengontrol tempo sejak menit awal. Jika Hurzeler sukses mendikte ritme, bukan tidak mungkin The Seagulls pulang dengan tiket ke putaran kelima.
Anfield, dengan segala sejarah dan atmosfernya, siap menyaksikan duel taktik dua pelatih muda yang sama-sama ambisius. Fabian Hurzeler telah tiba. Rencananya sudah tersusun. Kini tinggal bagaimana 90 menit—atau lebih—akan menjawab apakah si bocah ajaib Jerman itu mampu membawa Brighton terbang lebih tinggi atau justru terjebak dalam badai merah Merseyside.
Comments (0)