Euforia di SUGBK: Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026 Usai Tundukkan Thailand

Skor akhir 2-0 untuk Timnas Indonesia atas Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026), memastikan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 tinggal di tanah air. Begitu wasit meni...

Euforia di SUGBK: Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026 Usai Tundukkan Thailand

Skor akhir 2-0 untuk Timnas Indonesia atas Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026), memastikan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 tinggal di tanah air. Begitu wasit meniup peluit panjang, Jordi Amat dan Maarten Paes langsung berlari menyambangi tribun suporter, melompat dan melempar selebrasi ke arah lautan merah-putih yang memenuhi hampir seluruh kursi stadion. Momen itu menjadi penutup sempurna bagi perjalanan panjang Garuda di turnamen ini.

Jalannya Pertandingan: Dua Gol yang Menentukan

Sejak menit awal, Indonesia tampil dengan formasi 4-3-3 yang agresif. Pelatih menurunkan starting XI terbaik, dengan Maarten Paes di bawah mistar, Jordi Amat mengawal lini belakang, dan trio lini depan yang terus menekan pertahanan Thailand. Penguasaan bola babak pertama tercatat 58 persen untuk Indonesia berbanding 42 persen untuk Thailand, dengan total shots on target 5 berbanding 1.

Menit ke-23, tekanan itu berbuah. Umpan terobosan dari lini tengah menemukan pemain sayap kanan yang melepaskan tendangan kaki kiri dari sudut sempit. Bola menghantam tiang dalam dan masuk ke gawang. Skor 1-0 untuk Indonesia. Stadion bergemuruh, suporter menyanyikan lagu kebangsaan dengan penuh semangat.

Thailand mencoba merespons dengan mengubah taktik menjadi 4-2-3-1, meningkatkan pressing di lini tengah. Namun, lini belakang Indonesia yang dikomandoi Jordi Amat tampil disiplin. Ia mencatat 4 intersep dan 3 clearance di babak pertama saja. Hingga turun minum, keunggulan 1-0 bertahan.

Babak Kedua: Dominasi dan Penalti yang Memastikan Gelar

Memasuki babak kedua, Indonesia tidak mengendurkan serangan. Menit ke-58, sebuah pelanggaran di kotak penalti membuat wasit menunjuk titik putih setelah berkonsultasi dengan VAR. Penalti dieksekusi dengan tenang, bola masuk ke sudut kiri bawah gawang. Skor berubah 2-0, dan harapan Thailand semakin menipis.

Statistik akhir pertandingan menegaskan dominasi Indonesia: penguasaan bola 56 persen, shots on target 8 berbanding 3, dan jumlah peluang bersih 12 berbanding 5. Thailand hanya mampu melepaskan 2 tendangan tepat sasaran di babak kedua, sementara Paes tampil solid dengan 3 penyelamatan penting, termasuk satu penyelamatan refleks di menit ke-77 yang menjaga clean sheet.

Kartu kuning tercatat untuk dua pemain Thailand dan satu pemain Indonesia akibat pelanggaran taktis di menit-menit akhir. Tidak ada kartu merah dalam laga final ini, wasit memimpin pertandingan dengan relatif lancar meski tensi tinggi.

Selebrasi: Jordi Amat dan Maarten Paes Sambangi Tribun

Begitu peluit panjang berbunyi, Jordi Amat dan Maarten Paes menjadi yang pertama berlari ke arah tribun utara SUGBK. Mereka melompat, menepuk dada, dan mengangkat tangan ke arah suporter yang tak henti menyanyikan yel-yel kemenangan. Momen ini menjadi ikonik, mengingat Jordi Amat bermain penuh 90 menit dengan catatan 7 clearance dan 2 blok, sementara Paes mencatat clean sheet keempatnya di turnamen ini.

"Kami bermain untuk suporter. Mereka adalah pemain ke-12 kami. Malam ini, kami memberikan yang terbaik, dan hasilnya luar biasa," ujar pelatih Timnas Indonesia dalam konferensi pers usai laga.

"Ini kemenangan seluruh rakyat Indonesia. Para pemain menunjukkan mental juara, disiplin taktik, dan eksekusi yang klinis. Kami sangat bangga," tambahnya.

Gelandang Indonesia yang mencetak gol kedua menegaskan bahwa kemenangan ini adalah buah kerja keras tim. "Kami berlatih keras selama berbulan-bulan. Penalti itu adalah hasil dari tekanan terus-menerus. Sekarang, kami juara," ujarnya singkat.

Makna Gelar dan Catatan Statistik

Dengan kemenangan ini, Indonesia menutup turnamen dengan catatan impresif: 6 kemenangan, 1 imbang, 0 kekalahan, 15 gol dicetak, dan hanya 3 kebobolan. Clean sheet di final menjadi penutup sempurna bagi performa Maarten Paes yang mencatat 4 clean sheet sepanjang turnamen. Jordi Amat menjadi pemain dengan menit bermain terbanyak di lini belakang, total 630 menit tanpa cedera.

Gelar ini juga menjadi yang pertama bagi Indonesia di format ASEAN Cup terbaru di bawah naungan FIFA. Euforia di SUGBK malam itu bukan hanya tentang trofi, tetapi tentang momen kebersamaan antara pemain dan suporter yang berlari menyambangi tribun, melompat, dan merayakan kemenangan bersama-sama. Sebuah malam yang akan dikenang lama dalam sejarah sepak bola Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User