Ether Anjlok Dua Kali Lipat Dibanding Bitcoin, HYPE Rontok 10% akibat Pembalikan Chip Trade
Pasar kripto kembali bergejolak pada Kamis (17/7/2026) setelah sentimen risk-off melanda bursa global. Ether (ETH) mencatat penurunan tajam, merosot dua kali lebih parah dibandingkan Bitcoin (BTC), sementara token HYPE anjlok hingga 10% di tengah aks
Pasar kripto kembali bergejolak pada Kamis (17/7/2026) setelah sentimen risk-off melanda bursa global. Ether (ETH) mencatat penurunan tajam, merosot dua kali lebih parah dibandingkan Bitcoin (BTC), sementara token HYPE anjlok hingga 10% di tengah aksi jual besar-besaran pada saham semikonduktor (chip). Indeks Nikkei 225 Jepang mengalami hari terburuk sejak Maret, mempertegas kekhawatiran investor terhadap gejolak perdagangan global yang dipicu oleh ketidakpastian sektor teknologi.
"Tekanan dari Bursa Saham Jepang dan Unwind Chip Trade
Indeks acuan Jepang, Nikkei 225, terjun lebih dari 4% pada penutupan perdagangan Kamis, mencatat penurunan harian terdalam dalam empat bulan terakhir. Aksi jual ini dipicu oleh merebaknya kekhawatiran bahwa ketegangan perdagangan chip antara Amerika Serikat dan sekutunya dapat mengganggu rantai pasok semikonduktor global. Pasar menyebut fenomena ini sebagai "unwind chip trade", di mana investor mulai melepas posisi pada saham-saham chip yang sebelumnya menjadi primadona reli AI (Artificial Intelligence). Kondisi ini langsung merembet ke aset berisiko, termasuk mata uang kripto, yang kerap bergerak searah dengan saham teknologi.
Ether Terjun Lebih Dalam, HYPE Jadi Korban Terparah
Bitcoin, sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, relatif lebih tangguh dengan koreksi sekitar 3% dalam 24 jam. Namun, Ether justru terpuruk hingga lebih dari 6% pada periode yang sama. Pola ini menegaskan posisi Ether sebagai aset dengan beta tinggi—sangat sensitif terhadap perubahan selera risiko. Sementara itu, token HYPE, yang selama ini sering dikaitkan dengan narasi komunitas dan spekulasi, mengalami tekanan paling brutal dengan penurunan 10%, menjadikannya salah satu aset digital dengan performa terburuk hari itu. Meskipun demikian, Ether masih tercatat mempertahankan kenaikan tipis secara mingguan, nyaris mendekati level impas, berkat reli pada awal pekan yang sempat mengangkat harganya.
Dampak ke Pasar Kripto Secara Menyeluruh
Goncangan ini tidak hanya terbatas pada Ether dan HYPE. Total kapitalisasi pasar kripto global susut lebih dari 4% menjadi sekitar US$2,1 triliun, dengan sebagian besar altcoin mencatat kerugian signifikan. Token seperti Solana (SOL) dan Cardano (ADA) masing-masing turun 5%-7%, sementara memecoin seperti DOGE dan SHIB kehilangan momentum kenaikan sebelumnya. Data dari CoinDesk menunjukkan bahwa arus keluar dari produk investasi aset digital juga meningkat, menandakan investor institusional mulai mengurangi eksposur di tengah ketidakpastian makro.
Analisis Singkat: Mengapa Ether Masih Bertahan Positif Mingguan?
Fakta bahwa Ether masih mencatat kenaikan mingguan—meskipun sangat tipis—menyiratkan adanya fundamental yang sedikit lebih kuat dibandingkan ekspektasi. Sentimen positif terhadap perkembangan ekosistem Ethereum, termasuk adopsi lapis-2 dan peningkatan staking, mungkin menjadi penopang. Namun, jika aksi jual di pasar saham berlanjut, Ether berisiko kehilangan status hijau mingguan tersebut. Di sisi lain, kejatuhan HYPE sebesar 10% menggarisbawahi bahwa token dengan kapitalisasi kecil dan narasi berbasis tren sangat rentan terhadap perubahan sentimen cepat. Korelasi antara chip trade dengan kripto juga menunjukkan bahwa industri aset digital semakin terintegrasi dengan dinamika keuangan tradisional.
Penutup dan Disclaimer
Pasar kripto kembali menunjukkan volatilitas tinggi yang dipicu oleh eksternalitas makro. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan geopolitik dan kebijakan perdagangan, karena keduanya berpotensi menjadi pemicu pergerakan harga selanjutnya. Artikel ini disusun berdasarkan data dari CoinDesk dan sumber tepercaya lainnya, namun bukan merupakan rekomendasi investasi. Keputusan jual-beli sepenuhnya berada di tangan pembaca setelah melakukan riset mandiri.
Sumber asli: CoinDesk
Sumber: CoinDesk
Comments (0)