Dua Ganda Putri Indonesia Melaju ke Perempat Final World Championships 2026

Indonesia mencatat malam berkualitas di BWF World Championships 2026. Dua ganda putri Garuda melenggang ke perempat final setelah meraih kemenangan dengan karakter berbeda pada babak 16 besar. Apriyan...

Dua Ganda Putri Indonesia Melaju ke Perempat Final World Championships 2026

Indonesia mencatat malam berkualitas di BWF World Championships 2026. Dua ganda putri Garuda melenggang ke perempat final setelah meraih kemenangan dengan karakter berbeda pada babak 16 besar. Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti menumbangkan pasangan Korea Selatan Kim Min-ji/Park Seo-yeon lewat pertarungan sengit tiga gim 21-17, 18-21, dan 21-15 dalam laga 71 menit. Tak lama berselang, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi menyapu duet Jepang Yui Hashimoto/Rin Nakayama dengan skor 21-12, 21-19 hanya dalam 46 menit.

Drama Tiga Gim Penuh Karakter

Pertandingan Apriyani/Siti Fadia berlangsung menegangkan sejak servis pembuka dilepaskan. Menit ke-5, Siti Fadia membaca ritme smash Kim Min-ji dan menjawab dengan net kill tajam untuk memecah angka menjadi 7-5. Pasangan Korea sempat unggul 11-9 saat interval, namun rotasi serangan Indonesia mulai terasa berbahaya di fase tengah gim. Rally terpanjang partai ini tercatat 34 pukulan, ditutup drop shot Apriyani yang jatuh presisi di garis samping lapangan. Keunggulan 16-13 kemudian dikawal dengan matang hingga gim pertama berakhir 21-17.

Gim kedua berjalan sebaliknya. Kim/Park menaikkan tempo lewat flat drive dan berhasil mendikte jalannya laga, memimpin 11-8 di interval sebelum menutup gim 21-18. Momentum tampak berpihak ke Korea, tetapi papan skor gim penentuan berkata lain. Menit ke-10 gim ketiga, Apriyani melepaskan smash berkecepatan 372 km/jam yang sama sekali tak terbaca Park Seo-yeon, memicu rentetan tujuh poin tanpa jawaban dari posisi 9-8 menjadi 16-8. Siti Fadia akhirnya menutup pertandingan lewat servis ace pada poin ke-15 gim, mengunci kemenangan mutlak 21-15.

Febriana/Amallia Efisien Tanpa Kompromi

Lain cerita di lapangan sebelah. Febriana/Amallia tampil brutal sejak menit-menit awal. Gim pertama selesai cepat dengan skor 21-12, berkat akurasi return servis dan tekanan konstan dari area net. Statistik pertandingan mencatat pasangan Garuda mencetak 11 poin langsung dari serangan serta hanya melakukan lima kesalahan sendiri sepanjang gim pembuka, angka efisiensi yang sulit digugurkan lawan mana pun.

Gim kedua menjadi ujian mental sesungguhnya. Hashimoto/Nakayama bangkit dan nyaris memaksa rubber game ketika unggul 19-17. Namun kedinginan Febriana/Amallia di momen krusial menjadi pembeda utama. Dua poin berturut-turut lahir dari kombinasi block dan counter attack yang mengubah skor menjadi 20-19, sebelum Amallia mengamankan match point dengan smash silang telak ke area tengah. Total durasi 46 menit menjadikan laga ini salah satu yang tercepat di ronde 16 besar nomor ganda putri.

Kami masuk lapangan dengan rencana jelas menekan dari servis dan return. Anak-anak mengeksekusinya dengan disiplin tinggi. Perempat final adalah target minimal kami sejak awal turnamen, ujar pelatih ganda putri Indonesia usai kedua laga berakhir.

Data Berbicara: Modal Menuju Delapan Besar

Sepanjang turnamen tahun ini, efisiensi dua pasangan tersebut layak diacungi jempol. Apriyani/Siti Fadia mencatat rata-rata 52 persen poin berasal dari serangan dengan tingkat kesalahan sendiri yang terus menurun di tiap ronde. Sementara Febriana/Amallia unggul dalam aspek durasi, menyelesaikan tiga laga sebelumnya dengan total waktu di bawah empat jam, sebuah modal energi berharga jelang fase knock-out yang semakin padat.

Undian perempat final tentu tidak mudah. Salah satu pasangan Indonesia berpotensi berhadapan dengan ganda unggulan pertama asal Tiongkok yang tampil tanpa kekalahan sepanjang musim, sementara pasangan lainnya diprediksi berjumpa wakil Thailand yang selalu merepotkan lewat rekaman head-to-head pertemuan terakhir. Meski demikian, tren performa menunjukkan Garuda tidak datang sebagai underdog semata di panggung tertinggi bulu tangkis dunia.

Babak perempat final digelar besok dengan format dua sesi. Dua tiket semifinal masih terbuka lebar, dan Indonesia kini memiliki dua peluang nyata untuk melangkah lebih jauh. Satu hal pasti: permainan ganda putri Tanah Air sedang berada di titik tepat, perpaduan antara kekuatan serangan, ketajaman membaca permainan, dan ketahanan mental yang telah teruji lewat drama tiga gim semalam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User