Dramatis! Singapura vs Thailand Imbang 2-2 di Leg Pertama Semifinal ASEAN Hyundai Cup 2026
Skor akhir 2-2! National Stadium Kallang hampir runtuh oleh decibel suporter Singapura saat Shawal Anuar menjebol gawang Thailand di menit ke-78, menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan di leg pertama...
Skor akhir 2-2! National Stadium Kallang hampir runtuh oleh decibel suporter Singapura saat Shawal Anuar menjebol gawang Thailand di menit ke-78, menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan di leg pertama semifinal ASEAN Hyundai Cup 2026. Duel panas yang diwarnai pergantian momentum, kontroversi VAR, dan tekanan ofensif brutal dari kedua kubu ini memastikan tiket final masih terbuka lebar menjelang leg kedua di Bangkok.
Gol Awal dan Perlawanan Tuan Rumah
Starting XI Thailand yang diturunkan pelatih Masatada Ishii memakai formasi 4-2-3-1 dengan Teerasil Dangda sebagai ujung tombak andalan, didukung trio ofensif Suphanat Mueanta, Ekanit Panya, dan Supachok Sarachat. Sementara Singapura membalas dengan formasi 5-4-1 yang fleksibel, mengubah bentuk menjadi 3-4-3 saat transisi cepat. Menit ke-17, kecepatan sayap kiri Thailand membuahkan hasil. Theerathon Bunmathan melepaskan umpan silang tajam dari sisi kiri, disambut oleh Suphanat Mueanta dengan sundulan presisi ke sudut bawah gawang. Assist gemilang dari Theerathon itu membuka skor dan memaksa Singapura mengoreksi barikade pertahanan mereka.
Tuan rumah butuh waktu untuk stabilisasi, namun data menunjukkan penguasaan bola Thailand mencapai 58 persen pada 45 menit pertama. Meski demikian, Singapura tak kehilangan kepala dingin. Menit ke-34, serangan balik vertikal dimulai dari kaki Hariss Harun. Kapten Singapura itu menembus lini tengah Thailand sebelum memberikan through ball ke Ikhsan Fandi yang melesat di antara dua bek tengah. Penyelesaian dingin Ikhsan menyamakan kedudukan 1-1. Wasit sempat mengonsultasikan VAR terkait posisi offside, namun garis virtual menunjukkan bahwa Ikhsan masih sejajar dengan bek terakhir. Gol sah, dan Kallang bergemuruh.
Sebelum jeda, intensitas fisik meningkat drastis. Praweenwat Boonyong menerima kartu kuning setelah melakukan tackle keras di menit ke-41. Thailand mencoba menjawab lewat tendangan bebas Teerasil di menit ke-44, namun kiper Hassan Sunny melakukan penyelamatan spektakuler. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum dengan shots on target Thailand mencatat lima kali berbanding tiga milik Singapura. Kedua tim gagal menjaga clean sheet di paruh pertama, membuktikan bahwa lini belakang sama-sama rentan terhadap serangan cepat.
Dominasi Thailand dan Balasan Dramatis Babak Kedua
Masuk babak kedua, Thailand langsung menaikkan tempo. Ekanit Panya yang masuk sebagai supersub menggantikan Sarach Yooyen di menit ke-55 memberikan energi segar di lini tengah. Tekanan berbuah gol di menit ke-62 ketika Ekanit memberikan assist rendah dari sisi kanan kotak penalti, disambut oleh Teerasil Dangda dengan first-time shot yang melesak ke gawang. Thailand unggul 2-1 dan tampaknya akan membawa pulang kemenangan tandang yang berharga.
Singapura terpaksa membuka formasi. Pelatih Tsutomu Ogura memasukkan winger kencang Faris Ramli dan penyerang Amy Recha untuk memperkuat lini serang. Tekanan bertubi-tubi membuat pertahanan Thailand kehilangan struktur. Menit ke-78, keajaiban terjadi. Umpan silang dari sayap kanan dikuasai oleh Shawal Anuar di dalam kotak penalti. Dengan sentuhan kontrol bola yang sempurna, Shawal membalik badan dan melepaskan tembakan keras ke tiang jauh, mengecoh kiper Siwarak Tedsungnoen. Skor akhir kembali imbang 2-2!
Thailand sempat mengklaim gol kemenangan di menit ke-86 melalui sundulan Supachai Jaided, namun asisten wasit mengangkat bendera offside. VAR memeriksa replay selama dua menit dan memutuskan bahwa Supachai berada di depan garis pertahanan saat bola dilambungkan. Gol dianulir. Kiper Hassan Sunny kemudian melakukan dua penyelamatan krusial di injury time, menolak hat-trick yang hampir tercipta oleh Teerasil. Penguasaan bola di akhir laga menunjukkan dominasi 58-42 milik Thailand, namun shots on target kedua tim sama-sama berbahaya dengan delapan untuk Thailand dan lima untuk Singapura.
Peluang Emas dan Leg Kedua yang Terbuka Lebar
Hasil imbang 2-2 ini membuat leg kedua di Bangkok menjadi penentu yang tak terduga. Thailand tetap diunggulkan dengan modal dua gol tandang, namun Singapura membuktikan mereka mampu mencetak gol melawan lini pertahanan gajah perang Thailand. Tidak ada pemain yang membawa pulang hat-trick malam ini, namun performa individual Hariss Harun dengan satu assist dan dominasi duel di lini tengah layak mendapat perhatian khusus.
"Kami kecewa tidak bisa menang di Kallang, tetapi dua gol tandang adalah modal penting. Leg kedua akan sangat berbeda," ujar pelatih Thailand usai laga.
Dari sisi statistik, laga ini benar-benar seimbang. Thailand menguasai penguasaan bola lebih lama, namun Singapura lebih efisien dalam transisi ofensif. Tiga kartu kuning dikeluarkan wasit sepanjang 90 menit, mencerminkan kerasnya duel fisik di tengah lapangan. Kiper kedua tim sama-sama gagal meraih clean sheet, namun Hassan Sunny tampil gemilang dengan tujuan penyelamatan krusial yang mempertahankan asa Singapura. Dengan skor akhir 2-2, misteri pemenang semifinal ASEAN Hyundai Cup 2026 baru akan terjawab di leg kedua yang diprediksi bakal sama panasnya.
Comments (0)