Drama Lima Gol, Vinicius Junior Bawa Brasil ke Perempat Final
Skor akhir 3-2 untuk kemenangan Brasil atas Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 menjadi cermin perjuangan tanpa henti. Di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin (6/7) malam waktu setempat, Vi...
Skor akhir 3-2 untuk kemenangan Brasil atas Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 menjadi cermin perjuangan tanpa henti. Di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin (6/7) malam waktu setempat, Vinicius Junior berjalan keluar lapangan bukan sebagai pesakitan, melainkan sebagai pahlawan yang tubuhnya remuk setelah mengerahkan segalanya. Dua gol dan satu assist dari kakinya memastikan tiket perempat final, namun kram hebat di menit ke-115 memaksanya meninggalkan panggung lebih awal — sebuah akhir yang dramatis dari laga yang tak pernah berhenti memompa adrenalin.
Babak Pertama: Dominasi yang Terhukum
Brasil turun dengan formasi 4-3-3 ofensif yang menempatkan Vinicius di sayap kiri, Rodrygo sebagai false nine, dan Raphinha menusuk dari kanan. Sepanjang 45 menit pertama, penguasaan bola Brasil mencapai 67% dengan 8 shots on target, sementara Norwegia hanya mencatatkan dua tembakan tepat sasaran — namun justru merekalah yang membuka skor. Menit ke-19, umpan terobosan Martin Ødegaard merobek garis pertahanan tinggi Marquinhos dan Eder Militão, diselesaikan Erling Haaland dengan sontekan datar ke pojok kiri gawang Alisson Becker. Gol yang lahir dari skema serangan balik kilat hanya dalam tujuh detik itu membungkam blokade kuning-hijau. Brasil seperti kehilangan ritme, terlalu asyik mengurung, namun lupa bahwa Haaland hanya butuh satu sentuhan untuk menghukum. Vinicius Junior sempat melepaskan dua percobaan dari sisi kiri, namun penyelamatan gemilang kiper Mathias Dyngeland membuat skor tetap 0-1 hingga air minum.
Menjelang turun minum, Brasil meningkatkan intensitas. Menit ke-41, pergerakan menusuk Vinicius diakhiri umpan tarik ke kotak penalti yang nyaris disambar Rodrygo. Bola muntah jatuh di kaki Lucas Paquetá, tetapi sepakannya membentur tiang. Statistik menunjukkan Brasil unggul segalanya kecuali di papan skor: total 14 tembakan berbanding 4 milik Norwegia, umpan sukses 412 berbanding 128, namun penyelesaian akhir yang buruk menjadi batu sandungan.
Babak Kedua: Letupan Vinicius dan Drama VAR
Pelatih Dorival Júnior melakukan penyesuaian penting dengan menarik gelandang bertahan André Trindade dan memasukkan Endrick, mengubah skema menjadi 4-2-4 yang semakin menekan. Hasilnya instan. Menit ke-52, Vinicius Junior menyamakan kedudukan lewat aksi individu kelas dunia. Mendapat bola di tepi kotak penalti, ia mengecoh bek kanan Marcus Pedersen dengan step over sebelum melepaskan tendangan melengkung ke sudut jauh. Gol tersebut menjadi gol ke-26 baginya dalam 55 caps bersama tim nasional, dan yang ke-6 di turnamen ini. Euforia belum reda, menit ke-63 Vinicius berganti peran menjadi kreator. Sepak pojoknya disambut sundulan Marquinhos yang gagal diantisipasi Dyngeland. Brasil berbalik unggul 2-1.
Namun Norwegia bukan lawan yang mudah patah. Mereka menaikkan garis pertahanan dan meningkatkan agresivitas duel. Menit ke-78, sebuah situasi kontroversial terjadi: Haaland jatuh di area terlarang setelah kontak minimal dengan Militão. Wasit Georgi Kabakov awalnya menunjuk titik putih, tetapi VAR meminta tinjauan ulang dan menganulir penalti karena dianggap sebagai diving. Keputusan itu memicu protes, namun rekaman memperlihatkan Haaland sudah mulai menjatuhkan diri sebelum sentuhan benar-benar terjadi. Drama belum usai. Tidak sampai tiga menit kemudian, tendangan spekulasi dari luar kotak penalti oleh Fredrik Aursnes membentur punggung Danilo dan berbelok masuk ke gawang Alisson yang sudah bergerak ke arah sebaliknya. Skor 2-2 dan laga harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu.
Perpanjangan Waktu: Gol Penentu dan Kepergian Terhormat
Dengan kaki yang sudah menempuh lebih dari 12 kilometer, Vinicius tetap menjadi pusat bangkitnya serangan Brasil. Menit ke-104, ia menerima operan diagonal dari Neymar (yang masuk di babak kedua sebagai supersub) dan menusuk dari kiri. Alih-alih mengoper, ia melepas tendangan mendatar ke tiang dekat yang mengejutkan Dyngeland. Hat-trick hampir tercipta, namun gol ketiga itu dihitung sebagai gol keduanya karena asis dari Neymar menjadikannya brace. Skor 3-2.
Menit ke-115, saat laga memasuki fase akhir, Vinicius jatuh tanpa kontak. Wajahnya meringis, tangannya memegang paha kiri. Sinyal kram otot membuat semua orang menahan napas. Dengan bantuan staf medis, ia bangkit, tetapi tidak bisa melanjutkan permainan. Ia digantikan oleh Pepê di menit ke-117 dan meninggalkan lapangan dengan tepuk tangan gemuruh dari lebih 82.000 penonton yang memenuhi MetLife. Total sepanjang laga, Vinicius mencatatkan 9 dribel sukses, 4 key passes, dan 5 tembakan tepat sasaran — angka yang sekali lagi menegaskan statusnya sebagai pemain paling berbahaya.
Ketika peluit panjang berbunyi, Brasil memastikan langkah ke perempat final dengan statistik dominasi yang akhirnya terbayar: penguasaan bola total 61%, 27 shots (11 on target), 8 sepak pojok. Norwegia pulang dengan bangga setelah menciptakan 9 tembakan (4 on target) dan memperlihatkan efisiensi tinggi dengan hanya 39% penguasaan bola.
"Vinicius adalah pemain yang luar biasa, dia memberikan segalanya malam ini. Kami hanya berdoa kondisinya tidak serius karena kami membutuhkannya untuk pertandingan selanjutnya," ujar Dorival Júnior dalam konferensi pers usai laga.
Brasil sekarang menatap perempat final dengan tanda tanya besar: akankah sang pahlawan siap turun kembali? Yang pasti, malam di East Rutherford ini akan dikenang sebagai malam ketika Vinicius Junior berjalan keluar lapangan sebagai legenda yang mengorbankan raganya untuk seleção.
Comments (0)