Drama 120 Menit: Inggris Singkirkan Norwegia Lewat Babak Tambahan
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Inggris atas Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026, Minggu (12/7) WIB, memastikan The Three Lions melangkah ke semifinal setelah melalui pertarungan 120 menit yan...
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Inggris atas Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026, Minggu (12/7) WIB, memastikan The Three Lions melangkah ke semifinal setelah melalui pertarungan 120 menit yang melelahkan di Stadion Miami. Jude Bellingham tampil sebagai pahlawan lewat gol penentu di menit ke-108, menyegel tiket empat besar dan memupus asa Norwegia yang memberikan perlawanan heroik sepanjang laga.
Babak Pertama: Kejutan Norwegia dan Gol Pembuka Haaland
Norwegia justru tampil lebih dulu mengambil inisiatif serangan. Formasi 4-3-3 yang diusung pelatih Ståle Solbakken berhasil meredam kreativitas lini tengah Inggris pada 30 menit pembuka. Martin Ødegaard menjadi motor serangan dengan mencatatkan akurasi umpan 91 persen dan tiga umpan kunci di separuh pertama pertandingan. Penguasaan bola sempat dikuasai Norwegia dengan angka 52 persen berbanding 48 persen milik Inggris.
Gol pembuka tercipta di menit ke-31 melalui skema serangan balik cepat yang dieksekusi dengan sempurna. Ødegaard mengirimkan umpan terobosan terukur ke dalam kotak penalti, melewati celah sempit antara Declan Rice dan John Stones. Erling Haaland yang membaca pergerakan bola dengan naluri predatornya, melepaskan tendangan kaki kiri yang tak mampu dijangkau Jordan Pickford. Bola bersarang di sudut kanan bawah gawang — skor 0-1, dan Haaland mencatatkan gol kelimanya di turnamen, menjadikannya sementara sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026.
Inggris merespons dengan meningkatkan tempo permainan. Bellingham dan Rice mulai menemukan ritme di lini tengah, namun penyelesaian akhir masih menjadi kendala serius. Dari delapan percobaan tembakan di babak pertama, hanya dua yang benar-benar menguji Ørjan Nyland di bawah mistar Norwegia. Harry Kane tercatat hanya menyentuh bola sebanyak 14 kali — statistik yang menggambarkan betapa terisolasinya sang kapten dari aliran umpan tim.
Babak Kedua: Penyesuaian Taktik dan Gol Penyeimbang Kane
Pelatih Inggris melakukan penyesuaian signifikan selepas jeda. Bukayo Saka yang sebelumnya bermain rigid di sisi kanan mulai diinstruksikan menusuk ke dalam, membuka ruang bagi overlapping run Trent Alexander-Arnold dari lini pertahanan. Perubahan formasi menjadi lebih cair ini langsung membuahkan hasil — penguasaan bola Inggris melonjak menjadi 58 persen hingga menit ke-60, dengan akurasi umpan keseluruhan mencapai 87 persen.
Gol penyeimbang lahir di menit ke-67. Alexander-Arnold yang mendapat kebebasan di sisi kanan melepaskan umpan silang melengkung ke tiang jauh. Harry Kane yang berduel udara dengan Leo Østigård berhasil memenangkan bola dan tandukannya sempat membentur mistar sebelum memantul melewati garis gawang. Gol ini merupakan yang ketiga bagi Kane di Piala Dunia 2026, menyamai rekor Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak Inggris sepanjang sejarah turnamen. Skor kembali seimbang 1-1.
Norwegia nyaris membalas di menit ke-78 melalui tendangan bebas Ødegaard dari jarak 25 meter yang hanya melenceng tipis beberapa sentimeter di sisi kiri gawang Pickford. Sementara itu, masuknya Phil Foden menggantikan Jack Grealish di menit ke-72 menambah dimensi baru dalam serangan Inggris — pergerakannya yang lincah di ruang antara lini tengah dan pertahanan Norwegia menciptakan dua peluang emas yang belum berbuah gol.
Hingga peluit akhir waktu normal berbunyi, statistik mencatat Inggris melakukan 14 percobaan tembakan dengan 5 tepat sasaran, sedangkan Norwegia membukukan 7 tembakan dan 3 mengarah ke gawang. Kedua tim saling jual beli serangan namun tak ada gol tambahan tercipta, memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan 2x15 menit.
Extra Time: Momen Ajaib Bellingham di Menit ke-108
Kelelahan mulai tampak jelas di kubu Norwegia yang minim melakukan rotasi pemain sepanjang 90 menit. Sebaliknya, Inggris dengan kedalaman skuad lebih superior justru semakin bertenaga. Penguasaan bola Inggris melonjak drastis ke angka 63 persen sepanjang periode tambahan, sementara Norwegia kesulitan membangun serangan berarti — hanya satu tembakan tercatat dalam 30 menit extra time.
Puncaknya terjadi di menit ke-108. Berawal dari tendangan sudut yang dieksekusi Phil Foden, bola meluncur ke tiang dekat dan memicu kemelut di depan gawang Norwegia. Ørjan Nyland sempat menepis bola namun tidak sempurna — bola jatuh tepat di kaki Jude Bellingham yang berdiri bebas di tiang jauh. Dengan satu sentuhan tenang, gelandang Real Madrid berusia 23 tahun itu menceploskan bola ke gawang kosong. Skor 2-1. Gol ketujuh Bellingham untuk tim nasional ini sontak memicu selebrasi liar dari bench Inggris.
Norwegia berusaha merespons dengan memasukkan Alexander Sørloth di menit ke-112, berharap menambah daya gedor di lini depan. Namun lini pertahanan Inggris yang dikawal Stones dan Marc Guéhi tampil sangat disiplin. Haaland yang menjadi andalan utama tak lagi mendapatkan suplai bola — hanya dua sentuhan di kotak penalti sepanjang extra time menjadi bukti betapa efektifnya pertahanan The Three Lions.
Statistik, Kartu, dan Sorotan Pemain
Secara keseluruhan, Inggris mengakhiri pertandingan dengan penguasaan bola 58 persen, total 19 percobaan tembakan, dan 8 shots on target. Norwegia mencatatkan 42 persen penguasaan bola, 9 tembakan dengan 4 di antaranya tepat sasaran. Pertandingan berlangsung relatif bersih — wasit hanya mengeluarkan tiga kartu kuning, masing-masing untuk Declan Rice (pelanggaran taktis, menit ke-44), Leo Østigård (menarik jersey Kane, menit ke-63), dan Sander Berge (tekel terlambat, menit ke-96).
Jude Bellingham dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan dengan statistik individu yang luar biasa: 92 persen akurasi umpan dari 68 sentuhan bola, 4 dribel sukses, 8 kali memenangkan duel lapangan, dan tentu saja satu gol penentu di menit krusial. Di kubu Norwegia, Martin Ødegaard tetap menjadi pemain paling konsisten dengan 3 umpan kunci dan satu assist, sementara Erling Haaland harus puas dicatat sebagai pencetak gol meski pergerakannya sangat dibatasi di paruh kedua dan extra time.
"Kami menunjukkan karakter dan mentalitas juara malam ini. Tertinggal 0-1 melawan tim sekuat Norwegia bukan situasi yang mudah, tetapi para pemain tetap tenang dan percaya pada rencana permainan," ujar pelatih Inggris dalam konferensi pers usai laga. "Jude adalah pemain spesial yang selalu hadir di momen-momen besar. Golnya malam ini membuktikan kualitasnya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia."
Dengan kemenangan dramatis ini, Inggris menanti lawan di semifinal — pemenang antara Argentina dan Portugal — yang akan digelar di Stadion AT&T, Arlington, pada 16 Juli 2026 mendatang. Norwegia tersingkir dengan kepala tegak setelah memberikan perlawanan luar biasa yang nyaris menjungkalkan salah satu favorit juara Piala Dunia 2026.
Comments (0)