Debut Manis Nazriel Alfaro Bawa Persib Taklukkan Madura United

Gelora Bangkalan bersorak, namun bukan hanya untuk tuan rumah. Minggu malam, 30 November 2025, akan tercatat dalam buku sejarah Persib Bandung sebagai momen debut salah satu talenta mudanya yang palin...

Debut Manis Nazriel Alfaro Bawa Persib Taklukkan Madura United

Gelora Bangkalan bersorak, namun bukan hanya untuk tuan rumah. Minggu malam, 30 November 2025, akan tercatat dalam buku sejarah Persib Bandung sebagai momen debut salah satu talenta mudanya yang paling menjanjikan. Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Maung Bandung atas Madura United di pekan ke-12 BRI Super League 2025/2026 terasa lebih manis karena diwarnai penampilan perdana Nazriel Alfaro. Gelandang berusia 19 tahun itu masuk dari bangku cadangan pada menit ke-63, dan dalam tempo singkat langsung menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar pelengkap skuad.

Momen Debut yang Dinantikan

Nama Nazriel Alfaro sebenarnya bukan sosok asing bagi pengamat sepak bola Jawa Barat. Produk asli akademi Persib ini telah mencuri perhatian sejak tampil gemilang di Elite Pro Academy U-20 musim lalu. Namun transisi dari level junior ke tim senior selalu menjadi ujian tersendiri. Bojan Hodak, arsitek Persib, rupanya melihat kesiapan itu pada sesi latihan terakhir sebelum bertolak ke Bangkalan. Ketika Rachmat Irianto menunjukkan tanda-tanda kelelahan setelah bekerja keras sepanjang satu jam pertama, Hodak tanpa ragu menunjuk Alfaro untuk melakukan pemanasan.

Masuk di tengah situasi genting — kedudukan masih imbang 1-1 dan Madura United mulai meningkatkan tekanan — Alfaro tidak gentar. Sentuhan pertamanya adalah sebuah umpan pendek rapi ke Marc Klok yang langsung membangun ritme serangan. Akurasi operannya mencapai 91 persen dari total 23 sentuhan yang ia bukukan dalam 27 menit masa bermainnya. Angka yang sangat tinggi untuk ukuran debutan di level tertinggi kompetisi Indonesia.

Jalannya Pertandingan: Drama Tiga Gol

Laga ini sendiri berlangsung ketat sejak peluit awal dibunyikan. Madura United, yang bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Gelora Bangkalan, justru mengejutkan Persib dengan gol cepat pada menit ke-17. Berawal dari tendangan sudut, bola hasil sepakan gelandang mereka melengkung tajam dan disundul oleh striker asing Laskar Sape Kerrab ke pojok gawang Teja Paku Alam. Ini merupakan gol ketujuh yang bersarang ke gawang Persib dari situasi bola mati musim ini, sebuah statistik yang tentu menjadi catatan serius bagi tim pelatih.

Namun mentalitas Maung Bandung teruji. Hanya berselang 17 menit, tepatnya pada menit ke-34, tendangan penalti David da Silva merobek jala Madura United setelah Ciro Alves dijatuhkan di area terlarang. Wasit menunjuk titik putih tanpa perlu berkonsultasi dengan VAR, karena pelanggaran terjadi begitu jelas. Skor 1-1 menutup babak pertama. Penguasaan bola Persib mencapai 57 persen di babak pertama, menunjukkan bahwa mereka mendominasi jalannya permainan meski sempat tertinggal.

Babak kedua dimulai dengan intensitas lebih tinggi. Persib meningkatkan garis pressing mereka dan hasilnya mulai terlihat sejak menit ke-55, ketika tiga peluang emas tercipta dalam kurun delapan menit. Puncaknya terjadi pada menit ke-72. Dimas Drajad, yang baru masuk menggantikan Beckham Putra pada menit ke-68, mencetak gol kemenangan setelah menerima umpan terobosan dari Ryan Kurnia. Menariknya, gol ini tidak lepas dari kontribusi Alfaro: pergerakannya menarik keluar bek tengah Madura United, menciptakan ruang kosong yang dieksploitasi sempurna oleh Dimas. Gol ketiga Dimas musim ini memastikan tiga poin pulang ke Bandung.

Kontribusi Nyata di Lini Tengah

Jika ditelisik lebih dalam, penampilan singkat Alfaro menyimpan banyak angka yang menjanjikan. Selain akurasi umpan 91 persen yang sudah disebutkan, gelandang muda ini juga mencatatkan tiga tekel sukses dan satu intersepsi krusial pada menit ke-78. Intersepsi tersebut terjadi saat Madura United sedang membangun serangan balik cepat — Alfaro membaca arah umpan dengan cerdas dan memotongnya sebelum mencapai penyerang lawan. Sebuah aksi defensif yang menunjukkan kedewasaan taktik.

Heat map pemain bernomor punggung 28 ini menunjukkan bahwa hampir 70 persen aktivitasnya terjadi di sepertiga tengah lapangan. Disiplin posisi yang tinggi menjadi fondasi bagi pemain sekelas Marc Klok dan Ryan Kurnia untuk lebih leluasa naik membantu serangan. Jarak tempuh 3,2 kilometer dalam 27 menit juga menjadi bukti mobilitasnya. Jika dikonversi ke durasi 90 menit penuh, Alfaro berpotensi mencatatkan jarak lebih dari 10 kilometer — standar tinggi untuk gelandang modern.

“Saya tidak terkejut dengan apa yang ditunjukkan Nazriel malam ini. Dia sudah menjalani sesi latihan bersama tim utama selama beberapa bulan terakhir dan selalu menunjukkan kualitas. Hari ini dia membuktikan bahwa mentalnya juga siap. Ini baru awal, tapi awal yang sangat bagus,” ujar Bojan Hodak dalam konferensi pers usai pertandingan.

Starting XI Persib dalam laga ini: Teja Paku Alam mengawal gawang; kuartet bek Henhen Herdiana, Nick Kuipers, Alberto Rodriguez, dan Rezaldi Hehanussa; trio gelandang Marc Klok, Rachmat Irianto, dan Ryan Kurnia; serta trisula Ciro Alves, David da Silva, dan Beckham Putra. Formasi 4-3-3 ini terbukti efektif, terutama di babak kedua ketika intensitas meningkat.

Kemenangan ini mendongkrak posisi Persib ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan koleksi 24 poin dari 12 pertandingan, terpaut empat angka dari pemuncak klasemen. Namun lebih dari sekadar angka, laga di Bangkalan ini telah melahirkan satu nama baru yang patut diperhitungkan di kancah sepak bola nasional. Nazriel Alfaro — ingat nama itu. Regenerasi lini tengah Maung Bandung baru saja menemukan wajah barunya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User