Dari Tulehu ke Persib: Bek Muda Ikhwan Tanamal Siap Unjuk Gigi

Bek muda Persib Bandung, Ikhwan Tanamal, semakin menunjukkan bahwa ia bukan sekadar pemain prospek biasa. Pemain asal Tulehu, Maluku, ini mulai mencuri perhatian publik dengan penampilannya yang solid...

Dari Tulehu ke Persib: Bek Muda Ikhwan Tanamal Siap Unjuk Gigi

Bek muda Persib Bandung, Ikhwan Tanamal, semakin menunjukkan bahwa ia bukan sekadar pemain prospek biasa. Pemain asal Tulehu, Maluku, ini mulai mencuri perhatian publik dengan penampilannya yang solid di lini belakang. Di usianya yang baru 19 tahun, ia telah mencatatkan sejumlah menit bermain penting bersama tim utama Maung Bandung.

Perjalanan dari Tanah Tulehu ke Persib

Tulehu, sebuah desa kecil di wilayah Maluku yang dikenal sebagai penghasil bakat sepak bola, telah menelurkan banyak pemain nasional. Ikhwan Tanamal adalah wajah terbaru dari tradisi itu. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan sepak bola. Ia bermain di lapangan tanah dan pasir, mengasah insting bertahannya. Bakatnya tercium oleh pemandu bakat lokal saat ia membela tim kampung di sebuah turnamen remaja. Pada tahun 2022, di usianya yang ke-16, ia resmi bergabung dengan akademi Persib Bandung setelah melalui serangkaian seleksi ketat.

Di akademi, Ikhwan berkembang pesat. Ia dikenal sebagai bek yang disiplin, kuat dalam duel satu lawan satu, dan memiliki visi yang baik dalam membangun serangan dari belakang. Pelatih akademi memujinya sebagai pemain yang cepat belajar dan selalu ingin tahu. Dalam 30 pertandingan bersama tim U-18 dan U-20 Persib, ia mencatat rata-rata 2,8 tekel sukses dan 3,1 intersep per laga, angka yang membuatnya masuk radar tim senior.

Menembus Tim Senior dan Debut Liga 1

Musim ini, Ikhwan mendapatkan kesempatan debut di Liga 1. Pelatih kepala Persib, yang tengah mencari opsi rotasi di lini pertahanan, memberinya kepercayaan tampil sebagai starter dalam laga tandang melawan salah satu tim kuat. Debutnya berjalan apik: ia tampil selama 90 menit penuh, mencatatkan 87% akurasi umpan, 5 sapuan, dan 3 intersep. Yang paling mencolok adalah bagaimana ia memenangi 4 dari 5 duel udara, meskipun tinggi badannya hanya 178 cm. Performa itu langsung menuai pujian dari suporter dan media.

Sejak debut tersebut, ia secara reguler masuk dalam daftar skuad. Total menit bermainnya kini telah mencapai lebih dari 300 menit di semua kompetisi. Ia belum mencetak gol, tetapi kontribusinya dalam menjaga clean sheet sangat berarti. Persib hanya kebobolan satu gol dalam tiga laga terakhir yang ia mainkan, sebuah statistik yang menunjukkan dampak positifnya.

Gaya Bermain dan Nilai Tambah

Ikhwan adalah tipikal bek modern. Ia tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu menjadi titik awal serangan. Kemampuannya membaca permainan membuatnya sering memotong umpan lawan. Rata-rata intersepnya mencapai 3,2 kali per 90 menit, tertinggi kedua di antara semua bek Persib musim ini. Selain itu, ia memiliki umpan-umpan terobosan yang akurat, sering kali langsung mengarah ke penyerang sayap. Hal ini membuat transisi Persib dari bertahan ke menyerang lebih cepat.

Meski posturnya tidak terlalu tinggi, ia mengandalkan timing lompatan yang baik dan posisi tubuh yang tepat dalam duel udara. Itu terlihat dari persentase duel udara yang dimenanginya sebesar 68%, di atas rata-rata bek tengah seusianya. Kelebihan lainnya adalah kecepatannya dalam melakukan pressing balik serta ketenangannya saat menguasai bola di area berbahaya.

Pandangan Pelatih dan Harapan ke Depan

Pelatih Persib menaruh kepercayaan besar pada Ikhwan. Dalam sebuah wawancara, ia menyebut bahwa pemain asal Tulehu itu memiliki mental baja, ciri khas pemain dari Maluku. “Ia tidak takut berduel dengan pemain senior. Itu yang kami suka darinya,” ujar pelatih. Klub bahkan dikabarkan tengah menyiapkan perpanjangan kontrak jangka panjang untuk mengamankan masa depannya.

Bagi Ikhwan, target jangka pendeknya adalah merebut posisi starter secara reguler. Ia sadar persaingan di lini belakang Persib sangat ketat, tetapi ia siap bekerja lebih keras. Dengan rata-rata 1,5 tembakan diblok per laga dan 2,0 sapuan dari dalam kotak penalti, ia menunjukkan insting bertahan alami yang diperlukan untuk menjadi bek top. Bobotoh pun mulai meliriknya sebagai calon pilar pertahanan masa depan.

Perjalanan Ikhwan Tanamal dari Tulehu ke Bandung adalah cerita tentang mimpi dan kerja keras. Ia mewakili generasi baru pemain muda Indonesia yang berani bersaing di level tertinggi. Kini, semua mata tertuju padanya untuk melihat seberapa jauh ia bisa membawa Persib dan, mungkin suatu hari, tim nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User