Comeback Malaysia Kalahkan Myanmar, Tan Cheng Hoe Optimistis di Piala AFF
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Harimau Malaya atas Myanmar dalam laga pembuka Grup B Piala AFF 2026 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Sabtu (25/7) malam. Tertinggal akibat gol cepat lawan, Malaysia me...
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Harimau Malaya atas Myanmar dalam laga pembuka Grup B Piala AFF 2026 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Sabtu (25/7) malam. Tertinggal akibat gol cepat lawan, Malaysia menunjukkan ketangguhan mental dan taktik jitu pelatih Tan Cheng Hoe untuk mengamankan tiga poin krusial. Kemenangan comeback ini langsung melejitkan optimisme tim menatap sisa turnamen.
Myanmar membuka keunggulan pada menit ke-18 lewat skema serangan balik cepat. Maung Maung Lwin, penyerang lincah mereka, berhasil lolos dari jebakan offside dan melepaskan tembakan mendatar ke pojok kanan bawah, menaklukkan kiper Syihan Hazmi. Assist dari gelandang serang Kyaw Zin Htet yang mengirim umpan terobosan presisi ke area pertahanan Malaysia. Skor 0-1 bertahan hingga mendekati jeda. Malaysia mendominasi penguasaan bola 61 persen dan melepaskan 8 tembakan, namun hanya 2 yang mengarah ke gawang (shots on target 2 berbanding 1 di babak pertama).
Babak Pertama: Kejutan dan Kesulitan Membongkar Blok Rendah
Formasi 5-4-1 yang diterapkan pelatih Myanmar, Michael Feichtenbeiner, terbukti solid. Lima bek sejajar memaksa pemain sayap Malaysia seperti Arif Aiman dan Safawi Rasid bekerja ekstra keras untuk menciptakan ruang. Meski mengurung pertahanan lawan, Malaysia kerap kehilangan akurasi di sepertiga akhir. Peluang terbaik datang dari sundulan Darren Lok di menit ke-37 yang masih bisa ditepis kiper Kyaw Zin Phyo. Statistik akhir babak pertama mencatat Malaysia unggul penguasaan bola 58%, namun hanya menghasilkan dua shots on target.
Babak Kedua: Transformasi Taktik dan Dua Gol Penentu
Tan Cheng Hoe melakukan penyesuaian penting dengan memasukkan Paulo Josué menggantikan Syamer Kutty Abba di menit ke-56, mengubah formasi menjadi 4-1-4-1 yang lebih menekan. Hasilnya instan. Malaysia semakin intens menekan. Pada menit ke-73, Safawi Rasid menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas spektakuler dari jarak 23 meter, melengkungkan bola melewati pagar hidup dan bersarang di sudut atas gawang tanpa bisa dijangkau kiper. Assist tidak tercatat, tetapi eksekusi sempurna Rasid berasal dari pelanggaran terhadap Arif Aiman di tepi kotak penalti.
Gol kemenangan lahir di menit ke-82. Berawal dari sepak pojok Arif Aiman yang melambung akurat ke tiang jauh, Darren Lok melompat tertinggi dan menyundul bola ke gawang. Skor menjadi 2-1. VAR sempat mengecek potensi pelanggaran, tetapi wasit mengesahkan gol tersebut. Total shots on target Malaysia melonjak menjadi 8 di laga ini, menunjukkan efektivitas serangan di babak kedua.
Statistik Kunci dan Analisis Pemain
Malaysia mencatat total 16 tembakan (8 on target) berbanding 7 tembakan Myanmar (3 on target). Penguasaan bola akhir 63%-37% untuk tuan rumah. Arif Aiman menjadi motor serangan dengan 3 dribel sukses dan 2 assist, sementara Safawi Rasid melepaskan 4 tembakan dengan 2 tepat sasaran. Di lini belakang, Dion Cools mencatat 5 intersep dan 8 sapuan yang efektif meredam serangan balik Myanmar. Kartu kuning diterima oleh Khairul Baharudin (Malaysia) pada menit ke-67 serta dua pemain Myanmar, Nyein Chan dan Hlaing Bo Bo.
“Kami menunjukkan respons luar biasa setelah tertinggal. Kepercayaan diri pemain sekarang sangat tinggi untuk menghadapi laga berikutnya. Kunci kemenangan adalah adaptasi taktik di babak kedua dan determinasi tim,” ujar Tan Cheng Hoe dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Kemenangan ini menempatkan Malaysia di puncak klasemen sementara Grup B dengan tiga poin, unggul selisih gol. Myanmar, yang sempat memberikan perlawanan ketat, harus mengevaluasi penyelesaian akhir mereka. Sorotan tertuju pada kapten Maung Maung Lwin yang mencetak gol, tetapi kurang mendapat suplai setelah babak pertama.
Pengaruh Comeback terhadap Kepercayaan Diri Malaysia
Keberhasilan membalikkan keadaan dari posisi tertinggal menjadi modal psikologis berharga bagi Malaysia. Dalam tiga edisi Piala AFF sebelumnya, Malaysia sering kehilangan poin setelah kebobolan lebih dulu. Namun, di bawah asuhan Tan Cheng Hoe, tim menunjukkan ketenangan dan struktur yang lebih baik. Rasio gol babak kedua Malaysia mencapai 67% dalam dua tahun terakhir, mencerminkan kemampuan tim untuk tumbuh seiring berjalannya pertandingan.
Pelatih asal Malaysia itu menambahkan, “Kemenangan ini bukan hanya tiga poin, tetapi juga bukti bahwa kami bisa mengatasi tekanan. Ini akan menjadi fondasi untuk pertandingan melawan Thailand nanti.” Jadwal padat Piala AFF 2026 menuntut rotasi pemain yang cermat, dan comeback ini menjadi sinyal positif untuk kedalaman skuad Harimau Malaya.
Dengan performa gemilang di laga pembuka, Malaysia kini mengalihkan fokus ke laga kedua melawan tim kuat Thailand. Kepercayaan diri yang melambung diharapkan mampu menghasilkan penampilan lebih dominan dan mempertahankan tren positif di depan pendukung sendiri.
Comments (0)