Bohopanna x Seribu Paras Luncurkan Kampanye Gaya Hidup Rendah Gula
Tangerang, Beritainti.com – Kolaborasi dua jenama lokal, Bohopanna dan Seribu Paras, resmi menggelar Grand Launching yang tidak sekadar merayakan eksistens
Tangerang, Beritainti.com – Kolaborasi dua jenama lokal, Bohopanna dan Seribu Paras, resmi menggelar Grand Launching yang tidak sekadar merayakan eksistensi produk, tetapi sekaligus membawa misi edukatif menyentuh jutaan masyarakat urban. Acara yang digelar di kawasan Tangerang pada Rabu (22/7/2026) itu menjadi momentum pertemuan antara pegiat industri kreatif, komunitas sosial, dan puluhan anak down syndrome (DS) yang selama ini menjadi mitra pemberdayaan Seribu Paras.
Perayaan yang Menghangatkan Inklusivitas
Sejak pukul 14.00 WIB, area venue dipenuhi warna-warni instalasi seni hasil kolaborasi anak-anak DS bersama para mentor. Foto bersama yang diabadikan oleh Liputan6.com memperlihatkan raut bahagia para pendiri brand, penggerak komunitas, dan anak-anak istimewa itu, yang secara simbolik menyatukan semangat bisnis dan misi sosial. “Kami ingin setiap anak, tanpa terkecuali, merasa dirayakan di setiap hela napas karya ini,” ujar Andini Maharani, Founder Bohopanna, kepada awak media di sela acara.
Seribu Paras, sebagai social enterprise yang rutin melibatkan anak berkebutuhan khusus dalam rantai produksi, menampilkan koleksi terbaru yang seluruh motifnya dirancang oleh tiga remaja DS binaannya. Adapun Bohopanna menghadirkan lini pakaian santai berbahan serat bambu organik, senada dengan komitmen keberlanjutan yang mereka usung sejak berdiri pada 2024.
Edukasi Gula: Dari Runway ke Meja Makan
Salah satu segmen paling menarik dari rangkaian acara justru bukan peragaan busana, melainkan sesi gelar wicara bertajuk “Sweet Poison: Membaca Ulang Konsumsi Gula Harian Kita”. Di atas panggung, dr. Renata Ayu, Sp.PD, seorang internis yang kerap menangani pasien sindrom metabolik, memaparkan fakta yang mengkhawatirkan.
“Dengan membatasi asupan gula, tubuh akan lebih mampu mengatur gula darah dengan baik, sehingga risiko diabetes pun dapat berkurang. Oleh karena itu, banyak dokter menyarankan untuk menjalani diet rendah gula, bukan hanya bagi penderita diabetes, tetapi juga sebagai langkah pencegahan sejak dini,” tegas dr. Renata di hadapan lebih dari 300 pengunjung.
Ia menambahkan bahwa konsumsi gula rata-rata penduduk Indonesia telah melampaui 28 gram per hari, lebih tinggi dari rekomendasi WHO yang menetapkan batas maksimal 25 gram. Data Riset Kesehatan Dasar 2025 menunjukkan bahwa satu dari empat orang dewasa di perkotaan telah memasuki tahap pradiabetes tanpa menyadarinya.
Dari Kesadaran ke Aksi Nyata
Selaras dengan presentasi dokter, Bohopanna dan Seribu Paras memperkenalkan tiga inisiatif konkret yang langsung disambut aplaus:
- “Zero Added Sugar Kit” – setiap pembelian produk kolaborasi mendapat starter pack berisi madu murni pengganti gula, stevia organik, dan kartu pantau kadar gula darah mingguan yang bisa difoto dan dikonsultasikan via telemedisin gratis.
- Lumbung Gizi Komunitas – setiap bulan, 5% omzet penjualan dialokasikan untuk mengirim bahan pangan rendah indeks glikemik ke sekolah-sekolah luar biasa di Jabodetabek.
- Tur Edukasi 10 Kota – mulai Agustus 2026, kedua jenama akan menggelar roadshow yang menggabungkan workshop membatik inklusif dengan cek gula darah massal tanpa biaya.
“Ini bukan sekadar tren nol-gula yang lewat di media sosial. Kami mau mengubah lanskap kebiasaan konsumen lewat kolaborasi lintas sektor: seni, mode, kedokteran, dan pemberdayaan sosial,” ungkap Raka Satria, CEO Seribu Paras, usai menandatangani prasasti kerjasama berbahan daur ulang.
Harapan untuk Negeri yang Lebih Manis Tanpa Gula
Acara yang berakhir pukul 18.30 WIB itu ditutup dengan lantunan isyarat dari anak-anak DS yang membawakan lagu ciptaan mereka sendiri berjudul “Sehat Itu Pilihan”. Momen haru ini menjadi pengingat bahwa upaya membangun gaya hidup sehat harus menjangkau semua kalangan, termasuk mereka yang paling rentan secara metabolik maupun sosial.
Dr. Renata berpesan agar keluarga Indonesia mulai membaca label pangan dengan cermat dan mengganti gula pasir dengan pemanis alami dalam proses memasak sehari-hari. Sementara itu, Andini menyatakan bahwa line produk berikutnya akan menyertakan informasi “glycemic load” pada setiap label baju, sebagai bentuk edukasi kontinu yang tak biasa. “Kami ingin setiap helai benang yang kami jual juga membawa pesan hidup lebih panjang dan lebih sehat,” pungkasnya.
Dengan sinergi yang terbangun, Grand Launching Bohopanna x Seribu Paras bukan hanya peristiwa satu hari, melainkan titik awal gerakan masyarakat sipil yang memadukan bisnis, seni, dan sains untuk menjawab salah satu tantangan kesehatan terbesar negeri ini.
Comments (0)