Bangkit dari Dua Knockdown, Joshua Hentikan Prenga Lewat KO

JEDDAH — Dalam balutan drama yang menegangkan, Anthony Joshua berhasil menuntaskan misinya dengan kemenangan TKO atas Kristian Prenga pada laga kelas berat yang berlangsung di Jeddah Superdome, Arab...

Bangkit dari Dua Knockdown, Joshua Hentikan Prenga Lewat KO

JEDDAH — Dalam balutan drama yang menegangkan, Anthony Joshua berhasil menuntaskan misinya dengan kemenangan TKO atas Kristian Prenga pada laga kelas berat yang berlangsung di Jeddah Superdome, Arab Saudi, Minggu (26/7) dini hari WIB. Mantan juara dunia dua kali asal Inggris itu harus merasakan kerasnya kanvas sebanyak dua kali sebelum akhirnya melepaskan pukulan yang mengakhiri pertarungan di ronde kedelapan. Kemenangan ini sekaligus menjadi bukti bahwa mental petarung sejati tidak akan padam meski diterpa badai.

Panggung Jeddah Menyala

Sebanyak 12.000 penonton memadati arena yang biasanya digunakan untuk konser musik dan hiburan kelas dunia tersebut. Sejak bel ronde pertama berbunyi, atmosfer langsung memanas. Prenga, petinju Albania yang membawa rekor 22 kemenangan tanpa kekalahan sebelumnya, tampil sangat percaya diri. Ia tidak gentar menghadapi nama besar lawannya. Joshua, yang mengenakan celana putih dengan aksen emas, mencoba mengukur jarak dengan jab-jab panjangnya. Namun, kejutan datang lebih cepat dari yang diperkirakan.

Dua Kali Jatuh yang Mengejutkan

Ronde kedua baru memasuki detik ke-45, sebuah hook kiri pendek Prenga menyelinap di sela pertahanan Joshua dan mendarat tepat di rahang. Joshua langsung ambruk ke kanvas. Wasit Victor Loughlin mulai menghitung, dan penonton menahan napas. Joshua bangkit di hitungan ke enam, matanya masih terlihat kosong, namun ia mengangguk bahwa dirinya sanggup melanjutkan. Prenga mencoba menghabisinya, namun Joshua bertahan dengan clinch-efektif hingga ronde berakhir.

Kembali ke sudut, tim Joshua bekerja keras memperbaiki kondisi. Di ronde ketiga dan keempat, Joshua mulai menemukan ritme, namun secara umum Prenga masih memenangi duel-duel pendek. Memasuki ronde kelima, kembali bencana terjadi. Sebuah straight right keras Prenga menggetarkan kepala Joshua, dan disusul kombinasi hook yang membuat sang mantan juara tersungkur untuk kedua kalinya. Kali ini, situasi tampak lebih buruk. Joshua terhuyung saat berdiri di hitungan ke delapan, dan wasit sempat memeriksa kondisinya dengan cermat. Namun, jawaban tegas Joshua membuat pertarungan tetap berlanjut.

Strategi Garcia dan Kebangkitan di Ronde Delapan

Di sela ronde keenam, pelatih Robert Garcia menyampaikan pesan yang kelak menjadi titik balik. “Dia sudah mengeluarkan semua senjata terbaiknya. Sekarang kamu yang menekan. Guncang tubuhnya, maka kepalanya akan terbuka!” teriak Garcia. Pesan itu dipatuhi. Joshua mulai melancarkan pukulan-pukulan ke tubuh secara bertubi-tubi di ronde ketujuh, membuat gerakan Prenga sedikit melambat. Suasana mulai berbalik.

Puncaknya terjadi di ronde kedelapan. Pada menit ke-1:24, sebuah uppercut kanan pendek nan keras menghantam dagu Prenga saat ia lengah. Mata Prenga menerawang, langkahnya limbung. Joshua yang sudah terlatih dengan naluri pembunuh, langsung melontarkan hook kiri yang menghujam tepat di pelipis. Prenga ambruk ke sudut ring dalam posisi duduk, tubuhnya seolah kehilangan tenaga. Wasit Loughlin langsung melompat untuk menghentikan pertarungan tanpa perlu menghitung. Kemenangan TKO untuk Anthony Joshua resmi diumumkan, memicu ledakan sorak sorai dari pendukungnya yang hadir.

Data dan Statistik di Balik Comeback

Meski secara skor penjurian di atas kertas sempat tertinggal jauh, data CompuBox menunjukkan bahwa pukulan Joshua sesungguhnya lebih berkualitas. Ia mendaratkan 147 dari total 410 pukulan (35,8% akurasi), sementara Prenga hanya mampu mendaratkan 122 dari 388 lemparan (31,4%). Yang membedakan adalah power punches: Joshua sukses mendaratkan 42 pukulan keras, sedangkan Prenga hanya 29. Dari dua knockdown yang dialami Joshua, rata-rata pukulan yang diterimanya adalah hook pendek dari sisi buta—sebuah kelemahan yang semula diidentifikasi tim Prenga namun berhasil dimitigasi oleh Garcia di paruh kedua pertarungan. Di ronde 6-8, Joshua mendaratkan 68 pukulan berbanding 19 milik Prenga, sebuah gambaran dominasi yang tiba-tiba berbalik drastis.

Ucapan Dua Kesatria Ring

Setelah kemenangan dipastikan, Joshua memberikan penghormatan kepada lawannya. “Hormat saya untuk Prenga, dia benar-benar tangguh dan membuat saya dalam bahaya besar. Tapi seperti yang selalu saya katakan, selama wasit belum menyudahinya, saya masih punya kesempatan. Satu pukulan, itu saja yang saya butuhkan,” ujar Joshua dengan nada rendah namun penuh emosi.

Sementara Prenga, yang langsung mendapatkan perawatan medis di sudut ring, terlihat sangat kecewa. “Dia hanya membutuhkan satu pukulan... saya sudah dekat,” gumamnya singkat. Kekalahan ini menjadi cacat pertama dalam rekor profesionalnya, namun banyak pihak menilai performanya malam itu cukup untuk menempatkannya dalam radar kontender serius kelas berat.

Jalan Panjang Menuju Tahta

Kemenangan ini mempertahankan asa Joshua untuk kembali menapaki jalan menuju sabuk juara dunia. Dengan rekor kini bertengger di 32 kemenangan (28 KO) dari 35 pertarungan, laga di Jeddah menjadi penegasan bahwa Anthony Joshua 2.0—versi yang lebih sabar, lebih cerdik, namun tetap mematikan—sedang dibentuk. Pertanyaan selanjutnya adalah siapa yang akan ia hadapi selanjutnya dalam upaya menata ulang kariernya. Yang jelas, setelah malam di gurun pasir itu, para rival kelas berat tidak bisa lagi meremehkan ketangguhan mental pria berkepala plontos tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User