Arsenal Gilas Everton 3-1, Zubimendi Gemilang di Emirates

Skor akhir 3-1 untuk kemenangan Arsenal atas Everton di Emirates Stadium pada Minggu (15/3/2026) menjadi bukti dominasi The Gunners dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026. Dua gol di babak pertama dari...

Arsenal Gilas Everton 3-1, Zubimendi Gemilang di Emirates

Skor akhir 3-1 untuk kemenangan Arsenal atas Everton di Emirates Stadium pada Minggu (15/3/2026) menjadi bukti dominasi The Gunners dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026. Dua gol di babak pertama dari Bukayo Saka dan Kai Havertz, serta satu tambahan dari Martin Odegaard di babak kedua, memastikan tiga poin penting bagi tuan rumah, sementara Dominic Calvert-Lewin hanya mampu memperkecil kedudukan untuk The Toffees pada menit ke-61. Pertandingan ini juga menandai performa apik Martin Zubimendi yang mengontrol lini tengah dengan rapat sejak menit awal.

Menit ke-12, Arsenal membuka keran gol. Starting XI Mikel Arteta yang menurunkan formasi 4-3-3 langsung tancap gas. Declan Rice mengamankan bola di area tengah sebelum meneruskan ke Martin Zubimendi yang beroperasi sebagai single pivot. Gelandang asal Spanyol itu melihat pergerakan Saka yang melesat di sisi kanan. Umpan vertikal Zubimendi membelah pertahanan Everton, Saka menerima di kotak penalti dan melepaskan tendangan kaki kiri yang bersarang di sudut kanan gawang. Shots on target pertama Arsenal, gol pertama, dan assist pertama untuk rekrutan musim panas tersebut.

Babak Pertama: Presing Tinggi dan Dominasi Penguasaan Bola

Arsenal tidak mengendurkan tekanan usai gol pembuka. Penguasaan bola mencapai 65% pada 15 menit pertama, dengan trio lini tengah Zubimendi, Rice, dan Odegaard melakukan rotasi posisi yang membingungkan blok pertahanan Everton yang memakai formasi 4-4-1-1. Sean Dyche sepertinya kesulitan membaca pola serangan tuan rumah yang sering melakukan overload di sayap kiri melalui Jurrien Timber dan Gabriel Martinelli.

Menit ke-34, kedudukan menjadi 2-0. Kali ini serangan berasal dari transisi cepat. William Saliba mengintersep umpan silang Everton dan langsung memberikan bola panjang ke tengah. Odegaard melepas Saka dengan through ball yang manis, winger internasional Inggris itu melakukan cutback dari garis byline, dan Kai Havertz menyambut dengan volley rendah yang melesat masuk. Dua assist berbeda dari dua gelandang kreatif Arsenal, satu umpan vertikal dari Zubimendi dan satu cutback Saka untuk Havertz.

Everton sempat mencoba bangkit melalui serangan balik yang dibangun Jack Harrison dan Dwight McNeil, namun kedalaman pertahanan Arsenal yang dijaga Saliba dan Gabriel Magalhaes sulit ditembus. Shots on target Everton di babak pertama hanya terhitung satu kali, yakni tendangan dari luar kotak penalti McNeil pada menit ke-29 yang masih bisa ditepak David Raya. Clean sheet masih terjaga hingga jeda babak, dengan skor 2-0 di papan elektronik Emirates.

Babak Kedua: Everton Memperkecil, Arsenal Pastikan Kemenangan

Masuk babak kedua, Sean Dyche melakukan substitusi taktis dengan memasukkan Abdoulaye Doucoure untuk mempertebal lini tengah. Perubahan itu memberikan dampak instan. Menit ke-61, Everton mendapat tendangan bebas di sisi kiri lapangan. Umpan silang James Tarkowski mengarah ke tiang jauh, dan Dominic Calvert-Lewin yang tak terkawal menyundul bola ke gawang. Raya tidak berdaya. Skor berubah 2-1 dan selama 10 menit berikutnya, tekanan Everton sempat membuat pertahanan Arsenal sedikit terjepit.

Namun Arteta cepat bereaksi. Menit ke-70, Leandro Trossard dan Raheem Sterling masuk menggantikan Martinelli dan Saka untuk menjaga fresnes sayap. Formasi Arsenal sedikit bergeser menjadi 4-2-3-1 dengan Zubimendi dan Rice sebagai double pivot. Keputusan itu memperkuat daya jaga bola Arsenal. Penguasaan bola kembali stabil di angka 62%, dan Everton yang sudah mengeluarkan banyak tenaga di 20 menit awal babak kedua mulai menurun intensitasnya.

Menit ke-78, gol penentu lahir. Trossard memegang bola di sisi kiri, menarik perhatian dua pemain Everton, lalu melepas umpan lambung ke kotak penalti. Martin Odegaard yang menyusul dari belakang menyambut dengan first touch yang menawan sebelum melepaskan finishing dengan kaki kanan ke pojok kiri gawang Jordan Pickford. Shots on target Arsenal menjadi delapan dari total 14 tembakan, sementara Everton mentok di angka tiga. Skor akhir 3-1.

Analisis Statistik dan Performa Zubimendi

Dari sisi data, Arsenal memang pantas menang. Penguasaan bola 62% berbanding 38%, shots on target 8-3, dan 12 tekel sukses menunjukkan dominasi komprehensif. Namun yang paling mencuri perhatian adalah performa Martin Zubimendi. Gelandang bertahan itu mencatat 98 sentuhan bola, 87 umpan sukses, dan 7 intersepsi. Ia menjadi jantung permainan Arsenal, memutus serangan balik Everton sebelum berkembang dan memulai transisi ofensif dengan distribusi yang tenang.

Statistik Wajib: Skor akhir Arsenal 3-1 Everton. Gol: Saka (12', assist Zubimendi), Havertz (34', assist Saka), Odegaard (78', assist Trossard); Calvert-Lewin (61'). Penguasaan bola Arsenal 62% vs Everton 38%. Shots on target 8-3 untuk tuan rumah. Formasi Arsenal 4-3-3 yang bergeser ke 4-2-3-1, Everton 4-4-1-1. Tidak ada kartu merah, namun Ashley Young menerima kartu kuning pada menit ke-52 akibat pelanggaran terhadap Martinelli.

Dengan kemenangan ini, Arsenal mempertahankan momentum di papan atas klasemen Liga Inggris 2025/2026. Sementara Everton harus kembali ke papan gambar untuk memperbaiki efisiensi serangan balik mereka yang hanya menghasilkan tiga shots on target sepanjang laga. Performa gemilang Zubimendi juga membuktikan bahwa investasi di lini tengah The Gunners mulai membuahkan hasil maksimal di paruh kedua musim.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User