Argentina Tumbangkan Spanyol 3-2 di Final Dramatis Piala Dunia 2026

MetLife Stadium bergemuruh. Argentina mengukir sejarah dengan menaklukkan Spanyol 3-2 dalam partai puncak Piala Dunia 2026 yang berlangsung selama 120 menit penuh drama dan intensitas tinggi. Lautaro ...

Argentina Tumbangkan Spanyol 3-2 di Final Dramatis Piala Dunia 2026

MetLife Stadium bergemuruh. Argentina mengukir sejarah dengan menaklukkan Spanyol 3-2 dalam partai puncak Piala Dunia 2026 yang berlangsung selama 120 menit penuh drama dan intensitas tinggi. Lautaro Martínez menjadi pahlawan dengan dua golnya, termasuk gol kemenangan di menit ke-109, memastikan trofi Jules Rimet ketiga bagi La Albiceleste. Spanyol yang tampil dominan sepanjang 90 menit waktu normal harus mengakui keunggulan mental juara bertahan yang tak pernah menyerah hingga peluit akhir dibunyikan.

Partai final ini menyajikan pertarungan dua filosofi sepak bola: penguasaan bola khas Spanyol dengan formasi 4-3-3 melawan pressing tinggi dan transisi cepat Argentina dalam pakem 4-4-2 berlian. Statistik mencatat penguasaan bola 62% milik Spanyol, namun justru Argentina yang lebih klinis dengan 7 shots on target dari 13 percobaan, berbanding 5 shots on target dari 18 tembakan La Roja.

Babak Pertama: Dominasi Spanyol, Respons Argentina

Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung mengambil inisiatif. Menit ke-7, kombinasi Pedri dan Gavi di lini tengah membongkar pertahanan Argentina, namun penyelesaian akhir Nico Williams masih bisa ditepis Emiliano Martínez. Tekanan berkelanjutan anak asuh Luis de la Fuente akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-23. Berawal dari pergerakan Lamine Yamal di sayap kanan yang melewati Nicolás Tagliafico, umpan tarik mendatar disambut Álvaro Morata dengan sontekan first-time yang menaklukkan Dibu Martínez. Skor berubah 1-0 untuk Spanyol.

Argentina yang sempat terkejut perlahan bangkit. Rodrigo De Paul dan Enzo Fernández mulai memenangkan duel di lini tengah, mengurangi dominasi Rodri yang menjadi jenderal permainan Spanyol. Menit ke-37, umpan terobosan Giovani Lo Celso menemukan Julián Álvarez yang menusuk ke kotak penalti. Dengan tenang, ia mengembalikan bola ke tengah yang langsung disambar Lautaro Martínez dari jarak 12 meter. Gol penyama kedudukan membuat tensi pertandingan semakin memanas hingga jeda.

Babak Kedua: Kejar-kejaran Skor dan Ketangguhan Mental

Memasuki babak kedua, Spanyol kembali mengambil kendali. Menit ke-54, Nico Williams mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan silang Pedro Porro dari sisi kanan. Tendangan volinya dari sudut sempit mengarah ke tiang jauh dan tak mampu dijangkau Emiliano Martínez. Skor 2-1 untuk Spanyol.

Argentina tak gentar. Alexis Mac Allister yang masuk menggantikan Lo Celso pada menit ke-60 memberikan dimensi berbeda di lini serang. Gol penyeimbang datang di menit ke-73 melalui skema bola mati. Sepak pojok De Paul disundul Cristian Romero, bola sempat membentur mistar, namun Julián Álvarez dengan naluri predator menyambar bola muntah dan menjebol gawang Unai Simón. Kedudukan 2-2 membuat 83.000 penonton di MetLife Stadium terus bergemuruh.

Hingga 90 menit waktu normal ditambah 8 menit injury time, kedua tim saling jual beli serangan. Spanyol nyaris memenangkan pertandingan di menit 90+5, namun tendangan Pedri dari luar kotak penalti membentur tiang gawang. Laga harus dilanjutkan ke babak tambahan.

Extra Time: Momen Keajaiban Lautaro dan Kartu Merah Kontroversial

Babak tambahan menyajikan drama tersendiri. Argentina yang tampak lebih bugar mengambil alih ritme permainan. Puncaknya terjadi di menit ke-109. Sebuah skema serangan balik cepat yang dibangun dari garis pertahanan sendiri melibatkan Enzo Fernández yang melepaskan Lionel Messi di sisi kanan. Dengan visi luar biasanya, Messi mengirimkan umpan terobosan kepada Lautaro Martínez yang berhasil mengecoh jebakan offside. Dengan satu sentuhan, Lautaro menceploskan bola ke sudut bawah gawang Unai Simón. Gol ketiga Argentina memecahkan kebuntuan dan membawa La Albiceleste unggul 3-2.

Spanyol yang tersengat berusaha merespons, namun petaka datang di menit ke-115. Robin Le Normand menerima kartu merah langsung setelah wasit meninjau VAR untuk pelanggaran keras terhadap Julián Álvarez. Bermain dengan 10 pemain, harapan Spanyol untuk menyamakan kedudukan sirna. Argentina dengan disiplin mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Lionel Messi yang tampil selama 99 menit sebelum digantikan, mencatatkan satu assist krusial dan menjadi kapten pertama yang mengangkat trofi Piala Dunia dua edisi beruntun sejak era modern. Sementara Emiliano Martínez mencatatkan 4 penyelamatan penting, memastikan lini pertahanan Argentina tetap kokoh di momen-momen kritis. Di kubu Spanyol, Rodri tampil impresif dengan akurasi umpan 94% dan 3 intercept, namun belum cukup membawa gelar juara.

"Ini tentang hati dan keyakinan. Kami tahu Spanyol akan mendominasi bola, tapi kami punya rencana dan para pemain mengeksekusinya dengan sempurna. Lautaro menunjukkan mengapa ia salah satu striker terbaik dunia," ujar pelatih Argentina pasca pertandingan.

Dengan hasil ini, Argentina menegaskan status sebagai kekuatan dominan sepak bola dunia pasca era Messi, sementara Spanyol harus menunda impian mengulang kejayaan 2010. Final Piala Dunia 2026 akan dikenang sebagai salah satu pertandingan paling mendebarkan dalam sejarah turnamen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User