Argentina Singkirkan Inggris 2-1, Messi dan Enzo ke Final Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-1 menjadi penutup dramatis duel semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina kontra Inggris di Atlanta Stadium, Georgia, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Menit ke-78 membekas sebagai momen...

Argentina Singkirkan Inggris 2-1, Messi dan Enzo ke Final Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-1 menjadi penutup dramatis duel semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina kontra Inggris di Atlanta Stadium, Georgia, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Menit ke-78 membekas sebagai momen magis ketika Enzo Fernandez melepaskan tembakan kaki kiri dari tepi kotak penalti yang menembus jala Jordan Pickford, menentukan kemenangan La Albiceleste setelah sempat dibuat tegang oleh gol balasan The Three Lions. Kapten Lionel Messi tampil gemilang dengan dua assist, sementara para pemain Argentina memberikan aplaus meriah kepada ribuan suporter yang memenuhi tribune utara stadium.

Babak Pertama: Messi-Álvarez Hancurkan Pertahanan Inggris

Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak wasit meniup peluit panjang. Pelatih Lionel Scaloni menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3 yang ofensif: Emiliano Martinez di bawah mistar gawang, dibackup lini belakang Nahuel Molina, Cristian Romero, Nicolás Otamendi, dan Nicolás Tagliafico. Lini tengah dikomandoi trio Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, dan Alexis Mac Allister, dengan trio penyerang Ángel Di María, Julián Álvarez, dan Lionel Messi.

Menit ke-34, Argentina berhasil membuka keunggulan lewat kombinasi apik. Messi menerima umpan dari De Paul di sisi kanan, melakukan dribble rendah melewatkan Declan Rice, sebelum melepaskan umpan terobosan presisi ke dalam kotak penalti. Álvarez yang menyambut dengan first-time finish ke sudut kiri gawang, mencatatkan namanya di papan skor dan membawa Argentina unggul 1-0. Penguasaan bola pada babak pertama memang berpihak ke Inggris dengan 54%, namun Argentina unggul dalam hal shots on target dengan empat kali percobaan berbahaya berbanding dua milik Harry Kane dkk.

Menit ke-42, pertahanan Argentina harus bekerja ekstra keras setelah Cristian Romero menerima kartu kuning akibat tackle terlambat terhadap Bukayo Saka yang melesat di sayap kanan. Namun, formasi bertingkat Scaloni berhasil menahan tekanan hingga jeda babak, memastikan keunggulan 1-0 tetap terjaga.

Babak Kedua: Kane Samakan Kedudukan, Enzo Jadi Pahlawan

Timnas Inggris yang ditangani dengan formasi 4-2-3-1 keluar dari ruang ganti dengan agresivitas lebih tinggi. Jude Bellingham dan Rice mengontrol tempo permainan, sementara Saka serta Phil Foden memberikan lebar di kedua sayap. Tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-56 ketika Harry Kane menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol berawal dari umpan silang Foden yang gagal diantisipasi Tagliafico, membuat Kane dengan cepat menyambut bola muntah dan menendang keras ke gawang Martinez tanpa ampun.

Unggulan Inggris sempat menggandakan tekanan dengan beberapa serangan berbahaya. Menit ke-67, Bellingham hampir mencetak gol kedua namun tendangannya dari luar kotak penalti masih bisa ditepis Martinez, menjaga harapan Argentina tetap hidup. Scaloni kemudian melakukan substitusi taktis dengan memasukkan Giovani Lo Celso dan Lautaro Martinez untuk menambah energi di lini serang.

Lalu datanglah momen keemasan pada menit ke-78. Messi kembali menjadi kreator utama setelah menerima bola di tengah lapangan, mengirimkan umpan satu sentuhan ke arah Enzo Fernandez yang berlari tanpa bola melewati lini tengah Inggris. Enzo mengontrol bola dengan sempurna, menggiring dua langkah, dan melepaskan tembakan melengkung yang bersarang di sudut kanan atas gawang Pickford. 2-1! Striker Inggris kemudian mengalami offside pada menit ke-84 saat menerima umpan terobosan, yang setelah dicek VAR memastikan keputusan wasit bertahan. Hingga peluit panjang berbunyi, skor akhir 2-1 untuk kemenangan Argentina.

Analisis Data dan Taktik Menentukan

Dari sisi statistik, pertarungan taktis ini menyajikan data yang ketat. Penguasaan bola akhirnya dikuasai Inggris dengan 53% berbanding 47% milik Argentina. Namun, efisiensi tim tango jauh lebih mematikan dengan shots on target tujuh kali dari total 11 tembakan, sementara Inggris hanya mengemas lima on target dari 14 percobaan. Emiliano Martinez tercatat melakukan empat penyelamatan krusial, memastikan tidak ada clean sheet bagi Pickford yang kebobolan dua gol dari empat tembakan tepat sasaran.

Secara individu, Messi mencatatkan dua assist dan tiga key passes, sementara Enzo Fernandez selain mencetak gol juga memenangkan enam duel di lini tengah. Starting XI Argentina membuktikan kekompakan formasi 4-3-3 yang fleksibel, di mana Enzo sering melakukan late run ke kotak penalti sebagai shadow striker. Di kubu Inggris, Kane memang mencetak gol tetapi terisolasi pada paruh kedua karena kurangnya supply ball akibat pressing intens Mac Allister dan De Paul.

"Ini adalah kemenangan dari kerja kolektif. Enzo menunjukkan mentalitas juara dengan golnya, dan Leo selalu menjadi mesin kreatif kami. Kami pantas ke final," ujar Lionel Scaloni usai laga.

Kemenangan ini membawa Argentina melangkah ke final Piala Dunia 2026, menanti pemenang laga semifinal lainnya. Bagi Inggris, mimpi untuk meraih trofi setelah penantian panjang kembali pupus di babak empat besar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User