Ana/Trias Lolos 16 Besar Kejuaraan Dunia, Marwan/Aisyah Gugur

Smash keras menyentuh lantai, bola kok berhenti, dan skor akhir 21-16, 21-14 menutup pertarungan ganda putri Indonesia di babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026, Rabu (19/8). Febriana Dwipuji Kusuma/...

Ana/Trias Lolos 16 Besar Kejuaraan Dunia, Marwan/Aisyah Gugur

Smash keras menyentuh lantai, bola kok berhenti, dan skor akhir 21-16, 21-14 menutup pertarungan ganda putri Indonesia di babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026, Rabu (19/8). Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari — akrab disapa Ana/Trias — melangkah mulus ke babak 16 besar setelah menang dua gim langsung. Di hari yang sama, kabar kurang menyenangkan datang dari sektor lain: Marwan/Aisyah harus mengakhiri perjalanan lebih awal setelah kalah dari lawan yang lebih siap secara taktik.

Babak Pembuka: Ana/Trias Kuasai Tempo Sejak Menit Awal

Sejak kok pertama dilayangkan, Ana/Trias langsung mengambil alih penguasaan ritme pertandingan. Formasi serangan mereka terlihat rapi: Trias yang bertugas di belakang melepaskan smash beruntun, sementara Ana rajin menusuk dari depan net dengan drive tajam. Di menit ke-18 pertandingan — tepatnya saat interval gim pertama — keunggulan 11-7 sudah mereka kantongi. Pertahanan rapat membuat lawan kesulitan membongkar pola, dan gim pertama ditutup dengan skor 21-16 dalam waktu 23 menit.

Gim kedua berjalan lebih sengit. Lawan mencoba mengubah ritme dengan memperlambat jalannya reli dan mengandalkan drop shot, tetapi Ana/Trias menjawab dengan transisi cepat. Smash on target mereka tercatat jauh lebih banyak — 19 berbanding 11 — dan itu menjadi pembeda utama. Kemenangan 21-14 di gim kedua melengkapi clean sheet dua gim, sekaligus membuktikan kedalaman taktik duo Indonesia ini.

Kunci Kemenangan: Rotasi, Sabar, dan Smash Mematikan

Analisis data pertandingan menunjukkan satu hal: Ana/Trias menang bukan karena kebetulan. Mereka memenangkan 68 persen reli panjang di atas 10 pukulan, angka yang lahir dari kesabaran membangun serangan. Alih-alih terburu-buru menyerang — semacam offside-nya permainan bulu tangkis, terlalu maju tanpa siap bertahan — mereka justru memilih menunggu momen tepat. Pola ini terlihat dari minimnya kesalahan sendiri: hanya 9 unforced error sepanjang dua gim.

Peran Trias layak disorot. Dengan jangkauan panjang di belakang, ia menjadi playmaker sekaligus eksekutor, semacam assist terbesar bagi Ana yang lebih lincah di depan net. Kombinasi keduanya membuat lawan tak pernah menemukan celah. Bahkan ketika menghadapi tekanan, keduanya tidak gugup — buktinya mereka menyelamatkan 5 dari 6 break point yang dihadapi di gim kedua.

“Ana dan Trias tampil sesuai rencana. Mereka sabar, disiplin, dan tidak membuang energi untuk hal yang tidak perlu. Ini modal bagus menghadapi lawan-lawan lebih berat di babak berikutnya,” ujar pelatih ganda putri Indonesia usai laga.

Marwan/Aisyah Kandas: Bertarung Habis, Kalah di Gim Penentu

Berbeda dengan Ana/Trias, perjalanan Marwan/Aisyah harus berakhir lebih cepat. Berlaga di lapangan utama, duo ini sempat mencuri gim pertama lewat permainan agresif, tetapi lawan yang lebih berpengalaman perlahan mengambil alih kendali. Skor akhir 19-21, 21-17, 18-21 memastikan mereka tersingkir setelah bertarung 61 menit — pertarungan tiga gim yang menegangkan sampai reli terakhir.

Ada beberapa momen krusial yang menentukan. Di gim ketiga, Marwan/Aisyah sempat unggul 18-17, tetapi dua kesalahan pengembalian di momen genting — plus satu pukulan yang ditinjau dan diputuskan keluar oleh teknologi challenge, VAR-nya bulu tangkis — membuat mereka kehilangan empat poin beruntun. Kartu kuning pun sempat melayang ke arah bangku pemain karena protes, menambah dramatis laga yang sebenarnya bisa dimenangkan.

Jalan ke Perempat Final: Momentum Terus Berlanjut?

Dengan tiket 16 besar di tangan, Ana/Trias kini menatap laga berikutnya dengan kepercayaan diri tinggi. Penguasaan tempo, pertahanan rapat, dan variasi serangan yang mereka tunjukkan hari ini menjadi sinyal bahwa mereka bukan sekadar peserta. Target mereka sederhana: memperpanjang catatan kemenangan beruntun. Jika konsisten mempertahankan catatan minim kesalahan — hanya 9 unforced error di laga ini — peluang menembus perempat final sangat terbuka, dan sebuah hat-trick kemenangan di turnamen ini akan membawa mereka ke semifinal.

Bagi Marwan/Aisyah, kekalahan ini jelas menyakitkan, tetapi ada pelajaran berharga. Keduanya membuktikan mampu bersaing di level dunia; yang kurang hanyalah ketenangan di poin-poin krusial. Kejuaraan Dunia berikutnya bisa menjadi panggung pembuktian mereka.

Satu hal yang pasti: perjuangan Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2026 belum selesai. Ana/Trias masih hidup, dan seluruh mata kini tertuju pada mereka. Sampai jumpa di babak 16 besar!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User