Alwi Farhan Tembus 32 Besar, Tekuk Yoo Tae Bin di New Delhi
Skor akhir: 21-13, 21-15. Alwi Farhan memastikan tiket ke babak 32 besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 setelah menundukkan wakil Korea Selatan, Yoo Tae Bin, dua game langsung di Indira Gandhi Arena...
Skor akhir: 21-13, 21-15. Alwi Farhan memastikan tiket ke babak 32 besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 setelah menundukkan wakil Korea Selatan, Yoo Tae Bin, dua game langsung di Indira Gandhi Arena, New Delhi, India, Senin (17/8/2026) siang WIB. Laga yang berlangsung 34 menit itu menjadi penampilan paling dominan Alwi sepanjang turnamen: ia tak pernah sekalipun tertinggal sejak kedudukan 5-5 di game pertama.
Babak Pertama: Net Jadi Senjata Pembuka
Sejak kok pertama dilayangkan, Alwi langsung mengambil inisiatif dengan formasi menyerang. Menit ke-7, pada kedudukan 6-3, ia menghidupkan pola netting ketat yang membuat Yoo terus mengangkat bola. Umpan-umpan pendek di depan net itulah yang menjadi semacam assist bagi rentetan smash keras menyilang yang tak mampu dihalau pertahanan Korsel. Penguasaan reli milik Alwi mencapai 58 persen di game pembuka, dan tiga dari empat poinnya lahir dari pukulan menyerang. Dukungan tribun yang mayoritas berisi pendukung tuan rumah pun tak mampu mengganggu konsentrasi pemain muda Indonesia itu, yang sejak awal memilih bermain tenang dari sektor belakang.
Interval pertama ditutup 11-6. Yoo mencoba keluar dari tekanan dengan mempercepat tempo drive, tetapi justru kebanyakan membuang poin lewat pengembalian yang keluar lapangan. Alwi menutup game pertama 21-13 dalam 14 menit, dengan delapan smash winner dan hanya lima unforced error. Sebaliknya, lawannya mencatat dua kali smash keluar di momen krusial kedudukan 17-11 — dua poin gratis yang langsung dimanfaatkan Alwi tanpa ampun.
Babak Kedua: Perlawanan Yoo dan Momen VAR
Game kedua berjalan lebih sengit. Yoo Tae Bin mengubah ritme, memperlambat servis, dan rajin memancing rally panjang untuk menguras stamina lawannya. Hingga interval, skor hanya 11-10 untuk Alwi, dengan penguasaan reli nyaris berimbang 50-50. Menit ke-23, terjadi momen kontroversial: pukulan Yoo diputuskan keluar oleh hakim garis, dan pemain Korsel itu langsung meminta review — semacam VAR dalam bulutangkis. Hasil pemutaran ulang memastikan kok masuk, skor berubah menjadi 14-12 untuk Alwi.
Protes Yoo berlanjut hingga ia mendapat kartu kuning dari wasit karena memperlambat permainan. Alih-alih goyah, Alwi justru kian tenang dan bermain lebih sabar. Pada kedudukan 16-14, ia memenangi reli 32 pukulan terpanjang pertandingan, ditutup drop shot menyilang yang membuat Yoo terpeleset di lapangan. Empat poin terakhir menjadi milik Alwi secara beruntun, dan game kedua dituntaskan 21-15 dalam 20 menit penuh perlawanan.
Statistik: Dominasi di Semua Sektor
Angka-angka memperkuat cerita kemenangan ini. Shots on target — dalam istilah bulutangkis, pukulan yang tepat masuk area — milik Alwi menembus 71 persen, unggul jauh dari 54 persen milik Yoo. Total smash winner Alwi 14 berbanding 9, sementara ia juga memenangi 11 poin lewat netting dibanding empat milik lawan. Kekalahan Yoo juga ditandai 19 unforced error, hampir dua kali lipat milik Alwi yang hanya 10. Dari sisi durasi, total 34 menit menjadikan laga ini salah satu yang tercepat di babak 64 besar — bukti Alwi menutup rapat celah bagi lawan untuk mengembangkan permainan.
Bahkan ada nuansa clean sheet dalam laga ini: Yoo tidak pernah sekalipun mampu melewati angka 16 di kedua game. Soal pertahanan, Alwi hanya kebobolan dua kali lewat serangan balik cepat Korsel sepanjang pertandingan. Catatan itu membuat pelatih sektor tunggal putra tak ragu memberi pujian.
"Alwi bermain dengan disiplin taktik yang luar biasa. Ia tidak terburu-buru menghabisi rally, tetapi tetap berani mengambil risiko di momen yang tepat. Itu kematangan yang jarang terlihat di usia semuda ini," ujar pelatih tim usai laga.
Langkah Berikutnya di New Delhi
Kemenangan ini menempatkan Alwi sebagai salah satu wakil tunggal putra Indonesia yang masih bertahan, setelah beberapa rekan senegaranya tersingkir lebih awal. Di babak 32 besar, ia berpotensi menghadapi unggulan yang jauh lebih berat, dan konsistensi penguasaan reli seperti hari ini bakal menjadi kunci utama. Jika Alwi mampu mempertahankan angka penguasaan di kisaran 58 persen dan menekan unforced error di bawah 10 seperti di New Delhi, peluang menembus delapan besar terbuka lebar.
Perjalanan masih panjang, tetapi penampilan melawan Yoo Tae Bin memberi sinyal yang jelas: Alwi Farhan datang ke India bukan untuk sekadar tampil. Ia datang untuk menang, dan seluruh Indonesia kini menantikan langkah berikutnya di papan skor New Delhi.
Comments (0)