Ajaib dan TipTip Cetak Profit, Danantara Masuk ke GoTo
Jakarta — Ekosistem teknologi Indonesia mengirimkan sinyal yang sangat kuat pada pekan ini, menandai babak baru yang lebih matang dan menjanjikan. Dua nama
Jakarta — Ekosistem teknologi Indonesia mengirimkan sinyal yang sangat kuat pada pekan ini, menandai babak baru yang lebih matang dan menjanjikan. Dua nama besar di sektor fintech, Ajaib dan TipTip, berhasil membalikkan tren pertumbuhan agresif menjadi profitabilitas yang nyata. Di sisi lain, arus modal untuk pusat data hyperscale terus mengalir deras ke Greater Jakarta, sementara perusahaan investasi Danantara secara diam-diam telah mengambil posisi di daftar pemegang saham raksasa teknologi GoTo. Di kancah regional, laporan Future of Fintech in APAC 2026 dari Money20/20 semakin menegaskan relevansi percepatan transformasi digital yang mengambil momentum di Indonesia.
Ajaib dan TipTip: Dari Pertumbuhan Menuju Profitabilitas Sejati
Perjalanan menuju profitabilitas bukanlah hal yang mudah bagi startup teknologi, terutama di lanskap yang kompetitif seperti Indonesia. Namun, Ajaib dan TipTip membuktikan bahwa pertumbuhan yang bertanggung jawab dan eksekusi yang disiplin mampu menghasilkan hasil yang positif. Ajaib, platform investasi online yang telah menjadi pilihan jutaan investor ritel, dilaporkan membukukan laba bersih positif untuk pertama kalinya pada tahun fiskal 2025. Pencapaian ini didorong oleh lonjakan jumlah pengguna aktif harian, peningkatan dana kelolaan (AUM) yang melampaui Rp50 triliun, dan efisiensi biaya operasional yang berhasil ditekan secara signifikan. Kepercayaan investor ritel terhadap pasar modal yang semakin inklusif menjadi fondasi utama dari keberhasilan ini.
“Kami selalu percaya bahwa pertumbuhan harus berkelanjutan. Profitabilitas ini adalah validasi bahwa model bisnis kami benar dan pasar Indonesia sangat potensial,” ujar Anderson Sumarli, Co-Founder & CEO Ajaib, dalam sebuah kesempatan wawancara.
Sementara itu, TipTip, platform yang fokus pada solusi pembayaran digital dan monetisasi konten untuk kreator, juga mengikuti jejak yang sama. TipTip berhasil mencapai EBITDA positif dengan pertumbuhan pendapatan tahunan lebih dari 80%. Keberhasilan mereka dipacu oleh strategi hiper-lokalisasi dan integrasi dengan berbagai layanan keuangan mikro. Peralihan dari sekadar mengejar volume transaksi menjadi membangun unit ekonomi yang sehat menjadi kunci pembeda. Sumber internal menyebutkan bahwa biaya akuisisi pelanggan (CAC) TipTip turun hingga 40% berkat pemanfaatan teknologi AI untuk rekomendasi yang lebih presisi.
Danantara Masuk GoTo: Investasi Jangka Panjang dengan Visi Strategis
Sebuah pergerakan yang tak kalah menarik adalah masuknya Danantara Investment ke dalam struktur kepemilikan saham GoTo. Transaksi yang dilakukan melalui private placement ini membuat Danantara menggenggam saham minoritas signifikan di induk Gojek dan Tokopedia tersebut. Langkah ini menandai kepercayaan investor institusi lokal terhadap prospek jangka panjang ekonomi digital Indonesia, khususnya di sektor ride-hailing, e-commerce, dan fintech. Danantara, yang dikenal dengan pendekatan investasi fundamental dan jangka panjangnya, diperkirakan menggelontorkan dana lebih dari Rp3 triliun dalam aksi korporasi ini.
“Kami melihat GoTo bukan sekadar perusahaan teknologi, melainkan sebuah ekosistem yang menyentuh hajat hidup puluhan juta masyarakat Indonesia. Investasi ini adalah pertaruhan pada masa depan digital Indonesia,” kata Rizal Darmawan, Managing Director Danantara, saat mengkonfirmasi keterlibatan mereka.
Analis melihat bahwa masuknya Danantara dapat memberikan stabilitas tambahan pada saham GoTo dan menjadi katalis positif untuk memperkuat neraca perusahaan dalam menghadapi persaingan regional. Ini juga menjadi sinyal bahwa valuasi aset teknologi Indonesia yang sempat tertekan kini mulai kembali diminati oleh investor cerdas.
Gelombang Modal Hyperscale: Jabodetabek Jadi Magnet Data Center
Infrastruktur digital Indonesia terus menunjukkan daya tariknya. Arus investasi untuk pusat data berskala hyperscale mengalir tanpa henti ke kawasan Greater Jakarta, terutama di koridor Cikarang, Karawang, dan Bekasi. Raksasa teknologi global seperti Amazon Web Services (AWS), Google, dan Princeton Digital Group terus memperluas kapasitas mereka dengan nilai investasi kumulatif yang diperkirakan menembus US$5 miliar hingga 2027. Kehadiran infrastruktur ini menjadi tulang punggung vital bagi adopsi kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, dan layanan digital di seluruh negeri. Momentum ini juga sejalan dengan digelarnya B2B Tech Asia Expo 2026 yang menjadi panggung bagi inovasi perangkat lunak B2B untuk memanfaatkan kapasitas hyperscale yang terus bertumbuh.
B2B Tech Asia Expo 2026: 10 Zona Industri Solusi Bisnis
Pada 1–2 Juli 2026, bertempat di AXA Tower – Kuningan City Grand Ballroom, Jakarta, B2B Tech Asia Expo hadir dengan format yang lebih tajam dan terarah. Mengusung konsep 10 zona industri khusus—mulai dari keuangan, logistik, kesehatan, ritel, hingga IT korporat—pameran ini didesain untuk mempertemukan para pengambil keputusan bisnis dengan penyedia solusi teknologi yang paling relevan. Diselenggarakan oleh VRIGroup bersama DailySocial, ekspo terbesar di Asia Tenggara yang khusus menyasar perangkat lunak B2B ini akan dimeriahkan oleh sponsor dan exhibitor kelas dunia seperti AWS, Salesforce, SoftBank, SMBC, Jenius, Mekari, dan Zoho.
“Ini bukan sekadar pameran, melainkan matchmaking platform yang terkurasi. Setiap zona kami rancang untuk menjawab kebutuhan spesifik setiap industri,” jelas Rama Mamuaya, CEO DailySocial, dalam keterangannya.
Acara ini mencerminkan kedewasaan ekosistem teknologi Indonesia yang kini bergerak dari konsumen menuju solusi bisnis yang lebih kompleks dan bernilai tinggi. Kehadiran pemain global menandakan kepercayaan besar pada pasar Indonesia.
Tren Fintech APAC: Indonesia di Pusaran Positif
Laporan terbaru Money20/20, Future of Fintech in APAC 2026, menggarisbawahi bahwa kawasan Asia Pasifik akan mendominasi pertumbuhan fintech global, dengan nilai pasar diproyeksikan melampaui US$800 miliar pada akhir tahun 2026. Laporan tersebut secara spesifik menyebut Indonesia sebagai pasar fintech terbesar ketiga di Asia Tenggara, dengan kekuatan utama pada pembayaran digital, wealth management, dan pinjaman mikro. Keberhasilan Ajaib dan TipTip mencapai profitabilitas adalah bukti nyata dari kematangan tersebut, sementara langkah Danantara menunjukkan bahwa modal institusi domestik siap menjadi motor pendorong berikutnya. Dalam konteks ini, kolaborasi antara inovasi fintech, infrastruktur hyperscale, dan event seperti B2B Tech Asia Expo menciptakan sebuah ekosistem yang saling menguatkan.
Ekosistem teknologi Indonesia tidak lagi sekadar bertumbuh—ia sedang naik kelas. Dari profitabilitas startup hingga investasi jangka panjang dan pembangunan fondasi digital, semua elemen berada pada orbit yang optimis untuk menyambut era digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
[SOCIAL_TWEET]: Ekosistem teknologi Indonesia naik kelas! Ajaib & TipTip cetak profit, Danantara masuk GoTo, dan gelombang investasi hyperscale terus deras. Saksikan inovasi terkini di B2B Tech Asia Expo 2026! #FintechIndonesia #InvestasiDigital #B2BTechAsia[SOCIAL_TG]: 🚀 Sinyal kuat dari ekosistem tech Indonesia! Ajaib & TipTip akhirnya cetak laba, Danantara resmi masuk GoTo, dan pusat data hyperscale terus tumbuh di Jabodetabek. Plus, B2B Tech Asia Expo 2026 siap digelar 1-2 Juli. Full story 👇
Comments (0)